Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Kebun Sawit. Foto ilustrasi: DEFRIZAL

Laba dan Pendapatan Astra Agro Lestari Kompak Turun

Thereis Kalla, Kamis, 27 Februari 2020 | 14:04 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) membukukan pendapatan sebesar Rp 17,45 triliun atau turun 8,54% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 19,08 triliun hingga 31 Desember 2019. Penurunan paling besar terjadi pada pendapatan dari produk inti sawit dan turunannya yang ikut menyebabkan terkoreksinya total pendapatan perseroan.

“Pendapatan produk inti sawit turun sebesar 36,01% menjadi Rp 1,35 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 2,11 triliun per Desember 2018,” jelas manajemen perseroan dalam publikasinya Kamis (27/2).

Adapun secara rinci, total pendapatan perseroan berdasarkan produk terdiri atas pendapatan dari minyak sawit mentah dan turunannya sebesar Rp 15,93 triliun atau turun 4,95% dari sebelumnya sebesar Rp 16,76 triliun hingga akhir tahun 2018. Sedangkan pendapatan lainnya terkoreksi 18,84% menjadi Rp 167,7 miliar dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 206,67 miliar.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk tercatat sebesar Rp 211,11 miliar turun drastis 85% dari sebelumnya sebesar Rp 1,43 triliun. Sehingga, laba per saham dasar menjadi Rp 109,69 dari sebelumnya Rp 747,4.

Meskipun begitu, perseroan mampu menekan jumlah beban produksi menjadi Rp 15,13 triliun turun 3,26% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 15,64 triliun. Beban pokok pendapatan tercatat sebesar Rp 15,30 triliun turun 2,17% jika dibandingkan periode akhir Desember 2018 yaitu sebesar Rp 15,64 triliun.

Dari sisi neraca, total aset perseroan mencapai Rp 26,97 triliun, naik 0,44% dibanding periode sama tahun 2018 sebesar Rp 26,85 triliun. Total aset terdiri dari aset lancar sebesar Rp 4,47 triliun dan aset tak lancar sebesar Rp 22,50 triliun. Sedangkan, total liabilitas naik 8,54% menjadi sebesar Rp 472,19 miliar dari sebelumnya Rp 435,01 miliar per Desember 2018.

CEO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Santosa. Foto: IST
CEO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) Santosa. Foto: IST

Sebelumnya Presiden Direktur Astra Agro Lestari Santosa mengatakan, adanya wabah virus korona di Tiongkok tidak terlalu mempengaruhi Astra Agro karena Tiongkok bukan pasar utama ekspor. Pasar utama ekspor perusahaan adalah negara di Asia Selatan terutama di India, permintaan CPO di India terus tumbuh dalam 3 tahun terakhir ini. “Tiongkok kena virus korona tidak ada masalah, justru kami lebih banyak melakukan ekspor ke India,” ujar dia.

Santosa menambahkan, memasuki tahun 2020, perseroan tetap optimistis melihat pasar karena harga tandan atau buah segar kelapa sawit mulai naik. Namun dia belum bisa memperkirakan berapa harga minyak mentah untuk tahun ini tetapi sudah ada gambaran, harganya akan membaik karena perekonomian global sudah stabil.

Santosa menjelaskan pasar global memang misteri karena tidak bisa ditentukan apakah membaik atau krisis, kunci agar perusahaan bertahan yaitu dengan melakukan inovasi.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN