Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Archi Indonesia. Foto: Perseroan.

PT Archi Indonesia. Foto: Perseroan.

Lebih Ekspansif, Archi Siapkan 'Capex' Rp 1,2 Triliun

Selasa, 29 Juni 2021 | 06:10 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) resmi mencatatkan sahamnya (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (28/6). Perusahaan tambang emas milik Grup Rajawali yang dikendalikan Peter Sondakh itu bakal lebih ekspansif. Tahun ini, perseroan menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 1,2 triliun.

Wakil Direktur Utama Archi Indonesia Rudy Suhendra mengatakan, perseroan meraih dana Rp 2,79 triliun dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham. Archi melepas sebanyak 3,72 miliar saham yang mewakili 15% dari modal disetor. Harga IPO sebesar Rp 750 per saham.

Archi menunjuk PT Citigroup Sekuritas Indonesia, PT Credit Suisse Sekuritas Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, PT BNI Sekuritas, dan PT UOB Kay Hian Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Selama masa bookbuilding dan offering period melalui sistem e-IPO, perseroan melihat antusiasme para investor ritel. Karenanya, pesanan yang masuk jauh melebihi porsi yang telah dialokasikan sebelumnya (oversubscribed) untuk penjatahan terpusat (pooling allotment).

"Karena itu, selaras dengan peraturan penjatahan baru (mekanisme clawback) dari sistem e-IPO di BEI, perseroan mengalokasikan porsi penjatahan terpusat untuk investor ritel yang lebih tinggi daripada yang dialokasikan sebelumnya, serta mengurangi porsi penjatahan pasti (fixed allotment) untuk investor institusi," jelas Rudy dalam acara pencatatan perdana saham Archi Indonesia yang berlangsung secara virtual, kemarin.

Setelah IPO, perseroan berharap ekspansi berlanjut setelah adanya dana segar yang masuk. Untuk keperluan ekspansi tersebut, Archi telah menyiapkan kas internal sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun ini sebagai belanja modal.

Dengan adanya dana segar tambahan yang diperoleh dari IPO, sebagian besar atau sebesar Rp 850 miliar akan digunakan untuk pembayaran pinjaman. Sisanya untuk peningkatan kegiatan operasional dan modal kerja umum.

Direktur Keuangan dan Chief Financial Officer (CFO) Archi Indonesia Adam Jaya Putra menambahkan, perseroan juga berencana untuk melakukan eksplorasi tambang demi menemukan cadangan baru, serta akan menggandakan kapasitas pabrik pengolahan dalam lima tahun ke depan. "Kebutuhan belanja modal untuk ekspansi bisnis ini akan dibiayai dari kas internal perusahaan," jelas dia.

Adapun hingga Desember 2020, Archi baru melakukan eksplorasi dan penambangan dari sekitar 10% dari area konsesi yang memiliki total luas keseluruhan sekitar 40 ribu hektare. Dengan melihat potensi itu, Archi berencana untuk mendorong kegiatan eksplorasi tambang ke area proyek Near-mine, Western Corridor, dan Greenfields.

Berdasarkan studi yang dilakukan oleh pakar industri Energy and Mineral Technology International dan diverifikasi oleh SRK Consulting Group, kegiatan eksplorasi pada proyek tersebut bisa cadangan bijih emas baru sebanyak 5,3-13 juta ons.

Archi juga akan meningkatkan kapasitas pabrik pengolahan bijih emas dari sekitar 3,6 juta ton per tahun pada akhir 2020 menjadi 8 juta ton per tahun pada akhir 2025. Peningkatan kapasitas ini bisa membuat Archi memproduksi emas lebih dari 450 kilo ons atau lebih dari 14 ton emas per tahun.

Sementara itu, pada penutupan perdagangan di BEI kemarin, saham ARCI ditutup naik tipis Rp 5 (0,67%) menjadi Rp 755. Saham ini bergerak pada kisaran Rp 745-850.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN