Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel). Foto: Perseroan.

Lagi, Mitratel Ambil Alih 4.000 Menara Telekomunikasi dari Telkomsel

Jumat, 3 September 2021 | 05:49 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) kembali mengambil alih sebanyak 4.000 menara telekomunikasi dari PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel). Aksi korporasi ini semakin mengukuhkan posisi Mitratel sebagai perusahaan menara telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Kesepakatan antar dua anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian jual beli (sale and purchase agreement/SPA) pada 31 Agustus 2021. Hal ini melengkapi aksi korporasi yang dilakukan oleh kedua perusahaan atas 6.050 menara telekomunikasi pada tahun lalu.

Direktur Utama Telkomsel Hendri Mulya Syam menjelaskan, pihaknya konsisten dalam melakukan transformasi portofolio di bisnis digital melalui sejumlah langkah strategis yang terukur dan terarah. “Kelanjutan aksi korporasi dengan melakukan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada Mitratel semakin menunjukkan keseriusan Telkomsel untuk lebih fokus dalam memperkuat eksistensi dan penetrasi inovasi dalam menggelar layanan digital,” kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (2/9).

Dengan begitu, menurut Hendri, Telkomsel akan makin memiliki lebih banyak sumber daya perusahaan yang dapat diarahkan untuk terus membuka peluang dan kesempatan dalam menguatkan ekosistem gaya hidup digital masyarakat Indonesia secara lebih inklusif.

Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya menambahkan, aksi korporasi ini merupakan langkah Telkom dalam penataan portofolio demi value creation yang optimal. Bagi Telkomsel, ini merupakan konsistensi dan keseriusan dalam mendukung transformasi portofolio di bisnis digital. Sedangkan bagi Mitratel, langkah ini semakin memperkuat portofolio menara telekomunikasi Telkom Group serta memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia. “Mitratel bersiap untuk mengoptimalkan value creation selanjutnya melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko mengemukakan, pihaknya berkomitmen untuk terus berupaya menggali potensi-potensi baru dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan. Aksi korporasi ini semakin menunjukkan posisi Mitratel sebagai konsolidator bisnis menara telekomunikasi di pasar.

“Transaksi ini kembali mengukuhkan Mitratel sebagai tower provider terbesar di Indonesia dan akan semakin membuka peluang untuk pemanfaatan menara ini oleh semua tenant yang potensial, terlebih masuknya era 5G di Indonesia,” jelas dia.

Pengalihan kepemilikan menara tersebut juga akan memberikan kesempatan dan layanan yang sama kepada seluruh operator untuk dapat memperluas area, serta meningkatkan pelayanannya kepada pelanggan. Hal itu akan berkontribusi positif untuk percepatan digitalisasi skala nasional.

“Dengan pengalihan ini, Mitratel telah memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Mitratel juga terbuka untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak mana pun sepanjang menguntungkan bagi kedua pihak dan memberikan value creation bagi pemangku kepentingan,” ujarnya.

Kesepakatan itu juga diharapkan dapat meneruskan momentum bagi kedua perusahaan dalam memperkuat pengelolaan aset dan lini bisnis yang dapat lebih mendorong pertumbuhan kinerja.

Sementara itu, berdasarkan catatan Investor Daily, Mitratel adalah salah satu anak usaha BUMN yang didorong untuk melaksanakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham tahun ini. Hal itu diungkapkan oleh Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury, belum lama ini. Selain Mitratel, PT Pertamina Geothermal Energy yang merupakan anak usaha PT Pertamina juga akan IPO tahun ini.

“Tahun 2021, kami berencana untuk melakukan pencatatan sebagai tambahan dua anak usaha BUMN yaitu holding geothermal dan Mitratel yang masing-masing bergerak di bidang energi baru dan terbarukan serta di bidang teknologi telekomunikasi," kata Pahala. Dengan mendorong dua anak usaha BUMN melantai di bursa tahun ini, Pahala berharap kinerja pasar modal Indonesia dapat semakin bergairah.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN