Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG). Foto: Perseroan.

Laba Bersih Tower Bersama Melonjak 33,58%

Minggu, 2 Agustus 2020 | 19:28 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) meraih laba bersih Rp 510,48 miliar hingga semester I-2020, melonjak 33,58% dibandingkan semester I-2019 yang senilai Rp 382,14 miliar. Sedangkan pendapatan perseroan meningkat 13,2% menjadi Rp 2,57 triliun dari Rp 2,27 triliun.

Apabila pencapaian kuartal II-2020 disetahunkan, maka total pendapatan dan EBITDA perseroan masing-masing mencapai Rp 5,26 triliun dan Rp 4,55 triliun. Per 30 Juni 2020, Tower Bersama memiliki 31.039 penyewaan dan 15.893 site telekomunikasi.

Site telekomunikasi milik perseroan terdiri atas 15.772 menara telekomunikasi dan 121 jaringan DAS. Dengan angka total penyewaan pada menara telekomunikasi sebanyak 30.918, maka rasio kolokasi perseroan menjadi 1,96 atau naik dari 1,85 per akhir 2019.

CEO Tower Bersama Infrastructure Hardi Wijaya Liong mengatakan, perseroan secara organik menambahkan penyewaan kotor sebanyak 2.517, yang terdiri atas 370 sites telekomunikasi dan 2.147 kolokasi selama semester I-2020. “Seiring dengan pelanggan telekomunikasi kami yang berfokus pada densifikasi dan perluasan jaringan 4G, kami mendapat permintaan kolokasi yang kuat, dimana meningkatkan rasio kolokasi menjadi 1,96,” kata dia dalam keterangan resmi.

Hardi menegaskan, selama pandemi Covid-19, perseroan terus membantu pelanggan telekomunikasi dalam perluasan jaringan serta persyaratan layanan berkelanjutan. Manajemen beroperasi sambil mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan kesehatan karyawan terjaga selama pandemi.

Adapun per 30 Juni 2020, total pinjaman perseroan sebesar Rp 22,56 triliun dan total pinjaman senior sebesar Rp 10,35 triliun. Nilai tersebut dihitung jika pinjaman dalam mata uang dolar Amerika Serikat (AS) yang telah dilindung nilai diukur dengan menggunakan kurs lindung nilainya.

Dengan saldo kas yang mencapai Rp 762 miliar, maka total pinjaman bersih menjadi Rp 21,80 triliun dan total pinjaman senior bersih perseroan menjadi Rp 9,59 triliun. Jika menggunakan EBITDA kuartal II-2020 yang disetahunkan, rasio pinjaman senior bersih terhadap EBITDA sebesar 2,1 kali dan total pinjaman bersih terhadap EBITDA sebesar 4,8 kali.

Direktur Keuangan Tower Bersama Infrastructure Helmy Yusman Santoso mengatakan, bisnis perseroan memberikan arus kas yang kuat. Hal ini didorong oleh kontrak pendapatan yang terlihat dan berulang dari para pelanggan telekomunikasi.

Bahkan, dengan pertumbuhan top line dan dividen sebesar Rp 606 miliar yang dibayarkan pada Juni, perseroan telah mempertahankan leverage sebesar 4,8 kali. Posisi tersebut jauh di bawah covenant obligasi perseroan untuk tidak lebih dari 6,25 kali untuk total pinjaman terhadap EBITDA kuartal terakhir yang disetahunkan.

Dia menambahkan, tingkat suku bunga efektif perseroan terus menurun dengan global bond dan obligasi rupiah yang telah diterbitkan dengan suku bunga kompetitif pada awal tahun ini. Perseroan memiliki likuiditas yang cukup, termasuk fasilitas pinjaman revolving. Hal ini memungkinkan perseroan tumbuh secara organik dan anorganik, sambil melunasi kewajiban yang timbul atas pinjaman. “Kami terus mematuhi strategi konservatif untuk melindungi semua utang kami dengan lindung nilai yang sesuai dengan jatuh tempo utang,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN