Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Bisnis sawit. Foto: PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS).

Kuartal I-2022, Sawit Sumbermas (SSMS) Catat Pertumbuhan Laba 468,38%

Jumat, 1 Juli 2022 | 10:57 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)
JAKARTA, investor.id — Emiten perkebunan sawit,PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) melaporkan perolehan laba periode berjalan sebesar Rp 989,65 miliar pada kuartal I-2022. Jumlah itu melesat 468,38% dari Rp 174,11 miliar di periode yang sama tahun lalu.
 
Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip oleh Investor Daily, selama tiga bulan pertama di 2022 perseroan memperoleh pendapatan sebesar Rp 2,18 triliun, tercatat tumbuh hingga 100,29% dari pendapatan Rp 1,08 triliun di periode yang sama tahun 2021. Dengan hasil itu, perseroan mampu membukukan laba bruto sebesar Rp 1,27 triliun, naik lebih dari 100% dari aebelumnya Rp 493,99 miliar.
 
Kemudian, Sawit Sumbermas Sarana juga berhasil membukukan keuntungan atas nilai wajar aset biologis sebanyak Rp 213,96 miliar dari sebelumnya hanya mengantongi Rp 25,85 miliar. Segmen ini bertumbuh 727,59%. Dengan begitu, laba usaha tercatat sebesar Rp 1,31 triliun, kembali bertumbuh 263,57%. 
 
 
Pundi-pundi SSMS juga dipertebal dengan keuntungan dari pendapatan keuangan senilai Rp 69,96 miliar dari sebelumnya Rp 40,71 miliar. Pertumbuhan segmen ini tercatat sebesar 71,89%. Keuntungan kainya yang diperoleh perseroan yakni keuntungan atas entitas asosiasi sebesar berjumlah Rp 15,85 miliar, dimana sebelumnya pos ini merugi Rp 13,70 miliar.
 
Alhasil, laba sebelum pajak di kuartal I-2022 tercatat Rp 1,27 triliun dari laba sebelum pajak Rp 251,43 miliar di kuartal-I 2021. Dengan demikian, torehan positif ini membuat laba per saham SSMS  naik menjadi Rp 103,90 per saham. Laba persaham ini sangatntinggi ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya hanya Rp18,28 per saham.
 
Tak ketinggalan, total aset perseroan juga mengalami pertumbuhan positif mencapai Rp 14,68 triliun hingga periode Maret 2022 naik 6,02% dari Rp 13,85 triliun pada Desember 2021. Sedangkan dari segi liabilitas SSMS tercatat menurun 2,14% dari Rp 7,74 triliun di akhir tahun 2021 menjadi Rp 7,57 triliun di 31 Maret 2022.
 
Disisi lain, SSMS memperoleh kas neto yang diperoleh didapatkan dari aktivitas operasi per 31 Maret 2022 sebesar Rp 420,09 miliar dari sebelumnya Rp 94,71 miliar.
 
 
Untuk diketahui, pertumbuhan ini relevan dengan target dari perseroan untuk mencapai penjualan sebanyak Rp 6 triliun. Sekretaris Perusahaan perseroan Swasti Kartikaningtyas mengungkapkan, bahwa target itu akan dicapai sejalan dengan perkembangan teknologi industri, tren harga positif, dan juga keran ekspor yang kembali dibuka.
 
"Kita optimis dapat membukukan pendapatan berkisar Rp 5 triliun sampai dengan Rp 6 triliun yang diprediksi dapat dicapai perseroan melalui peningkatan produksi," jelas Swasti dalam kepada Investor Daily belum lama ini.
 
Swasti menambahkan, bahwa perseroan menargetkan peningkatan produksi sebesar 6% hingga 8% dibandingkan tahun 2021 antara lain produksi CPO sebesar 541,643MT, Kernel sebesar 38,986 MT dan PKO sebesar 22,680 MT. "Kami optimis bahwa pendapatan dapat bertambah seiring dengan harga sawit yang sedang dalam tren positif terutama setelah keran ekspor dibuka kembali," ujarnya.
 
Sedangkan CFO Sawit Sumbermas Sarana (SSMS), Jap Hartono menjelaskan, dari segi strategi bisnis yang akan dijalankan, perseroan memilih untuk tidam membuka lahan baru. "Melainkan dengan mengoptimalkan lahan yang sudah ada serta melakukan akuisisi perkebunan atau perusahaan," kata dia.
 
Hartono menegaskan, SSMS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sebagai salah satu upaya membuka pangsa pasar perseroan yang lebih luas. "Dengan kualitas produk yang lebih baik tentunya akan meningkatkan daya saing SSMS terutama di pasar ekspor yang sangat kompetitif," pungkas Hartono.

Editor : Mashud Toarik (mashud_toarik@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN