Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

Panenan sawit. Foto: DEFRIZAL

Kuartal I, Laba Bersih Dharma Satya Tumbuh 21%

Kamis, 29 April 2021 | 07:14 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan peningkatan laba bersih sebesar 21% menjadi Rp 99,3 miliar hingga kuartal I-2021. Kenaikan ini ditopang pertumbuhan harga jual minyak sawit mentah (CPO) dan segmen olahan kayu.

Peningkatan laba bersih tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan sebesar 3% menjadi Rp 1,64 triliun pada kuartal I-2021, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 1,58 triliun.

Direktur Utama Dharma Satya Nusantara, Andrianto Oetomo mengatakan, kenaikan penjualan tersebut didukung segmen usaha kelapa sawit dengan kontribusi 83% atau setara dengan Rp 1,35 triliun. Sedangkan sisanya mencapai 17% disumbangkan segmen usaha produk kayu.

“Faktor utama penopang peningkatan penjualan pada kuartal I-2021 berasal dari kenaikan harga rata-rata harga jual crude palm oil (CPO) menjadi Rp 8,7 juta per ton, meskipun volume penjualan CPO perseroan turun 5% menjadi 135 ribu ton,” ujar Andrianto dalam keterangan resmi, Kamis (29/4).

Selama periode kuartal I-2021, perseroan membukukan penurunan volume produk CPO sebesar 6% menjadi 144 ribu ton, dibandingkan periode sama tahun lalu sebanyak 153 ribu ton. Penurunan ini dipicu cuaca El Nino pada kuartal I-2020 yang berimbas terhadap penurunan produksi tandan buah segar (TBS).

Perkebunan perseroan juga terimbas fenomena La Nina sejak 5 bulan terakhir yang membawa curah hujan sangat tinggi di wilayah Kalimantan Timur, sehingga menghambat proses evakuasi panen TBS ke pabrik kelapa sawit untuk diolah menjadi CPO.

Perseroan merinci bahwa penjualan segmen usaha produk kayu sebesar Rp 284,9 miliar atau naik 5%, dibandingkan kuartal I-2020. Menurun Andrianto, kenaikan ini didorong oleh pertumbuhan volume penjualan, baik pada produk panel maupun engineered flooring, serta membaiknya harga jual produk engineered flooring dengan pulihnya permintaan dari pasar Amerika Serikat.

Terkait tahun 2021, Andrianto mengungkapkan, perseroan optimis target 2021 dapat direalisasikan setelah melihat membaiknya data kinerja keuangan perseroan pada kuartal I-2021. Selain itu, pelaksanaan program vaksinasi Covid-19, baik di dalam negeri maupun di sejumlah negara di dunia, telah mendorong perbaikan keyakinan consumer terhadap pemulihan ekonomi.

“Pertumbuhan perseroan akan tetap bertumpu pada konsep keberlanjutan dan energi terbarukan yang merupakan konsep industri kelapa sawit masa depan yang akan memberikan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar dia.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN