Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Martinus Soesilo, Presiden Direktur PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Martinus Soesilo, Presiden Direktur PT Panca Mitra Multiperdana Tbk. Foto: Investor Daily/DEFRIZAL

Laba Bersih Panca Mitra Melonjak 78,3%

Jumat, 9 April 2021 | 20:18 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Emiten pengolah makanan beku berbasis udang, PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP) berhasil mencatat kinerja positif selama 2020. Penjualan bersih mencapai US$ 170,6 juta atau meningkat 19,5% dibandingkan 2019 yang sebesar US$ 142,7 juta. Laba bersih sebesar US$ 10,2 juta, meningkat signifikan sebesar 78,3% dari US$ 5,7 juta.

Kinerja yang cemerlang itu didukung oleh peningkatan penjualan ekspor perseroan, terutama ke Amerika Serikat, yang meningkat sebesar 27% menjadi US$ 138,3 juta pada 2020 dibandingkan 2019 yang sebesar US$ 108,8 juta.

Pertumbuhan penjualan itu juga berdampak pada peningkatan laba kotor pada 2020 menjadi US$ 35,3 juta atau meningkat 20% dibandingkan tahun sebelumnya yang senilai US$ 29,4 juta. Hal itu seiring strategi penjualan perseroan dalam meningkatkan porsi penjualan varian value added yang memiliki profitabilitas lebih baik dibandingkan produk lainnya.

“Marjin laba kotor kami meningkat dari 20,6% menjadi 20,7%, sejalan dengan strategi kami untuk meningkatkan penjualan produk value added mulai tahun 2020. Hal ini akan terus kami pertahankan pada 2021, untuk terus meningkatkan profitabilitas perseroan ke depannya,” kata Martinus Soesilo, direktur utama Panca Mitra Multiperdana dalam keterangannya, Jumat (9/4).

Di sisi lain, total liabilitas perseroan berhasil turun menjadi US$ 183 juta pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 yang sebesar US$ 191 juta. Hal itu dipicu oleh penurunan utilisasi utang bank jangka pendek dari US$ 157 juta menjadi US$ 149 juta, serta utang bank jangka panjang dari US$ 6,3 juta menjadi US$ 3,9 juta.

“Tahun lalu, kami mampu menurunkan utang bank jangka pendek, yang disebabkan oleh peningkatan penjualan, profitabilitas, dan efisiensi operasional perseroan,” jelas Martinus.

Sementara itu, total aset perseroan pada 2020 naik menjadi US$ 248 juta dibandingkan dengan posisi akhir 2019 sebesar US$ 237 juta. Total ekuitas juga meningkat menjadi US$ 65 juta dari US$ 46 juta.

“Di tengah pandemi Covid-19, perseroan mampu mencapai target kinerja selama 2020 dengan menerapkan strategi bisnis yang optimal dan didukung oleh kinerja operasional yang sangat baik. Hal ini juga didukung oleh pasar perseroan yang mayoritas adalah ritel terutama di Amerika Serikat dan Jepang yang mendistribusikan produk yang diproduksi oleh perseroan dan dijual secara online maupun offline,” tutur Martinus.

Lebih lanjut dia mengatakan, selama pandemi, pola consumer behaviour cenderung memilih untuk berbelanja di supermarket dan retailer, lalu memasak sendiri produknya di rumah. “Hal ini mendorong meningkatnya penjualan kami selama tahun 2020, terutama pada pihak retailer baik di Amerika Serikat maupun Jepang,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN