Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
TPAG Catatkan Saham di BEI. Dari kiri ke kanan, Direktur  PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG)  George Oetomo, Direktur TPAG Erida, Presiden Direktur TPAG Tjandra Karya Hermanto, Komisaris TPAG Toddy M. Sugoto,  Komisaris TPAG Arini Saraswaty Subianto dan Direktur TPAG Sutedjo Halim memperlihatkan Sertifikat Pencatatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) usai pencatatan perdana saham PT Triputra Agro Persada Tbk, Senin (12/4/2021). Melalui Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO), Perseroan melepas sebanyak 866.200.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sebanyak 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp200 setiap saham.

TPAG Catatkan Saham di BEI. Dari kiri ke kanan, Direktur PT Triputra Agro Persada Tbk (TPAG) George Oetomo, Direktur TPAG Erida, Presiden Direktur TPAG Tjandra Karya Hermanto, Komisaris TPAG Toddy M. Sugoto, Komisaris TPAG Arini Saraswaty Subianto dan Direktur TPAG Sutedjo Halim memperlihatkan Sertifikat Pencatatan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) usai pencatatan perdana saham PT Triputra Agro Persada Tbk, Senin (12/4/2021). Melalui Penawaran Umum Perdana (Initial Public Offering/IPO), Perseroan melepas sebanyak 866.200.000 saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham atau sebanyak 4,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah Penawaran Umum, yang ditawarkan kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp200 setiap saham.

Laba Triputra Agro Persada Melonjak 375,97% Sepanjang 2020

Selasa, 27 April 2021 | 10:51 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Kenaikan penjualan mendongkrak laba PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) hingga di atas 300% meski di tengah pandemi 2020.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Investor Daily, Selasa (27/4), emiten yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet ini mencatatkan kenaikan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai 375,97% menjadi Rp 911,07 miliar pada 2020 dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 191,41 miliar.

Perseroan juga mampu mencatat kenaikan laba kotor sebesar 62,92% menjadi Rp 1,39 triliun di 2020, dari tahun sebelumnya Rp 853,15. Kenaikan ini ditunjang pendapatan perseroan sebesar Rp 5,26 triliun, tumbuh 21,47% dibandingkan dengan perolehan 2019 sebesar Rp 4,33 triliun.

Sementara itu, beban penjualan dan pemasaran emiten yang baru melantai 12 April 2021 ini beserta entitas anaknya berhasil berkurang 26,59% dari Rp 245,52 miliar menjadi Rp 193,94 miliar pada 2020.

Sementara itu, perseroan tidak mengalami perubahan total aset yang signifikan dari tahun sebelumnya. Tercatat, aset Triputra Agro Persada hanya naik tipis 0,49% menjadi Rp 12,32 triliun dibandingkan 2019 sebesar Rp 12,26 triliun.

Di sisi lain, perseroan mencatatkan penurunan total liabilitas 14,81% dari Rp 6,51 triliun menjadi Rp 5,67 triliun pada 2020. Total liabilitas terdiri atas total liabilitas jangka pendek yang berkurang menjadi Rp 1,91 triliun dan total liabilitas jangka panjang yang turut menyusut menjadi Rp 3,75 triliun.

Sedangkan total ekuitas perseroan naik 15,82% menjadi Rp 6,66 triliun pada akhir 2020 dari posisi akhir 2019 sebesar Rp 5,75 triliun.

PT Triputra Agro Persada Tbk merupakan salah satu entitas usaha grup Triputra besutan TP Rachmat di bidang agribisnis. Salah satu perusahaan di bidang agribisnis milik TP Rachmat lainnya adalah PT Kirana Megatara Tbk yang telah lebih dulu melantai di bursa dan memiliki kode efek KMTR.

Triputra Agro merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit, karet dan industri pengolahannya. Perseroan berdiri sejak tahun 2005 dan hingga saat ini telah beroperasi di 24 lokasi perkebunan kelapa sawit dan 1 perkebunan karet, memiliki 15 pabrik kelapa sawit, 1 pabrik RSS dan 4 kantor cabang anak usaha yang berlokasi di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Editor : Nurjoni (nurjoni@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN