Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
The Telkom Hub.

The Telkom Hub.

Laba Bersih Telkom Tumbuh 11,5%

Senin, 3 Mei 2021 | 05:50 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) atau Telkom mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 11,5% menjadi Rp 20,8 triliun pada 2020 dibandingkan 2019 yang sebesar Rp 18,66 triliun. Begitu juga dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tumbuh 11,2% menjadi Rp 72,08 triliun.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, pertumbuhan laba tersebut seiring dengan peningkatan pendapatan konsolidasi sebesar 0,7% menjadi Rp 136,46 triliun pada 2020 dibandingkan tahun sebelumnya senilai Rp 135,36 triliun.

"Pertumbuhan laba ini memberikan sinyal optimisme bahwa digitalisasi mampu menjadi motor penggerak penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional," kata Ririek dalam keterangan tertulis.

Dia menegaskan, tahun 2020 merupakan tahun yang sangat menantang dan penuh dinamika bagi Indonesia akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung hingga kini. Pandemi tersebut berimbas negatif terhadap sektor bisnis, termasuk industri telekomunikasi.

Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa pandemi juga membawa perubahan terhadap kebutuhan dan gaya hidup masyarakat. Menurut dia, pandemi telah membuat adopsi digital masyarakat meningkat signifikan.

“Pandemi telah mempercepat transformasi digital menjadi beberapa tahun lebih cepat dan ini menjadi ruang akselerasi bagi Telkom. Sejalan dengan langkah perseroan untuk bertransformasi menjadi perusahaan telekomunikasi digital, Telkom secara aktif terus mendukung upaya pemerintah dalam penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional melalui dukungan konektivitas, platform, dan aplikasi digital, selain juga bantuan sosial," tutur dia.

Menangkap fenomena tersebut, Telkom berupaya untuk memenuhi permintaan masyarakat yang meningkat sepanjang tahun 2020 dengan melayani penambahan pelanggan IndiHome lebih dari 1,01 juta. Dengan demikian, pada akhir 2020, jumlah pelanggan IndiHome mencapai 8,02 juta pelanggan atau tumbuh 14,5% dibandingkan akhir 2019.

Kondisi ini berdampak positif bagi perusahaan dimana IndiHome mencatat kenaikan pendapatan signifikan sebesar 21,2% menjadi Rp 22,2 triliun dibandingkan tahun 2019 dan memposisikan diri sebagai internetnya Indonesia dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia.

Di segmen mobile, Telkomsel selaku anak usaha Telkom mencatat kenaikan trafik data yang cukup besar hingga 43,8% menjadi 9.428 petabyte pada 2020 dibandingkan 2019. Hal itu seiring dengan semakin besarnya kebutuhan layanan data. Hal ini tidak lepas dari kontribusi dari 169,5 juta pelanggan Telkomsel dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 115,9 juta pelanggan atau meningkat 5,2% dibandingkan tahun 2019.

Sepanjang 2020, pendapatan digital business Telkomsel tumbuh sebesar 7% menjadi Rp 62,33 triliun, yang sekaligus menjadi katalis dalam pergeseran bisnis legacy ke layanan digital business. Kontribusi pendapatan dari digital business meningkat menjadi 71,6% dari total pendapatan Telkomsel dari 63,9% pada tahun sebelumnya.

Telkomsel telah membangun 27,7 ribu Base Transceiver Station (BTS) 4G LTE baru, sehingga sampai dengan akhir Tahun 2020, Telkomsel telah memiliki total BTS lebih dari 231 ribu unit dengan 78% di antaranya adalah BTS 3G/4G.

Pada segmen enterprise, fundamental bisnis yang semakin sehat sebagai hasil penerapan kebijakan Telkom untuk berfokus pada lini bisnis yang memiliki profitabilitas lebih tinggi, menghasilkan penurunan biaya operasi terutama dari biaya perangkat pelanggan di segmen ini. Hasilnya, segmen enterprise membukukan pendapatan tahun 2020 sebesar Rp 17,7 triliun.

Selanjutnya, segmen wholesale and international business yang merupakan enabler strategis seluruh segmen bisnis Telkom Group, menunjukkan kinerja yang baik dengan peningkatan pendapatan sebesar 27,3% secara tahunan menjadi Rp 13,5 triliun. Pencapaian ini terutama didorong oleh peningkatan bisnis menara telekomunikasi, voice wholesale, data center, dan inisiatif anorganik.

Saat ini, perseroan tengah mempersiapkan rencana unlocking value Mitratel demi meningkatkan valuasi dan memperkuat portofolio bisnis menara telekomunikasi Telkom Group.

Adapun total belanja modal perseroan pada 2020 tercatat sebesar Rp 29,4 triliun atau 21,6% dari total pendapatan. Penyerapan belanja modal pada 2020 lebih kecil daripada rencana proyeksi karena pandemi yang mengakibatkan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN