Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Panenan kelapa sawit di sebuah pabrik. Foto: Investor Daily. IST

Panenan kelapa sawit di sebuah pabrik. Foto: Investor Daily. IST

Kuartal I-2020, Wilmar Cahaya Raih Penjualan Neto Rp 915,78 M

Muhammad Nabil Alfaruq, Kamis, 14 Mei 2020 | 15:07 WIB

JAKARTA, Investor.id - PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA) membukukan kenaikan penjualan neto sebesar 24,17% menjadi Rp 915,78 miliar, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya mencapai Rp 737,47 miliar.

Peningkatan penjualan neto tersebut terdiri dari atas penjualan domestik yang membukukan Rp 875,18 miliar dan penjualan ekspor Rp 40,60 miliar. Secara rinci, penjualan domestik diperoleh dari produk penjualan minyak sawit (crude palm oil/CPO) sebesar Rp 441,38 miliar, produk Palm Kernel (PK) sebesar Rp 265,01 miliar, dan produk tengkawang sejumlah Rp 97,71 juta.

“Untuk penjualan ekspor hingga kuartal I-2020, diperoleh dari produk PK yang mencatatkan kenaikan 38,47% menjadi Rp 40,60 miliar dari periode sama tahun lalu yakni Rp 29,32 miliar,” ujar manajemen perseroan dalam laporan keungan triwulan I 2020, Kamis (14/5).

Kemudian, beban pokok penjualan meningkat 26,46% menjadi Rp 810,72 miliar dari periode kuartal I-2019 yang mencatatkan Rp 641,07 miliar. Sehingga laba bruto yang diperoleh perseroan hingga periode 31 Maret 2020 sebesar Rp 105,06 miliar dari semula Rp 96,39 miliar.

Total beban usaha meningkat menjadi Rp 28,03 miliar, dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya snilai Rp 17,08 miliar. Kenaikan ini terdiri dari beban penjualan sebesar Rp 18,78 miliar, beban umum dan administrasi Rp 11,82 miliar, laba selisih kurs - neto Rp 3,08 miliar, laba penjualan aset tetap Rp 3,33 juta, dan lain-lain - neto yang rugi Rp 519,65 juta.

Sementara itu, laba usaha mengalami penurunan sebesar 2,87% menjadi Rp 77,03 miliar dari periode sama tahun sebelumnya yang meraih Rp 79,31 miliar. Meskipun demikian, laba sebelum pajak penghasilan badan mencatatkan Rp 83,75 miliar dari semula Rp 79,26 miliar, dan laba periode berjalan juga terangkat 11,56% menjadi Rp 66,35 miliar dari semula Rp 59,47 miliar.

Secara total aset, hingga kuartal I-2020, perseroan berhasil mencatatkan peningkatan 2,87% menjadi Rp 1,43 triliun, dibandingkan dengan periode 31 Desember 2019 yang memperoleh Rp 1,39 triliun. Sedangkan total liabilitas mencatatkan penurunan menjadi Rp 233,82 miliar dari periode akhir tahun lalu yakni Rp 261,78 miliar, dan total ekuitas meningkat menjadi Rp 1,19 triliun dari 31 Desember 2019 yakni Rp 1,13 triliun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN