Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Email

Password

×

Nama

Email

Password

Ulangi Password

×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (ketiga kanan) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (keempat kiri), dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (keempat kanan) didampingi Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo (ketiga kiri), Direktur Utama PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) Sunandar (kedua kanan), Komisaris Utama KPEI Chatib Basri (kedua kiri), Komisaris Utama KSEI Rahmat Waluyanto (kiri) dan Komisaris Utama BEI John Aristianto Prasetio menekan tombol pembukaan perdagangan saham saat Peringatan ke 42 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di BEI, Jakarta, Senin (12/8/19). Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (ketiga kanan) bersama Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen (keempat kiri), dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi (keempat kanan) didampingi Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo (ketiga kiri), Direktur Utama PT Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) Sunandar (kedua kanan), Komisaris Utama KPEI Chatib Basri (kedua kiri), Komisaris Utama KSEI Rahmat Waluyanto (kiri) dan Komisaris Utama BEI John Aristianto Prasetio menekan tombol pembukaan perdagangan saham saat Peringatan ke 42 Tahun Diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia di BEI, Jakarta, Senin (12/8/19). Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

KSEI: Jumlah Investor Saham Tembus Satu Juta

Thereis Love Kalla, Jumat, 23 Agustus 2019 | 19:18 WIB

Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Uriep Budhi Prasetyo menyatakan hingga 22 Agustus 2019, jumlah investor saham di pasar modal Indonesia telah menembus angka satu juta.  Upaya meningkatkan jumlah investor akan terus dipacu melalui beberapa program dan stimulus dari pemerintah. 

“Sampai tanggal 22 Agustus, tercatat jumlah investor di saham lewat dari satu juta investor, untuk mutual fund investor mencapai 1,4 juta invesor, total keseluruhan investor mencapai 2,102 juta investor,” ujarnya pada konferensi pers Capital Market Summit & Expo (CMSE) di JCC, Jumat (23/8).

Sementara itu Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen menyatakan pasar modal Indonesia ditantang untuk tetap bertumbuh di tengah ketidakpastian kondisi pasar global.  Sehubunngan dengan peningkatan investor, menurut Hoesen, perlu upaya untuk mencapai proporsi yang seimbang antara pemodal asing dan pemodal dalam negeri.  “Dengan adanya kegiatan CMSE ini, diharapkan dapat meningkatkan partisipasi investor domestik, bagaimana pun investor domestik jadi tumpuan kita di masa mendatang,” ujarnya

OJK   akan terus melakukan penetrasi ke daerah-daerah untuk pemerataan pasar modal yang hingga saat ini didominasi oleh pelaku pasar hanya dari pulau Jawa dan Jabodetabek. “Kita ingin memeratakan, tak hanya terfokus di pulau Jawa, dengan begitu makin banyak investor di pasar modal, maka makin stabil,” kata dia.

Untuk mencapai pemerataan tersebut, OJK mendorong terciptanya perusahaan efek daerah, sehingga dapat mempermudah investor di daerah untuk berinvestasi, sekaligus mendorong pertumbuhan lapangan kerja di daerah. “Kita lihat potensi masyarakat Indonesia, punya bonus demografi yaitu jumlah middle income class nya akan terus naik,” imbuh Hoesen.

Selain itu berbagai kebijakan sudah disiapkan OJK, antara lain memperluas kesempatan bagi perusahaan skala kecil dan menengah untuk memperoleh pendanaan melalui pasar modal.  Caranya dengan menerapkan segmentasi pendanaan di pasar modal berdasarkan ukuran perusahaan yang membutuhkan dana.  Kedua, melakukan simplifikasi pembukaan rekening Efek untuk meningkatkan basis investor. Mekanisme pembukaan rekening Efek yang sebelumnya membutuhkan waktu beberapa hari, kini dapat dipersingkat menjadi  sekitar 30 menit.

Hoesen optimistis, penggalangan dana melalui surat utang akan semakin meningkat. Pasalnya denga penurunan suku bunga oleh Bank Indonesia akan memicu perusahaan untuk melakukan penawaran obligasi. “Pengusaha akan mencari tingkat suku bunga yg paling murah dan efisien,” ungkapnya

Untuk menstimulus ekonomi Indonesia, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah No 55 Tahun 2019.  Melalui PP tersebut, insentif pajak antara obligasi korporasi dengan obligasi pemerintah mendapat perlakuan yang sama. Selama ini  obligasi korporasi dikenakan pajak 20% sedangkan obligasi pemerintah dikenakan tarif 15%. “Tapi dengan keluarnya PP No 55 ini, perlakuan pajak insentif akan sama. Sampai tahun 2020 pajak yang dikenakan sebesar 5%, dan pada 2021 menjadi 10%, stimulus fiskal ini diharapkan membuat industri pasar modal akan tumbuh,” tandasnya.

Acara CMSE tahun 2019 dilaksanakan di dua kota yaitu Surabaya yang telah diselenggarakan pada bulan April 2019 yang lalu, dan di Jakarta. Penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo 2019 di Jakarta ini melibatkan berbagai stakeholders di pasar modal seperti OJK, SROs, Perusahaan Efek, Manajer Investasi, Bank RDN, Underwriter, Pemeringkat Efek, Asosiasi Profesi Penunjang, Asosiasi Fintech, Lembaga Sertifikasi (TICMI, LSPPM), dan Emiten yang mengisi lebih dari 70 booth.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA