Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Data Center. Foto: IST

Data Center. Foto: IST

Lagi, XL Axiata (EXCL) Kurangi Saham di Perusahaan Data Center

Minggu, 15 Mei 2022 | 15:02 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT XL Axiata (EXCL) pada 13 Mei 2022 telah mengalihkan 245.362 saham PT Princeton Digital Group Data Centres (PDGDC), entitas asosiasi perseroan, kepada Princeton Digital Group (Indonesia Alpha) Pte Ltd (PDG).

“Sehingga susunan pemegang saham PDGDC menjadi XL Axiata sebanyak 2,01 juta saham (30%) senilai Rp 201 miliar dan PDG sebanyak 4,69 juta saham (70%) senilai Rp 469,02 miliar,” ungkap manajemen XL Axiata dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Dongkrak Kinerja, XL Axiata (EXCL) Siapkan 3 Mesin Pertumbuhan Ini...

Lebih lanjut XL Axiata menjelaskan, pengalihan saham perseroan di perusahaan data center kepada PDG tersebut merupakan satu kesatuan dari rangkaian transaksi yang telah dilakukan secara bertahap sejak tahun 2019.

EXCL akan fokus pada bisnis seluler dan teknologi. Perseroan menyatakan telah memiliki tiga growth engines untuk mendongkrak kinerja pada 2022, sehingga pada akhirnya bisa mencapai visi sebagai converged operator nomor satu di Indonesia.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan, pihaknya menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) bernilai jumbo hingga Rp 9 triliun pada tahun ini.

Baca juga: Perkuat Data Center, Indosat (ISAT) dan BDX Asia Patungan Rp 3,3 Triliun

Adapun tiga mesin pertumbuhan perseroan yang pertama adalah mobile. Kedua, home and convergence. Ketiga, enterprise.

Dian memproyeksikan bahwa pendapatan EXCL dapat bertumbuh selaras dengan industri pada tahun ini. “Untuk tahun 2022, industri akan tumbuh lebih baik dibandingkan 2021, karena 2022 diharapkan situasi ekonomi kembali lebih baik dari sejak masa pandemi,” ujarnya, seraya menambahkan akan meraih margin EBITDA sebesar 50%.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN