Menu
Sign in
@ Contact
Search
IST

IST

Laba Bersih XL Axiata (EXCL) Kedodoran 3,4% Akibat Lonjakan Beban

Senin, 7 Nov 2022 | 13:51 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Performa PT XL Axiata Tbk (EXCL) tampak kedodoran periode Januari-September 2022. Ini tercermin dari raihan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang melorot 3,4% menjadi Rp 981,2 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 1,016 triliun.

Catatan laba bersih tersebut sekilas menunjukkan anomali jika dikaitkan dengan pendapatan perseroan yang mengalami pertumbuhan sebesar 9,06% menjadi Rp 21,5 triliun daripada kuartal III tahun lalu sebesar Rp19,8 triliun.

Baca juga: IHSG Sesi II Uji Level 7.100, Jika Bertahan di Level Ini

Usut punya usut, merosotnya laba bersih emiten bersandi EXCL ini lantaran pendapatan dari segmen percakapan dan SMS ambles 23% dari Rp 1,03 triliun menjadi Rp 792 miliar. Belum lagi, sejumlah beban yang membengkak.

Advertisement

Dari laporan keuangan perseroan yang tidak diaudit, Senin (7/11/2022), sebagian besar pembengkakan beban itu di antaranya disumbang dari beban interkoneksi dan beban langsung, beban penjualan dan pemasaran, serta beban gaji dan kesejahteraan karyawan yang secara simultan mengalami peningkatan. Alhasil, dari semula beban hanya Rp 16,8 triliun naik 10,3% menjadi Rp 18,5 triliun.  

Beberapa segmen yang menggerakkan lonjakan beban itu, terbesar bersumber dari beban interkoneksi dan beban langsung lainnya yang pada kuartal III-2022 terbang 95,6% menjadi Rp 2,01 triliun daripada sebelumnya Rp 1,03 triliun. Membengkaknya beban interkoneksi ini diakibatkan oleh kewajiban pelayanan universal dan biaya hak pengelolaan jasa telekomunikasi yang naik dari Rp 346 miliar menjadi Rp 371 miliar.

Baca juga: Blibli (BELI) Listing di Bursa, Beda Nasib dengan BUKA dan GOTO?

Selain itu, pembengkakan beban juga dikontribusikan dari pembelian perangkat bundling sebanyak Rp 447 miliar. Pengeluaran ini terbilang jumbo dari biasanya yang hanya Rp 38 miliar. Begitu pula dengan pos lain-lain yang melambung menjadi Rp 687 miliar dari sebelumnya Rp 68 miliar.

Diperberat lagi, dengan meningkatnya beban biaya keuangan terutama pada pos bunga atas pinjaman dan liabilitas sewa yang naik tipis sebesar 6,3% menjadi Rp 1,8 triliun dibandingkan periode sembilan bulan 2021 sebesar Rp 1,7 triliun.

Baca juga: Mandiri Sekuritas: IHSG Lanjutkan Penguatan, Unggulkan Tiga Saham Ini di Sesi II

Di tengah tekanan beban yang kian berat itu, tumbuhnya pendapatan perseroan pada kuartal III-2022 selayaknya patut diapresiasi. Bagaimana tidak, pos pendapatan dan layanan digital perseroan mengalami peningkatan cukup signifikan sebesar 8,9% dari sebelumnya Rp 18,0 triliun menjadi Rp 19,7 triliun.

Kemudian jasa interkoneksi dan jasa telekomunikasi lain-lainnya juga melesat 47,9% menjadi Rp 1,0 triliun dibandingkan periode Januari-September 2021 sebesar Rp 680 miliar. Harumnya kinerja pendapatan perseroan tidak lepas dari kualitas internet XL yang relatif cepat dan stabil.

Presiden Direktur dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, bahwa sejak awal 2022, perseroan berupaya maksimal untuk mewujudkan internet tercepat dan stabil di seluruh wilayah layanan di Indonesia. Mengingat, internet cepat dan stabil merupakan kebutuhan mendesak bagi pelanggan di semua wilayah.

Baca juga: IHSG Sesi II Uji Level 7.100, Jika Bertahan di Level IniI

“Hal ini juga menjadi kunci agar kami bisa tetap bisa bersaing di tengah kompetisi industri yang semakin ketat. Hasilnya cukup bagus, hingga periode kuartal III-2022 ini, trafik kami meningkat sampai 26% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ini berarti pelanggan merasakan semakin baiknya jaringan dan layanan XL Axiata yang kami sediakan,” jelas Dian dalam keterangan resmi, Senin (7/11/2022).

Lebih lanjut Dian menerangkan, peningkatan kualitas dan perluasan jaringan XL Axiata juga terus dilakukan dengan menerapkan berbagai teknologi penunjang yang sesuai antara lain teknologi Smart FDD 8T8R untuk meningkatkan throughput hingga 200% dibandingkan teknologi 4T4R sekaligus untuk menghemat biaya energi sampai 26%.

Lalu, melanjutkan penataan ulang teknologi (refarming) dengan mematikan jaringan 3G yang kini mencapai 95%, dengan sisa BTS 3G yang masih beroperasi sebanyak 1.989 unit. Menurut Dian, keseriusan perseroan memperkuat jaringan juga terlihat dari 70% total Rp 9 triliun dana belanja modal (Capex) dialokasikan untuk ekspansi jaringan.

Baca juga: HSG Menghijau Ditopang Sentimen Ini Loh!

Hingga akhir September 2022, XL Axiata total memiliki lebih dari 145 ribu BTS 2G dan 4G, dengan jumlah BTS 4G meningkat signifikan mencapai 90.174 unit. Jumlah ini meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara dari jumlah pelanggan, Dian menyebut total pelanggan XL Axiata mencapai 57,4 juta, dengan porsi jumlah pelanggan layanan prabayar sebanyak 55,9 juta. Pelanggan yang menggunakan 4G mencapai 92,2%. Sedangkan blended ARPU (average revenue per user) pada kuartal III-2022 tercatat sebesar Rp 40 ribu, meningkat dari Rp 37 ribu di periode yang sama tahun sebelumnya.

“Hal ini menunjukkan kemampuan XL Axiata dalam menjaga perkembangan pelanggan yang sehat,” tutup Dian.

Editor : Indah Handayani (indah.handayani26@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN
×
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com