Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Merck.

Merck.

Laba Berjalan Merck Tumbuh 202,94%

Selasa, 9 Juni 2020 | 15:38 WIB
Muhammad Ghafur Fadillah (muhamad.ghafurfadillah@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id - PT Merck Tbk (MERK) membukukan lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 202,94% menjadi menjadi Rp 34,99 miliar pada kuartal I-2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 11,55 miliar Sedangkan pendapatan perseroan turun tipis menjadi Rp 162,24 miliar, dibadingkan kuartal I-2019 senilai Rp 163,16 miliar.

Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan menyebutkan penurunan pendapatan akibat terpangkasnya penjualan farmasi biopharma perseroan sebanyak 9,53% menjadi Rp 119,54 miliar dari sebelumnya Rp 132,14 miliar. Begitu juga segmen penjualan lainya turun 28,60% menjadi Rp 19,50 miliar.

Perseroan juga mencetak penurunan beban pokok penjualan 25,71% menjadi Rp 79,71 miliar, sehingga Merck berhasil meraih laba bruto Rp 82,53 miliar di akhir Maret 2020. Hal ini mendorong laba usaha perseroan bertumbuh 156,6% menjadi Rp 40,20 miliar, dibandingkan kuartal I-2019 sebesar Rp 15,67 miliar.

"Alhasil dengan perbaikan kinerja tersebut membuat perseroan berkode saham MERK ini memperoleh laba bersih naik menjadi Rp 34,99 miliar, naik mencapai 202,94% usai torehan laba di periode yang sama pada tahun 2019 sejumlah Rp 11,55 miliar," tulis manajemen pada laporan keuangan Merck yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (9/6).

Sementara itu, total aset perseroan tercatat sebanyak Rp 964,06 miliar, secara rinci aset lancar Rp 731,43 miliar dan aset tidak lancar sejumlah Rp 232,06 miliar. Kemudian total kewajiban yang harus dipenuhi perseroan sejumlah Rp 335,09 miliar terangkat 6,99% dari periode sebelumnya Rp 307,04 miliar.

Perseroan sebelumnya mengumumkan akan kehilangan pendapatan atas penjualan produk Thiamine kepada Bayer Indonesia dengan potensi sebesar Rp 32 miliar. Presiden Direktur Merck Evie Yulin dalam keterangan resminya menyampaikan, pihaknya telah menerima surat pemberitahuan dari Merck KGaA, pemegang saham utama perseroan, sehubungan dengan adanya permintaan Bayer Consumer Care AG, pelanggan produk bahan baku obat (BBO) global Merck, yang memutuskan untuk mengalokasikan dan mengubah proses pengadaan produk Thiamine Phospohoric Acid Ester Chloride Dihydrate secara global melalui Jerman.

Dengan adanya permintaan tersebut, perseroan tidak lagi memasok atau mendistribusikan produk Thiamine untuk Bayer Indonesia. Meskipun demikian, perseroan tetap akan memaksimalkan penjualan produk BBO lainnya sebagai sumber pendapatan.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN