Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa). Foto: Perseroan.

PT Pelat Timah Nusantara Tbk (Latinusa). Foto: Perseroan.

Latinusa Bidik Pertumbuhan Laba Bersih 10%

Kamis, 8 April 2021 | 16:15 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, Investor.id -  Produsen pelat timah (tinplate), PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL), membidik pertumbuhan laba sekitar 10% menjadi US$ 2,98 juta tahun 2021, dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar US$ 2,71 juta. 

Presiden Direktur Pelat Timah Nusantara Jetrinaldi berharap, seiring dengan ekspektasi tren peningkatan kinerja keuangan, perseroan berharap mulai dapat membagikan dividen ke pemegang saham tahun depan. Sedangkan tidak dibagikannnya dividen tahun ini akibat perseroan masih mengalami akumulasi rugi. 

“RUPST memutuskan belum bagi dividen karena masih akumulasi rugi. Kalau kita mampu positif di tahun ini kita otomatis akan bagi dividen karena sudah lama pemegang saham berharap adanya dividen,” ujarnya dalam paparan publik usai RUPST perseroan, Kamis (8/4). 

Guna mengejar target laba tahun 2021, Jetrinaldi menambahkan, perseroan akan melakukan berbagai efisiensi, salah satunya dari sisi belanja modal (capital expenditure/capex). Tahun 2021, Latinusa menganggarkan Capex hanya US$ 2,9 juta, lebih rendah dari tahun lalu senilai US$ 4,8 juta. Seperti diketahui, Latinusa memutuskan untuk menerapkan prinsip kehati - hatian di tengah ketidakpastian ekonomi global lantaran Pandemi Covid-19. Alhasil, produsen tunggal produk tinplate Tanah Air ini mementingkan efisiensi di segala bidang guna menghadapi pandemi. 

Perseroan akan melakukan efisiensi mulai dari menekan biaya produksi, meningkatkan inovasi, serta mengoptimalkan penggunaan timah. Dengan demikian, kebutuhan belanja modal tahun ini tidak terlalu banyak guna mendukung strategi efisiensi yang perusahaan terapkan. ”Capex 2021 sudah mulai lebih ketat US$ 2,9 juta yang difokuskan pada efisiensi pemakaian timah mengingat bahan baku timah adalah biaya produksi terbesar kedua setelah TMBP (Tin Mill Black Plate). Capex itu tapi di luar maintenance,” katanya. 

Pertumbuhan kinerja keuangan, ungkap Jetrinaldi, bakal didukung ekspetkasi berlanjutnya peningkatan pangsa pasar. Tahun lalu, pangsa pasar perseroan naik 1% menjadi 64% dan sisanya 36% dikuasai tinplate impor. Sedangkan segmentasi pasar tahun lalu didominasi oleh kemasan tinplate produk susu, biskuit, dan permen, kimia, dan makanan. “Dengan dorongan pemerintah yang memaksimalkan penggunaan produksi dalam negeri, pangsa pasar perseroan bisa meningkat hingga di atas 64% tahun ini,” sebut dia. 

Tahun lalu, perseroan membukukan penurunan pendapatan sebesar 11,25% dari US$ 163,08 juta menjadi US$ 144,73 juta. Pasar lokal menjadi penyumbang seluruh pendapatan perseroan, yakni 99,15% atau sebesar US$ 143,51 juta. Sisanya, ekspor senilai US$ 1,21 juta, yaitu penjualan ke Italia sebesar US$ 997.482, ke India US$ 135.887, dan ke Taiwan sebesar US$ 81.826. Perseroan mencatatkan volume penjualan tahun lalu di bawah target, yaitu 89,06% dari proyeksi. 

Hal ini dipicu pasar yang tidak kondusif, khususnya dampak pandemi yang mengakibatkan pelemahan ekonomi dan mobilitas masyarakat, sehingga turut berpengaruh terhadap sejumlah segmen pasar tinplate. Begitu juga dengan produksi perseroan hanya mencapai 90,70% dari target yang ditetapkan. 

Alhasil, sampai akhir 2020, jumlah aset perseroan tercatat mencapai US$ 131,92 juta, yaitu terdiri atas liabilitas senilai US$ 83,54 juta dan ekuitas sebesar US$ 48,38 juta. Adapun jumlah kas dan setara kas perseroan sebesar US$ 14,85 juta dari posisi akhir 2019 yang mencapai US$ 28,39 juta. 

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN