Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Foto: IST/beritasatu.com

PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Foto: IST/beritasatu.com

Laba Bersih Metrodata Naik Tipis

Minggu, 11 April 2021 | 22:02 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) mencetak laba bersih sebesar Rp 364,9 miliar pada 2020, naik tipis 2,2% dibandingkan 2019 yang senilai Rp 357 miliar. Sedangkan pendapatan turun 7%.

Direktur Keuangan Metrodata Electronics Randy Kartadinata menjelaskan, pertumbuhan laba bersih ditopang oleh meningkatnya penjualan di unit bisnis solusi dan konsultasi yang menghasilkan margin laba kotor yang lebih baik.

Hal ini tercermin dari peningkatan kontribusi pendapatan unit bisnis solusi dan konsultasi dari 22% pada tahun 2019 menjadi 25% pada akhir tahun lalu. “Faktor lainya yang menjadi pendukung yakni kelangkaan produk Teknologi Informasi (TI), khususnya komputer notebook, telah mendorong terjadinya kenaikan harga di pasar, sehingga perseroan menikmati margin laba lebih baik di unit bisnis distribusi,” jelasnya dalam keterangan tertulis.

Guna menyiasati kelangkaan hardware, khususnya notebook, dia mengatakan, perseroan memberikan alternatif produk substitusi, seperti chromebook, smartphone, dan lainnya. Seperti diketahui, pandemi Covid-19 membuat kebutuhan digitalisasi naik sangat cepat. Hal ini dibuktikan oleh beberapa produk dan layanan perseroan yang mengalami peningkatan permintaan. Peningkatan demand tidak seimbang dengan supply barang yang ada.

“Dengan diversifikasi produk-produk dan layanan MTDL yang lebih dari 100 brand dan seiring dengan proses pemulihan produksi notebook secara bertahap di tingkat pabrikan global, perseroan optimis penjualan dapat lebih baik di tahun 2021 ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, pada periode yang sama, perseroan juga membukukan kas mencapai Rp 1,8 triliun atau naik 144%, dibandingkan raihan tahun sebelumnya. Pada segmen liabilitas, pinjaman bank Metrodata mengalami penurunan 92% secara tahunan menjadi Rp15,9 miliar.

“Dengan posisi kas saat ini, kami mampu memanfaatkan kas yang diterima untuk mendanai modal kerja, belanja modal, dan juga melihat peluang untuk melakukan investasi baru guna mendukung pertumbuhan bisnis perseroan selanjutnya,” pungkasnya.

Tahun ini, Metrodata memfokuskan penambahan kerja sama dengan mitra baru untuk produk-produk teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Diversifikasi unit bisnis solusi, konsultasi, dan distribusi juga bakal dilaksanakan.

Unit bisnis distribusi perseroan sedang mengembangkan digital platform business untuk memfasilitasi mitra maupun dealer yang melakukan penjualan produk perseroan.

Sedangkan unit bisnis solusi, perseroan mulai menyasar segmen bank Buku II & Buku III dan perusahaan start-up, termasuk berstatus unicorn. Perseroan juga berkomitmen untuk melanjutkan penambahan kerjasama dengan mitra baru dalam produk-produk TIK, mulai dari software, cloud, IT security, IoT, gaming, hingga merambah ke produk home appliances.

“Kami juga akan memperluas pasar pada sektor publik lainnya secara bertahap. Sebelumnya, kami telah berbisnis dengan beberapa perusahaan BUMN,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN