Menu
Sign in
@ Contact
Search
Ilustrasi perang aset kripto dan mata uang konvensional. (ist)

Ilustrasi perang aset kripto dan mata uang konvensional. (ist)

Krisis FTX Jadi Sentimen Negatif Industri Aset Kripto

Sabtu, 12 Nov 2022 | 17:09 WIB
Indah Handayani (handayani@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id - Industri aset kripto global tengah menghadapi situasi yang kurang menyenangkan belakangan ini. Krisis yang dihadapi oleh salah satu platform crypto exchange global, sebut saja FTX, berbuah menjadi sentiment negatif.

CEO Tokocrypto Pang Xue Kai mengatakan, peristiwa tersebut pun menciptakan trust issue terhadap business plan dan sistem keamanan aset investor yang ada di platform centralized exchange. Kondisi ini menjadi perhatian bersama para pelaku industri aset kripto di Indonesia untuk memastikan kondisi tersebut tidak akan terjadi.

Untuk itu, lanjutnya, Tokocrypto sebagai pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan terus meningkatkan keamanan aset investor.

Baca juga: Pasar Masih Bergejolak, Investor  Kripto Disarankan Cermat

Advertisement

“Kami memahami penurunan nilai di pasar aset kripto menimbulkan kekhawatiran bagi investor dan dirasakan dampaknya di seluruh dunia. Namun, kami memastikan bahwa keseluruhan dana nasabah aman dan Tokocrypto akan selalu menaati regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait penyimpanan aset kripto nasabah,” kata Kai, Jumat (11/11/2022).

Kai menegaskan keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah adalah komitmen utama perusahaan. Untuk itu, pihaknya akan terus memberikan pelayanan optimal kepada setiap nasabah dalam menjalankan perdagangan aset kripto. “Diimbau setiap nasabah untuk lebih berhati-hati dan tetap melakukan riset atas setiap keputusan investasi aset kripto yang diambil,” tambahnya.

Baca juga: Analisa: Data Inflasi AS Selamatkan Pasar Kripto di Tengah Kekacauan FTX

Dalam menjalankan operasional perusahaan, Tokocrypto senantiasa mengikuti ketentuan dari Bappebti Kementerian Perdagangan selaku lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto. Bappebti telah mengamanahkan kepada semua pedagang fisik aset kripto yang terdaftar resmi untuk memisahkan rekening dana yang dimiliki nasabah dengan rekening dana operasional milik perusahaan untuk menjaga likuiditas.

Menurut Kai, kondisi industri kripto yang pasang surut merupakan hal yang biasa dalam dunia  finansial dan investasi. Oleh karena itu untuk menghadapinya, pihaknya tetap akan fokus pada strategi bisnis jangka panjang.

Baca juga: Wall Street Jatuh di Tengah Pergolakan Pasar Kripto

“Kami saat ini sudah melakukan optimalisasi bisnis jangka panjang dengan fokus pada model bisnis crypto exchange dan mengembangkan ekosistem blockchain. Harapannya bisnis akan lebih stabil dan pertumbuhan bisa terjadi dengan rencana yang berkelanjutan,” jelasnya.  

Investasi aset kripto teru alami pertumbuhan di Indonesia. Adapun jumlah investor kripto terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya. Nilai transaksi aset kripto selama Januari-September 2022 baru mencapai Rp 266,9 triliun atau turun 57,8% dibandingkan periode sama pada 2021.

“Kami percaya aset kripto dan blockchain masih berada di masa pertumbuhan, adopsinya menyerupai pertumbuhan internet di awal kemunculannya. Tahap ini memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi masal,” pungkas Kai.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com