Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

PT Buana Lintas Lautan Tbk. Foto ilustrasi: bull.co.id

Laba Bersih Buana Lintas Diprediksi Melonjak 3,5 Kali Lipat Tahun 2020

Kamis, 16 Juli 2020 | 15:47 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id – PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) optimistis terhadap kenaikan laba bersih hingga 3,5 kali lipat dari realisasi tahun 2019, meskipun dunia sedang dilanda pandemi Covid-19.

Lonjakan laba tersebut akan didukung dengan strategi berimbang pendapatan usaha dari kontrak time-charter dan margin laba yang tinggi dari kerjasama dengan pool operator.

Earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) perseroan tahun 2020 juga diperkirakan melebihi 2,5 kali dari tahun 2019 dan laba bersih akan meningkat 3,5 kali lebih tinggi dari tahun 2019,” jelas Sekretaris Perusahaan Buana Lintas Lautan Krisnanto Tedjaprawira dalam keterangan resminya, Kamis (16/7).

Pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap Krisnanto, didukung atas penambahan tiga kapal besar pada kuartal II-2020, sehingga total armada perseroan menjadi 33 kapal dengan total kapasitas sebesar 2,3 juta dead weight ton (DWT). Tambahan kapal tersebut akan dimanfaatkan sebagai kapal tanker minyak untuk tempat penyimpanan minyak terapung.

Perseroan mencatatkan bahwa pendapatan harian rata-rata kapal atau time charter equivalent (TCE) melonjak pada kuartal-II 2020, dibandingkan pada kuartal pertama tahun ini. TCE rata-rata untuk kapal tanker Long Range 2 meningkat 74,8%. Sedangkan TCE rata-rata untuk kapal tanker Handy turun menjadi 11,6%, sejalan dengan tren sebagian besar permintaan penyimpanan minyak terapung terkonsentrasi di segmen kapal tanker yang lebih besar.

Krisnanto menambahkan, tarif kapal tanker internasional diperkirakan tetap tinggi hingga akhir tahun 2020 dan berlanjut hingga tahun 2021. Mengingat besarnya pemulihan permintaan untuk kapal tanker dari peningkatan produksi minyak dan kendala ketersediaan kapal tanker karena kepadatan pelabuhan yang parah sebagai akibat dari pemulihan permintaan minyak yang cepat.

Kendati demikian, menurut dia, kinerja perseroan belum tercermin pada harga saham perseroan saat ini. Saat ini, Price Earning Rasio (PER) perseroan sebesar 3,0 - 3,5 kali dengan EBITDA sebesar 3,5x - 4,0 kali.

Perseroan membukukan pendapatan sebanyak US$ 43,06 juta hingga Maret 2020, meningkat 84,02% dibanding periode sama tahun sebelumnya US$23,40 juta. Laba bersih tercatat sebanyak US$ 19,42 juta, naik 4 kali lipat dari sebelumnya di tahun 2019 sejumlah US$ 3,51 juta

Dari sisi neraca, total aset perseroan hingga akhir Maret 2020 tercatat berjumlah US$ 679,20 juta yang terdiri atas aset lancar US$ 155,75 juta dan aset tidak lancar US$ 523,44 juta. Sedangkan pada total kewajiban yang harus dipenuhi perseroan mengalami kenaikan 38,27% menjadi US$ 370,36 dari Desember 2019 senilai US$ 267,85 juta.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN