Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dharma Satya Nusantara Tbk . Foto: Perseroan.

PT Dharma Satya Nusantara Tbk . Foto: Perseroan.

Laba Bersih Dharma Satya Melonjak Menjadi Rp 163,77 Miliar

Rabu, 28 Oktober 2020 | 15:30 WIB
Nabil Alfaruq (nabil.alfaruq@beritasatumedia.com)

JAKARTA, Investor.id — PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) membukukan lonjakan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 163,77 miliar hingga September 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 63,09 miliar.

Peningkatan laba bersih didukung pertumbuhan penjualan sebesar 10% menjadi Rp 4,38 triliun, dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 3,96 triliun. Kenaikan tersebut didukung peningkatan rata-rata harga jual minyak sawit (crude palm oil/CPO). Lonjakan laba juga dipengaruhi penurunan biaya keuangan dari Rp 394,40 miliar menjadi Rp 306,11 miliar.

Perseroan mencatat segmen kelapa sawit berkontribusi sebesar Rp 3,67 triliun, nail 14% dari periode sama tahun lalu. Kelapa sawit berkontribusi sekitar 84% dari total penjualan perseroan.

“Harga rata-rata CPO perseroan per Januari-September 2020 mencapai Rp 7,7 juta per ton, naik 22% dari periode sama tahun lalu senilai Rp 6,3 juta per ton,” ujar Direktur Utama Dharma Satya Nusantara Andrianto Oetomo dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (28/10).

Andrianto menambahkan, kenaikan rata-rata harga jual CPO terutama terjadi pada kuartal I-2020 dan kuartal III-2020. Peningkatan harga jual berimbas terhadap peningkatan pendapatan perseroan sebesar 10%, meskipun volume penjualan CPO perseroan turun sekitar 7% menjadi 433 ribu ton.

Lebih lanjut, Andrianto mengatakan, total produksi tandan buah segar (TBS) perseroan hingga September tahun ini turun sekitar 10%, seiring dengan rendahnya produksi TBS akibat El Nino yang terjadi tahun 2019. Hal yang sama juga dialami oleh perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia, namun perkebunan di wilayah Kalimantan Timur mengalami penurunan terburuk.

Penurunan tajam produksi TBS terparah pada kuartal III hingga lebih dari 20%, dibandingkan kuartal II tahun ini, meskipun secara kumulatif hingga September 2020, produksi CPO perseroan masih mengalami kenaikan sebesar 6% menjadi 442 ribu ton. Peningkatan ini juga sejalan dengan pertumbuhan tingkat ekstraksi minyak sawit, serta bertambahnya jumlah TBS pihak ketiga yang diolah, seiring mulai beroperasinya kapasitas tambahan pabrik kelapa sawit perseroan sebesar 60 ton per jam secara penuh di tahun 2020 ini.

Sedangkan pendapatan bisnis segmen produk kayu membukukan penurunan penjualan selama sembilan bulan tahun ini sekitar 3%, dibandingkan periode sama tahun lalu. Hal ini dipengaruhi atas penurunan volume penjualan maupun harga jual, baik untuk produk panel maupun engineered flooring, akibat dampak pandemi COVID-19 terhadap negara-negara tujuan ekspor seperti Jepang dan Amerika Serikat.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN