Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo

Direktur Utama KSEI Uriep Budhi Prasetyo

KSEI Catat 631 Emiten Manfaatkan Platform e-Proxy Hingga Medio Oktober

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:30 WIB
Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyampaikan perkembangan terkait pemanfaatan platform electronic proxy (e-proxy) KSEI bernama eASY.KSEI dimana hingga saat ini terdapat 631 emiten yang telah memanfaatkan sistem tersebut dari total 709 emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Sebagai catatan, eASY.KSEI mulai diimplementasikan sejak April 2020, sistem ini dapat digunakan oleh pemegang saham dalam memberikan kuasa secara elektronik kepada pihak lain untuk hadir pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan total penyelenggaran RUPST Tahunan dan RUPS Luar Biasa hingga 16 Oktober mencapai 923 acara. Pelaksanaan RUPS terbanyak dalam satu hari terjadi pada bulan Agustus 2020 dengan jumlah 69 RUPS.

Melihat perkembangan ini, KSEI makin mantap untuk mengimplementasikan platfom-Voting yang merupakan pengembangan tahap lanjutan dari eASY.KSEI. “Platforme-Voting dapat dimanfaatkan oleh investor untuk memberikan suara dalam RUPS secara elektronik maupun ikut serta dalam penyelenggaraan RUPS melaluisarana live streaming,” paparnya saat menyampaikan perkembangan kinerja operasional dan keuangan KSEI dalam RUPS Luar Biasa KSEI di Jakarta, Selasa (27/10/2020).

Lebih jauh Direksi KSEI menyampaikan perkembangan nilai aset yang tercatat di salah satu sistem utama KSEI yaitu sistem C-BEST dimana hingga 16 Oktober 2020 mengalami penurunan 14,82% dari Rp4.465,41 triliun menjadi Rp3.803,45 triliun.

Menurutnya hal ini sejalan dengan penurunan IHSG yang mengalami penurunan 18,3%. Nilai aset yang tercatat di sistem utama KSEI lainnya yaitu S-INVEST hingga 16 Oktober 2020 mengalami penurunan 6,15% dari Rp789,80 triliun menjadi Rp756,47 triliun. Sedangkan jumlah Reksa Dana tercatat mengalami penurunan dari 2.506 Reksa Dana menjadi 2.418 Reksa Dana.

Dari sisi jumlah investor, jumlah investor pasar modal Indonesia yang tercatat di KSEI dilaporkan terus mengalami pertumbuhan hingga menjelang akhir tahun 2020 ini. Berdasarkan data KSEI per 16 Oktober 2020, jumlah Investor Pasar Modal meningkat sebesar 34,78% dari 2.484.354 pada akhir 2019 menjadi 3.348.396 investor.

Pertumbuhan investor selama sekitar 10 bulan terakhir ditopang oleh pertumbuhan investor Reksa Dana sebesar 49,4% dan investor Surat Berharga Negara (SBN) 37,10%. Pertumbuhan juga dicatatkan oleh investor saham selama sekitar 10 bulan terakhir yang meningkat 27,87%.

Adapun karakteristik demografi investor berdasarkan jenis kelamin masih didominasi oleh pria sebesar 61%, sedangkan investor wanita berjumlah 39%. Selain itu, dari data yang tercatat di KSEI, demografi investor semakin bergerak ke usia yang lebih muda.

Data per 16 Oktober 2020 menunjukan bahwa investor usia di bawah 30 tahun berjumlah 47,84% dan usia 31 – 40 tahun berjumlah 24,31%. Dari data tersebut dapat dikatakan bahwa sekitar 70% investor pasar modal Indonesia berada pada usia muda.

Kepemilikan investor muda tersebut juga cenderung meningkat dibandingkan akhir Desember 2019. Hal ini memperlihatkan antusiasme investor dalam berinvestasi yang tidak surut di kala pandemi. Dari sisi pekerjaan, 53,19% investor dengan pekerjaan sebagai pegawai, disusul dengan pelajar sebesar 19,17%. Adapun terdapat kenaikan nilai aset yang dipegang oleh investor ibu rumah tangga dan pelajar.

RKAT 2021

Agenda utama yang dibahas dan diputuskan dalam RUPS Luar Biasa KSEI yang dipimpim oleh Komisaris Utama KSEI Rahmat Waluyanto yaitu Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) Perseroan Tahun Buku 2021.

Terkait rencana kerja di 2021 Uriep Budhi Prasetyo menyampaikan 73% dari rencana investasi aset tetap yang akan dilakukan KSEI di 2021 meliputi infrastruktur sistem penunjang yang terdiri hardware dan software, sementara 27% untuk infrastruktur yang terkait dengan sistem utama KSEI.

Uriep juga menyampaikan, saat ini KSEI telah menyusun 32 program kerja, dimana 9 diantaranya merupakan program strategis, salah satunya adalah rencana pengembangan alternatif penyimpanan Dana Nasabah pada Sub Rekening Efek (SRE) untuk instrumen Efek Bersifat Ekuitas dan Efek Bersifat Utang dan Investor Fund Unit Account (IFUA) untuk instrumen Reksa Dana.

Program ini merupakan program lanjutan dari tahun 2020 yang bertujuan untukmemberikan alternatif tempat penyimpanan dana dalam rangka penyelesaiantransaksi di pasar modal. Di samping itu, juga terdapat program strategis lainnya, seperti KSEI Information Hub yang meliputi pengembangan validasi data investor, baik dengan Ditjen Dukcapil terkait Nomor Induk Kependudukan (NIK), Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terkait dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan Kartu Masyarakat Indonesia di Luar Negeri (KMILN) untuk investor diaspora serta pengembangan SRE Syariah dalam rangka mendukung Roadmap Pengembangan Pasar Modal Syariah.

 

 

 

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN