Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Salah satu pabrik milik PT Barito Pacific Tbk (BRPT). Foto: Perseroan.

Laba Bersih Barito Pacific Melesat 407%

Minggu, 7 November 2021 | 22:57 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Barito Pacific Tbk (BRPT) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 100 juta hingga kuartal III-2021, melonjak 407% dibandingkan periode sama tahun lalu US$ 19,72 juta.

Berdasarkan laporan keuangan, perolehan laba ini ditopang oleh pendapatan yang mencapai US$ 2,31 miliar pada kuartal III-2021 atau meningkat 39,15% dibanding US$ 1,66 miliar pada kuartal III-2020.

“Perseroan juga mendapat keuntungan dari kurs mata uang sebesar US$ 2,59 juta, keuntungan dari laba entitas asosiasi sebesar US$ 12,72 juta, dan keuntungan dari instrumen keuangan derivatif US$ 7,76 juta,” ungkap manajemen Barito Pacific dalam publikasinya.

Pada saat yang sama, perseroan juga bisa menekan beban penjualan menjadi US$ 43,24 juta, beban umum dan administrasi US$ 75,98 juta serta beban keuangan US$ 138,07 juta. Perseroan juga mencatat peningkatan aset sebesar US$ 14,97% menjadi US$ 8,83 miliar pada kuartal III-2021 dari US$ 7,68 miliar pada kuartal III-2020.

Peningkatan ini bersumber dari aset lancar US$ 3,21 miliar dan aset tidak lancar US$ 5,62 miliar. Sementara liabilitas tercatat menurun 2,95% menjadi US$ 4,6 miliar dari US$ 4,74 miliar pada kuartal III-2020. Penurunan bersumber dari liabilitas jangka pendek yang tercatat menurun menjadi US$ 905,67 juta. Sedangkan ekuitas meningkat 43,87% menjadi US$ 4,23 juta dari US$ 2,94 juta pada kuartal III-2020.

Sementara itu, Barito berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham anak usahanya, yaitu PT Star Energy Geothermal. Namun, hal tersebut tidak akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Masih banyak langkah dan persiapan yang harus dilakukan oleh anak usaha kami, Star Energy Geothermal, jika akan go public. Saat ini kami belum memiliki tanggal atau waktu yang pasti, dan Barito Pacific baru akan mengambil langkah yang konkret terkait IPO jika waktunya tepat,” kata Wakil Presiden Direktur Barito Pacific Rudy Suparman, belum lama ini.

Dia menjelaskan, apabila menurut perseroan waktunya sudah tepat, dan anak usaha dirasakan sudah siap, pihaknya akan segera menyelesaikan seluruh langkah-langkah yang diperlukan untuk IPO. Apalagi, sejauh ini Star Energy memiliki rekam jejak operasional yang cukup solid.

Star Energy mempunyai tiga aset operasional dengan total kapasitas terpasang 875 MW. Aset pertama adalah pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Wayang Windu yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Wayang Windu memiliki kapasitas terpasang 227 MW. Kemudian, terdapat PLTP Salak di kawasan Bogor dan Sukabumi dengan kapasitas terpasang 377 MW. Terakhir, ada PLTP Darajat di Bandung dan Garut dengan kapasitas 271 MW.

Saat ini, Star Energy sedang membangun pembangkit binary di Salak. Total belanja modal yang disiapkan untuk membangun Salak Binary mencapai US$ 45 juta. Proyek ini sedang dalam masa konstruksi dan diharapkan bisa selesai pada 2022.

Direktur Keuangan Barito Pacific David Kosasih pernah mengatakan, secara total, Star Energy menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar US$ 100-110 juta tahun ini. Hingga semester I-2021, Star Energy sudah menyerap belanja modal sebesar 25-30% dari total anggaran. “Penyerapan belanja modal pada semester I-2021 baru berkisar 25-30% karena drilling baru dilaksanakan pada pertengahan kedua 2021," ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN