Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero)

Kuartal I-2021, KBI Catat Lonjakan Pembiayaan Resi Gudang 292%

Kamis, 15 April 2021 | 12:21 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) mencatat lonjakan pembiayaan resi gudang sebanyak 292% menjadi Rp 17,7 miliar pada kuartal I-2021, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 6,06 miliar. Sedangkan total pembiayaan resi gudang sepanjang tahun lalu mencapai Rp 93,6 miliar.

Direktur Utama Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Fajar Wibhiyadi mengatakan, lonjakan ini sejalan dengan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap manfaat resi gudang (RG). Secara rinci pada kuartal-I 2021, KBI telah meregistrasi sebanyak 86 resi gudang, naik hingga 69 % dari periode sama tahun 2020 sebanyak 51 resi gudang.

Beberapa komoditas yang telah memanfaatkan resi gudang, seperti produk ayam karkas beku sebanyak 9 RG, beras 12 RG, gabah 42 RG, ikan 1 RG, kopi 10 RG, lada putih 2 RG, dan rumput laut 10 RG. “Resi gudang ayam karkas beku tercatat sebagai komoditas baru yang masuk. Dengan adanya pemanfaatan instrumen ini, kesejahteraan para peternak ayam diharapkan meningkat. Resi gudang ayam karkas beku mulai masuk pada Juli 2020 dan triwulan I 2021 ini, telah tercatat 9 RG dengan nilai pembiayaan sebesar Rp. 190,1 Juta,” jelasnya dalam keterangan resmi, Kamis (15/4).

Dengan raihan ini, dia mengatakan, KBI optimistis pemanfaatan sistem resi gudang akan lanjutkan pertumbuhan ke depan. Hal ini melihat luasan wilayah Indonesia dan didukung aneka ragam komoditas, ditambah peningkatan pemahaman masyarakat terkait manfaat resi gudang.

Terkait peningkatan pemanfaatan resi gudang, dia mengatakan, KBI sebagai pusat registrasi gudang bersama pemangku kepentingan lain akan terus melakukan sosialisasi pemanfaatan sistem ini. Hal ini sejalan dengan peran KBI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk akselerator ekonomi masyarakat.

Sebagai informasi, berdasarkan peraturan menteri perdagangan No 33 tahun 2020, tentang barang yang dapat disimpan dalam rangka penyelenggaraan sistem resi gudang, yaitu sebanyak 18 jenis komoditas yang masuk dalam skema sistem resi gudang, yaitu gabah, beras, jagung, kopi, kakao, lada, karet, rumput laut, rotan, garam, gambir, teh, kopra, timah, bawang merah, ikan, pala, dan ayam karkas beku.

Sebelumnya, KBI resmi menjalankan fungsinya sebagai Lembaga Kliring Penyelesaian dan Penjaminan Transaksi pasar Fisik Timah untuk perdagangan timah dalam negeri di Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange).

“Kita tahu, Indonesia merupakan negara penghasil timah terbesar di dunia, dan kebutuhan dalam negeri juga cukup besar. Untuk itu, perlu tata niaga yang baik terkait transaksi timah dalam negeri, yang pada akhirnya akan memberikan keuntungan kepada negara dan masyarakat,” kata dia

Perdagangan timah dalam negeri, menurut Fajar, prinsipnya sama dengan transaksi pasar fisik timah murni batangan, namun perbedaannya adalah para pesertanya. Dalam pasar fisik timah murni batangan, pesertanya adalah buyer dari luar negeri untuk kebutuhan ekspor. “Sedangkan dalam perdagangan timah dalam negeri, buyer berasal dari dalam negeri,” pungkasnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN