Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Itama Ranoraya

Itama Ranoraya

Lampaui Pencapaian Tahun 2019, Laba Bersih Itama Ranoraya Melonjak 475%

Selasa, 20 Oktober 2020 | 06:42 WIB
Parluhutan Situmorang


JAKARTA, Investor.id — PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) sukses membukukan lonjakan laba bersih sebanyak 475% menjadi Rp 35,47 miliar hingga September 2020, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 6,17 miliar. Bahkan, pencapaian tersebut telah melampaui realisasi laba bersih sepanjang tahun 2019 senilai Rp 33,21 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang atas pertumbuhan pesat margin laba bersih perseroan dari 4,8% menjadi 25,1%. Begitu juga dengan margin kotor tumbuh dari 17% menjadi 17,9% dan margin laba usaha meningkat dari 6,7% menjadi 8,1%. Kenaikan laba itu juga didukung pendapatan lain-lain dari kenaikan harga saham hasil buyback.

Pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan perseroan dari Rp 128,95 miliar hingga September 2019 menjadi Rp 141,06 miliar sampai September 2020. Laba usaha bertumbuh dari Rp 8,6 miliar menjadi Rp 11,36 miliar.

“Pertumbuhan penjualan didukung atas fokus perseroan untuk memasarkan perlengkapan medis berteknologi tinggi. Peningkatan ini juga ditopang kenaikan permintaan alat kesehatan hingga kini,” tutur Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif melalui siaran pers diterima Investor Daily di Jakarta, Senin (19/10).

Heru mengatakan, perseroan mencatatkan pendapatan penjualan alat kesehatan non-elektromedik (alat suntik) tumbuh 19,3% menjadi Rp 33,14 miliar hingga September 2020 dan penjualan produk Diagnostic In Vitro naik 6,5% menjadi Rp 107,77 miliar.

“Kami juga mencatat pertumbuhan penjualan peralatan USG hingga September 2020. Penjualan alat ini berkontribusi sebanyak 21% terhadap total penjualan Itama Ranoraya untuk Januari-September 2020” ungkapnya.

Sejauh ini, Direktur Itama Ranoraya Pratoto Raharjo mengatakan, performa perseroan sudah sesuai harapan atau on the track. Perseroan juga meyakini bahwa pendapatan kuartal IV-2020 diperkirakan polanya tidak berbeda dengan tahun lalu, yaitu pendapatan kuartal IV-2019 berkontribusi sebanyak 50% terhadap total pendapatan setahun.

“Penjualan kuartal IV tahun ini diperkirakan tetap menjadi penyumbang terbesar terhadap pendapatan dalam setahun, apalagi dengan adanya penambahan portofolio produk yang dijual, seperti alat pemeriksaan USG, Alat pemeriksaan untuk Covid-19 dan screening DNA untuk Ibu hamil tentu ini akan menjadi sumber pertumbuhan pendapatan perseroan. Perseroan juga mulai menjual alat pemeriksaan Covid-19 dari Abbot pada kuartal akhir tahun ini,” jelasnya.

Tahun ini, perseroan menargetkan laba bersih dari core bisnis (core net profit ) bertumbuh di atas 20% atau mencapai Rp 40 miliar dengan EPS sekitar Rp 27 per saham. “Kami masih optimis sektor alat kesehatan tumbuh baik, seiring dengan dimulainya program vaksin Covid-19. Dan awal tahun 2021, sister company OneJect akan merealisasikan tambahan kapasitas dari pabrik baru di Cikarang tahap I dengan tambahan kapasitas produksi 500 juta unit per tahun,” tulisnya.

Perseroan sebelumnya telah mengirimkan jarum suntik imunisasi Auto Disable Syringe (ADS) 0,5 ml dan 0,05 ml ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes). Penyerahan tersebut bagian dari realisasi kontrak pada kuartal III-2020. Jumlah jarum suntik yang dikirimkan ke Kemenkes untuk ukuran 0,5 ml sebanyak 30 juta buah (pcs) dan ukuran 0,05 ml sejumlah 5 juta pcs. Perseroan selalu memasok kebutuhan jarum suntik untuk program imunisasi setiap tahunnya.

“Pengiriman dilakukan mulai kuartal III dan puncaknya pada kuartal IV setiap tahun. Alat suntik yang dipasok tersebut dimanfaatkan untuk program imunisasi pemerintah. Produk jarum suntik yang dipasarkan perseroan adalah ADS dan produk lokal, sehingga sesuai dengan kebutuhan program imunisasi pemerintah,” ujar pratoto.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN