Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Maket salah satu produk properti Ciputra Development. Foto: Investor Daily. David Gita Rosa

Maket salah satu produk properti Ciputra Development. Foto: Investor Daily. David Gita Rosa

Kuartal III, Ciputra Development Raih 'Marketing Sales' Rp 3,4 Triliun

Senin, 2 November 2020 | 22:36 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id - PT Ciputra Development Tbk (CTRA) membukukan marketing sales sebanyak Rp 3,4 triliun hingga September 2020, turun 18%, dibandingkan periode sama tahun lalu. Meski di tengah pandemi, perseroan tetap fokus untuk menyelesaikan sejumlah properti, baik yang sudah terjual maupun dalam tahap konstruksi.

Direktur Ciputra Development Harun Hajadi mengatakan, pihaknya berupaya menggenjot sejumlah penyelesaian pembangunan dan penjualan. Hingga akhir 2020, perseroan menargetkan marketing sales hingga Rp 5 triliun.

“Tidak ada strategi khusus yang kami jalankan lantaran di masa pandemi kebutuhan lain lebih diutamakan ketimbang properti,” jelasnya saat dihubungi Investor Daily, Senin (2/11).

Kendati demikian, Harun menambahkan, dengan tingkat suku bunga dan yield deposito yang menurun, perseroan menilai hal ini menjadi kabar baik bagi para investor yang mencari alternatif investasi di dunia properti. Terlebih dengan diperbolehkanya Warga Negara Asing (WNA) dalam membeli rumah susun (rusun).

“Hal ini diperkirakan menambah demand pada properti, namun seberapa besar impact tersebut pada kami, hal tersebut masih sulit diprediksi,” ujarnya. 

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pada semester pertama 2020, emiten berkode saham CTRA ini mencatatkan pendapatan sebanyak Rp 2,80 triliun, terkoreksi 10,83% dibanding tahun sebelumnya Rp 3,14 triliun.

Adapun segmen penjualan rumah hunian dan ruko masih jadi penyumbang terbesar sebanyak Rp 1,52 triliun. Sedangkan segmen kantor dan kavling, masing-masing berkontribusi sejumlah Rp 288 miliar dan Rp 286 miliar, lalu apartemen menyumbang Rp 27,40 miliar. Laba periode berjalan yang diperoleh pada semester pertama Rp 161,85 miliar.

UU Ciptaker

Sebelumnya, angin segar pada dunia properti datang dari regulasi UU Cipta Kerja yang menyebutkan bahwa Warga Negara Asing (WNA) diizinkan membeli apartemen dengan status Hak Milik atas Satuan Rumah Susun (HMSRS). 

Analis Kiwoom Sekuritas Sukarno Alatas mengatakan, kebijakan yang diberikan oleh UU Cipta Kerja tersebut memberikan sentimen positif untuk pasar properti dan memberikan peluang menguat hingga akhir tahun. “Sentimen lainnya yang akan mendukung penguatan sektor properti dan sektor lainnya adalah window dressing dan perkembangan vaksin,” ujar dia kepada Investor Daily.

Dia menegaskan, prospek sektor properti di tahun 2021 juga diproyeksikan memiliki peluang membaik dibandingkan tahun ini. Pasalnya di tahun 2021 mendatang ekonomi diproyeksikan kembali normal, sehingga pasar properti memiliki momentum untuk memperbaiki kinerjanya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN