Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pupuk Indonesia. Foto: IST

Pupuk Indonesia. Foto: IST

Kuartal I, Pupuk Indonesia Catat Kinerja Positif

Jumat, 7 Mei 2021 | 07:05 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2021 dengan perolehan laba sebesar Rp 929 miliar atau 104% dari target RKAP. Pupuk Indonesia merupakan emiten obligasi yang belakangan ini surat utangnya laris diborong investor.

Direktur Keuangan dan Investasi Pupuk Indonesia Eko Taufik Wibowo mengatakan, pencapaian laba ini didorong oleh peningkatan efisiensi beban usaha dan beban keuangan, antara lain ditopang oleh efisiensi konsumsi bahan baku gas, serta meningkatnya penjualan produk non pupuk, dan produk pupuk non-komersial.

Dia menegaskan, penurunan beban usaha itu didorong oleh upaya-upaya efisiensi yang dilakukan perusahaan, terutama dalam hal pengelolaan piutang, penurunan beban bunga, serta efisiensi di berbagai bidang, termasuk efisiensi supply chain. “Salah satunya melalui program reposisi gudang guna menekan biaya distribusi,” kata Eko dalam keterangan tertulis, Kamis (6/5).

Dari sisi penjualan, hingga Maret 2021, Pupuk Indonesia mencatat volume penjualan sebesar 3,3 juta ton. Sebagaimana amanah pemerintah, Pupuk Indonesia selalu memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri, terutama pupuk bersubsidi dimana total penyaluran hingga Maret sudah mencapai 1,93 juta ton, dan akan meningkat lagi memasuki musim tanam ini.

Selebihnya adalah penjualan untuk produk non-pupuk dan produk non-komersial. Sedangkan total produksi untuk semua jenis pupuk mencapai 4,93 juta ton atau 107% dari target RKAP. “Kehandalan pabrik juga turut berkontribusi terhadap efisiensi karena pabrik dapat beroperasi optimal, sehingga menekan rasio konsumsi bahan baku gas,” jelas Eko.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa kinerja positif ini akan terus ditingkatkan, sehingga target-target dalam RKAP 2021 dapat dipenuhi. Perseroan juga secara aktif mendorong efisiensi beban usaha dan beban keuangan, sehingga perusahaan dapat lebih agile dalam menghadapi kompetisi bisnis ke depannya.

“Kinerja kuartal I ini juga menunjukkan bahwa Pupuk Indonesia tetap menunjukan daya saing yang cukup baik di tengah pandemi. Hal ini tentunya ditunjang oleh kinerja sektor pertanian yang menunjukkan tren positif walaupun di masa pandemi,” tutur dia.

Ke depan, untuk menjaga kinerja dan meningkatkan kinerja, Pupuk Indonesia telah menerapkan sejumlah inisiatif strategis. Diantaranya adalah peningkatan digitalisasi, efisiensi produksi dan supply chain, serta sejumlah program seperti agrosolution dan retail management.

Refinancing

Belum lama ini, Pupuk Indonesia telah menuntaskan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) II Tahap II senilai Rp 2,75 triliun yang laris diserap investor. BUMN ini memanfaatkan dana hasil emisi obligasi tersebut untuk melunasi kembali (refinancing) utang dua anak usaha.

Obligasi terdiri atas tiga seri. Seri A memiliki nilai pokok Rp 350 miliar, tingkat bunga 5,6% dan tenor tiga tahun. Kemudian, Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,6 triliun, tingkat bunga 6,2%, dan tenor lima tahun. Selanjutnya, Seri C diterbitkan dengan nilai pokok Rp 800 miliar, tingkat bunga 7,2% dan tenor tujuh tahun.

Fitch Ratings sebelumnya menyematkan peringkat AAA untuk penerbitan obligasi Pupuk Indonesia. Obligasi ini bagian dari obligasi berkelanjutan II senilai total Rp 8 triliun. Tahun lalu, Pupuk Indonesia telah menerbitkan tahap I senilai Rp 2,43 triliun.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN