Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Surya Esa. Foto: dok. essa

Surya Esa. Foto: dok. essa

Kuatnya Neraca dan Fleksibilitas Keuangan Surya Esa

Sabtu, 16 Januari 2021 | 08:55 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) memiliki katalis positif untuk menopang kinerja keuangan, yaitu berlanjutnya peningkatan permintaan pupuk dan amoniak di tengah kenaikan produksi pangan. Perseroan juga didukung oleh refinance utang, sehingga fleksibilitas keuangan menjadi lebih baik.

Analis Trimegah Sekuritas Hasbie dan Willinoy Sitorus mengungkapkan, Surya Esa mampu menjaga kas internal tetap positif selama masa pandemi, apalagi setelah perseroan meraup dana Rp 184 miliar dari penerbitan saham baru tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non- HMETD) atau private placement. Saham-saham tersebut diserap oleh pemegang saham perseroan.

Surya Esa juga berniat menerbitkan obligasi global sebesar US$ 650 juta untuk membayar utang anak usahanya, PT Panca Amara Utama (PAU), kepada IFC. Dana tersebut juga bakal dimanfaatkan untuk modal kerja perseroan.

“Aksi ini akan memberikan ruang bagi perseroan untuk memperkuat neraca keuangan dan mengatur fleksibilitas utang,” tulis Hasbie dan Willinoy dalam risetnya. Secara operasional, berlanjutnya subsidi global untuk produksi pangan akan berdampak positif terhadap permintaan pupuk maupun amoniak untuk sektor pertanian.

Berdasarkan data, permintaan pupuk tetap menunjukkan tren pertumbuhan, semisal India mencatat peningkatan impor pupuk urea, meski dunia dilanda pandemi Covid-19. Pertumbuhan permintaan ditopang oleh pulihnya ekonomi Tiongkok yang berpengaruh terhadap peningkatan permintaan amoniak.

Sebagaimana diketahui, pasar Tiongkok berkontribusi sekitar 25-30% terhadap total konsumsi amoniak dunia. Sedangkan suplai amoniak dunia cenderung tumbuh melambat dan di bawah permintaan dunia.

Menurut data CRU pada Agustus 2020, diperkirakan ada tambahan kapasitas produksi urea dunia sebanyak 12,2 juta ton di luar kapasitas terpasang di Tiongkok pada periode 2021- 2024. Penambahan tersebut lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2017-2020 yang mencapai 14,9 juta ton. Belum lagi, pembangunan pabrik baru tersebut kemungkinan tertunda.

“Sejumlah faktor tersebut membuat permintaan amoniak dan urea dunia masih tetap bertumbuh yang ditopang oleh berlanjutnya peningkatan kebutuhan untuk pangan. Pertumbuhan juga bakal didukung minimnya penambahan kapasitas produksi. Perseroan juga terbantu dengan biaya produksi amoniak yang relatif lebih rendah sekitar 25% dari total biaya produksi amoniak global,” ungkap Hasbie dan Willinoy.

Adapun harga jual amoniak Surya Esa diperkirakan mulai naik menjadi US$ 300 per ton pada 2021 dibandingkan estimasi tahun 2020 sekitar US$ 230 per ton. Harga jual amoniak perseroan tersebut hampir seara dengan cash cost produksi amoniak asal Tiongkok sebesar US$ 300 juta per ton. Hal ini bisa menjadi poin penting terhadap penjualan perseroan.

Meski prospek dalam jangka panjang masih kuat, Hasbie dan Willinoy tetap merevisi target kinerja keuangan Surya Esa tahun 2020 dan 2021. Revisi turun target laba akibat fluktuasi komoditas global dan situasi pandemi Covid-19. Perkiraan pendapatan perseroan tahun 2020 diturunkan dari US$ 247 juta menjadi US$ 160 juta. Perseroan juga diperkirakan merugi US$ 7 juta dibandingkan estimasi semula dengan keuntungan bersih US$ 22 juta.

Begitu juga dengan perkiraan laba bersih perseroan tahun 2021 direvisi turun dari estimasi semula US$ 31 juta menjadi US$ 23 juta.

Sedangkan perkiraan pendapatan direvisi naik dari US$ 480 juta menjadi US$ 483 juta pada 2021. Tahun 2021, margin keuntungan bersih perseroan diperkirakan mencapai 10% dibandingkan perkiraan tahun 2020 yang minus 4%.

Berbagai faktor tersebut mendorong Trimegah Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ESSA dengan target harga direvisi turun dari Rp 450 menjadi Rp 400.

Private Placement

PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.
PT Surya Esa Perkasa Tbk. Foto: Perseroan.

Sebelumnya, Surya Esa merealisasikan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu atau private placement dengan perolehan dana Rp 183,71 miliar. Perseroan telah melepas 1,36 miliar saham baru pada harga pelaksanaan Rp 135 per saham.

Transaksi pelepasan saham baru ini terlaksana pada 8 Desember 2020. Dalam prospektus sebelumnya disebutkan, Surya Esa menargetkan maksimal saham baru yang diterbitkan mencapai 1,43 miliar saham. Perseroan telah meraih izin pemegang saham atas aksi ini pada 25 November tahun lalu.

Menurut manajemen Surya Esa, pemegang saham yang menyerap saham baru antara lain, Garibaldi Thohir, PT Ramaduta Teltaka, Chander Vinod Laroya, Sugito Walujo, Chandru Nebhraj T, Chandru Mahtani, Mukesh Agrawal, Deepak Khullar, Prakash Bumb, Miranda, J.P. Morgan (Singapore), Bank Julius Baer (Singapore), dan UOB Kay Hian Pte Ltd.

“Dana yang diterima perseroan setelah dikurangi biaya-biaya terkait private placement akan digunakan untuk investasi pada entitas anak perusahaan dan modal kerja perseroan,” jelas manajemen dalam keterangan resmi.

Setelah private placement, jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan yang semula 14,3 miliar saham menjadi 15,66 miliar saham.

Adapun anak usaha perseroan yang menerima dana segar hasil aksi korporasi ini adalah Panca Amara Utama (PAU). Perusahaan ini bergerak di bisnis industri kimia dasar organic dari minyak bumi, gas, dan batu bara. Surya Esa tercatat mengendalikan 60% saham PAU baik secara langsung maupun tidak langsung melalui PT Sepchem.0

Aksi private placement ini dinilai berpotensi memperkuat struktur modal perseroan dengan menurunkan debt to equity ratio, sehingga mengindikasikan kondisi keuangan perseroan yang lebih baik. Per 30 September 2020, debt to equity ratio perseroan sebesar 2,04 kali dan akan menjadi 1,95 kali setelah private placement.

Sementara itu, PAU menjajaki penerbitan surat utang global (global bond) hingga US$ 650 juta. Sehubungan dengan transaksi tersebut, PAU akan menjaminkan seluruh aset yang dimilikinya. Surya Esa akan menjaminkan seluruh saham PAU yang dimiliki oleh perseroan.

Tak ketinggalan, perseroan turut memberikan corporate guarantee dalam penerbitan surat utang ini. Manajemen belum memasang target spesifik periode penerbitan global bond, setelah meraih persetujuan pemegang saham. Nantinya, dana emisi global bond akan digunakan PAU untuk pembiayaan kembali (refinancing) seluruh utang PAU dan biaya bunga lainnya kepada International Finance Coporation (IFC).

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN