Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Vale Indonesia. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Kuartal I, Vale Cetak Laba US$ 29 Juta

Thereis Kalla, Rabu, 29 April 2020 | 08:37 WIB

JAKARTA, investor.id  – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencetak laba bersih sebesar US$ 29 juta hingga kuartal I 2020, dari sebelumnya merugi sebesar US$ 20 juta pada periode sama tahun lalu.

Capaian Vale untuk mencetak laba didorong oleh naiknya pendapatan perseroan 38,15% menjadi sebesar US$ 174,65 juta dibanding periode kuartal I 2019 sebanyak US$ 126,42 juta.

 CEO dan Presiden Direktur Vale Indonesia Nico Canter mengungkapkan, meski perseroan dapat mencetak laba namun capaian tersebut masih lebih rendah 49% dibanding laba yang diperoleh perseroan pada kuartal IV 2019 sebesar US$ 57,2 juta. Hal tersebut disebabkan oleh harga nikel dan pengiriman yang lebih rendah.

“Pandemi Covid-19 telah menyebar dengan cepat di seluruh dunia, menyebabkan perlambatan ekonomi yang berdampak negatif pada permintaan-pasokan di industri nikel. Hal ini, pada akhirnya mendorong tren penurunan harga nikel pada triwulan pertama tahun 2020, tren yang berpotensi berlanjut ke triwulan kedua,” jelas Nico dalam keterangan resmi perseroan pada Selasa (28/4).

Nico menjelaskan, hingga Maret 2020 harga realisasi rata-rata Nikel mencapai US$10.428 per ton. Sedangkan pada periode sama tahun lalu tercatat produksi sebesar 13.080 ton, dengan penjualan 13.867 ton dan harga rata-rata US$ 9.117 ton.

Hingga kuartal I 2020, lanjut Nico, total produksi nikel dalam matte telah mencapai 17.614 metric ton lebih tinggi sekitar 35% dibandingkan produksi pada periode sama tahun lalu sebesar 13.080 metric ton. Namun, 14% lebih rendah dibandingkan produksi pada kuartal IV 2019 yang disebabkan oleh adanya aktivitas pemeliharaan yang telah terencana di pabrik pengolahan.

“Melihat pencapaian sejauh ini dan dengan asumsi tidak ada dampak besar dari Covid-19 pada operasi kami, kami yakin dapat mempertahankan tingkat produksi kami pada tahun 2020,“ kata Nico.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat sebesar US$ 2,22 miliar atau meningkat 1,36% dibanding periode sama tahun lalu sebesar US$ 2,19 miliar. Total aset terdiri atas, aset lancar sebesar US$ 577,31 juta dan aset tak lancar sebesar US$ 1,62 miliar.

Sementara itu, kas dan setara kas grup pada 31 Maret 2020 tercatat sebesar US$ 292,8 juta, naik sebesar US$43,8 juta dari saldo pada 31 Desember 2019.

Hal tersebut disebabkan oleh pengeluaran kas yang lebih rendah terkait belanja modal pada kuartal I 2020 sebesar US$ 33 juta, dibandingkan dengan belanja modal pada kuartal IV tahun lalu yang mencapai US$ 57,7 juta.

Selain itu, pada 31 Maret 2020, perseroan bersama dengan para pemegang sahamnya, Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co., Ltd. (SMM), dan juga PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) telah menyetujui perpanjangan tenggat waktu penandatanganan perjanjian-perjanjian definitif terkait divestasi hingga akhir Mei 2020.

Nico menambahkan, perseroan telah melakukan berbagai langkah untuk mengantisipasi dan mengurangi dampak potensial dari penyebaran Covid 19 terhadap operasional Vale, dengan kesehatan dan keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

“Beberapa keputusan dan tindakan penting telah diambil untuk meminimalkan risiko infeksi di tempat kerja. Grup berkomitmen untuk melanjutkan kegiatan produksi dan proyek sejauh mungkin,” pungkasnya.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN