Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Clipan Finance.

Clipan Finance.

Kuartal I, Multifinance Tumbuh Melampaui Target

Selasa, 5 April 2022 | 19:45 WIB
Prisma Ardianto (prisma.ardianto@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Penjualan kendaraan bermotor dilaporkan relatif melambat pada Februari 2022. Meski begitu, sejumlah perusahaan pembiayaan (multifinance) mampu membukukan pertumbuhan pembiayaan sesuai target yang dicanangkan hingga kuartal I-2022.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Gaikindo) memaparkan bahwa penjualan langsung ke konsumen (ritel) turun 10,9% dari Januari menjadi 69.989 unit per Februari 2022. Distribusi dari pabrik ke dealer (wholesale) pun tercatat turun 3,4% dari 84.062 unit pada Januari menjadi 81.228 unit per Februari 2022.

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat penjualan motor baru pada Februari 2022 turun 17,09% menjadi sebanyak 368.036 unit dibandingkan Januari 2022 yang tercatat sebanyak 443.890 unit. Meski demikian, di tahun 2022, AISI menargetkan penjualan motor baru naik menjadi sebanyak 5,1-5,4 juta unit.

Adapun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan bahwa per Februari 2022 piutang pembiayaan multifinance tetap meningkat didorong pembiayaan modal kerja dan investasi, dengan mayoritas sektoral mengalami pertumbuhan positif. Piutang naik 2,43% (yoy) menjadi Rp 371,6 triliun. OJK menargetkan piutang pembiayaan multifinance tumbuh 12% di akhir tahun ini.

Baca juga: Mandala Multifinance (MFIN) Raih Pembiayaan US$ 30 Juta dari ICD

Presiden Direktur PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance/CNAF) Ristiawan Suherman menyampaikan, realisasi pembiayaan perseroan di awal tahun meningkat cukup signifikan. Pembiayaan per Februari 2022 tumbuh 146% (yoy), atau meningkat dari Rp 619 miliar menjadi Rp 1,5 triliun.

"Total bisnis di kuartal I juga cukup menggembirakan, total realisasi kredit terus memperlihatkan penguatan. Tercatat pertumbuhan realisasi kredit meningkat 135% atau meningkat dari Rp 1 triliun di kuartal I-2021 ke angka Rp 2,35 triliun di kuartal I-2022. Realisasi lampaui estimasi atau target kuartal I-2022," kata Ristiawan kepada Investor Daily, Selasa (5/4/2022).

Dia mengatakan, layanan cepat dan simpel masih dihadirkan sebagai strategi utama perseroan menjaring calon debitur. Disamping itu, para calon debitur juga dijangkau melalui kerja sama dengan induk usaha sebagai kanal pemasaran alternatif untuk pembiayaan kendaraan roda empat. Sepanjang tahun ini dua hal tersebut dipercaya dapat menunjang pertumbuhan aset kelolaan CNAF.

Dihubungi terpisah, Direktur Utama PT Clipan Finance Indonesia Tbk (Clipan Finance) Harjanto Tjitohardjojo mengungkapkan, realisasi pembiayaan per Januari-Februari 2022 sebesar Rp 980,2 miliar. Terjadi penurunan pada Februari karena rentang waktu yang lebih sempit akibat banyak hari libur.

Baca juga: Multifinance Optimistis Piutang Pembiayaan Rebound Tahun Ini

"Tetapi penyaluran pembiayaan per Maret 2022 mencapai Rp 618,7 miliar, naik pesat menjelang Ramadan dan Idulfitri. Ya, (sudah) sesuai ekspektasi, prediksi pembiayaan Januari-April akan mencapai angka Rp 2 triliun, sesuai target," kata Harjanto.

Dia mengungkapkan, Clipan Finance memang tidak memiliki portofolio pembiayaan motor. Lini sewa pembiayaan seperti mesin dan kapal pun tidak lagi menjadi fokus perusahaan ke depan. Peningkatan pembiayaan emiten berkode CFIN ini didorong dari lini pembiayaan mobil, baik baru maupun bekas.

Di samping itu, Harjanto bilang, ada sedikit kontribusi pada lini sewa pembiayaan alat berat. "Ya, akan diupayakan naik portofolio alat berat, target sih memang hanya Rp 180 miliar per tahun, dibandingkan total pembiayaan Rp 6 triliun," kata dia.

Harjanto menuturkan, berbagai program promo turut ditawarkan melalui sejumlah acara yang terselenggara bersama Bank Panin sebagai induk perusahaan. Selain itu, perluasan akses dilakukan perseroan dengan membuka pos-pos pemasaran di beberapa kota tier II dan III.

Sementara itu, Direktur Operasional PT Mandiri Utama Finance (MUF) Rita Mustika mengatakan, pertumbuhan bisnis didorong melalui kombinasi portofolio antara lini pembiayaan multiguna, mobil dan motor, baik baru maupun bekas. Di samping penyediaan beragam kanal pemasaran seperti showroom, dealer, serta kemitraan dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia.

Baca juga: Bakal Jadi Multifinance Digital, BFI Finance (BFIN) Masuk Ekosistem Bank Jago (ARTO)?

Dia mengatakan, sejumlah strategi tersebut membuat MUF dapat bertumbuh dengan kualitas terjaga baik. "Realisasi pembiayaan kuartal I-2022 sebesar Rp 3,7 triliun, realisasi 120% dari target. Masih cukup baik dengan kualitas non performing financing atau NPF dibawah 1%," jelas Rita.

MUF sendiri berasumsi bisa mencatatkan pertumbuhan pembiayaan mencapai 40%. Pembiayaan ditargetkan tumbuh dari Rp 11,6 triliun pada 2021 menjadi sebesar Rp 12,7 triliun pada akhir 2022. Proyeksi itu didasarkan perseroan dengan turut melihat target pertumbuhan piutang pembiayaan dari OJK sebesar 12% dan pertumbuhan penjualan otomotif 15-20%.

Di sisi lain, Direktur PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) Harry Latif juga cukup optimistis memandang realisasi kinerja perusahaan di awal tahun ini, khususnya menjelang periode Ramadan dan Lebaran. Namun demikian, strategi yang digulirkan sepanjang paruh pertama tahun ini masih menyesuaikan situasi menantang dari sisi supply.

"Kalau pembiayaan mobil baru ada dampak dari supply sampai Juni, kita akan fokus ke mobil bekas dan BNPL. Lalu akan lanjut ke mobil baru. Tapi juga melihat banyaknya produk baru di akhir tahun dan awal tahun ini, rasanya geliat pertumbuhan di mobil baru juga akan baik," jelas dia.

Harry bilang, prospek pembiayaan mobil bekas menjelang periode Ramadan dan Lebaran akan meningkat. Apalagi dalam periode itu aktivitas mudik masyarakat diperkirakan kembali normal, didukung infrastruktur tol trans Jawa-Sumatera yang sudah siap.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN