Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Emas batangan. Sumber: BSTV

Emas batangan. Sumber: BSTV

Ledakan Beirut Membuat Logam Mulia Makin Berkilau

Kamis, 6 Agustus 2020 | 07:46 WIB
Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Investor.id - Harga logam mulia, emas dan perak, makin berkilau dan terus mencatat rekor tertinggi baru. Ketidakpastian ekonomi ditambah adanya ledakan di Beirut membuat investor mencari tempat menyimpan dananya yang dianggap aman (safe haven).

Harga emas mencapai rekor penutupan baru $ 2.021 per ounce pada penutupan perdagangan Rabu (Kamis WIB).

Kerusuhan geopolitik dengan adanya ledakan di Beirut, Lebanon membuat emas makin berkilau, demikian catatan dari Mizuho Bank.

Harga emas spot telah melonjak lebih dari 32% sepanjang tahun ini dan berada di jalur terbaik sejak 1979. Sementara itu, harga perak juga mengikuti, naik lebih dari 30% tahun ini.

Perak ditetapkan untuk mengungguli emas, bahkan ketika harga kedua logam mulia melonjak di tengah ekonomi global yang goyah dan pelemahan dolar AS.

Tahun ini, harga emas telah melesat ke rekor tertinggi yang tidak terlihat sejak September 2011. Investor telah melarikan diri ke aset "safe haven" karena pandemi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Michael Hsueh, ahli strategi komoditas dan valuta asing di Deutsche Bank, mengatakan kepada CNBC bahwa ia memperkirakan perak akan mengungguli emas.

Analis menunjukkan bahwa ekonomi dunia akan bangkit kembali, dan itu akan mendorong konsumsi industri. Itu diatur untuk meningkatkan permintaan akan perak, yang memiliki banyak kegunaan industri.

"Ada banyak sisi positif untuk emas dan perak, dalam pandangan kami dan ... untuk perak akan terus mengungguli bahkan emas," tulis Naylor-Leyland.

Harga emas dan greenback memiliki hubungan terbalik. Karena dolar AS telah jatuh terhadap mata uang lain, logam mulia akan menjadi lebih murah di mata uang lain, pada gilirannya memacu permintaan untuk emas dan menyebabkan harga naik.

Faktor Pendorong

Mantan Dirut PT Bursa Efek Jakarta yang sekarang menjadi mentor komunitas Investa, Hasan Zein Mahmud mengatakan, faktor yang membuat harga emas terus melesat adalah:

[1] pertumbuhan ekonomi global yang lemah, bahkan banyak negara mengalami resesi.

[2] banjir stimulus tanpa batas

[3] geopolitik makin panas

[4] para bank sentral menumpuk cadangan emas

[5] ETF yang menggunakan underlying emas, terus beringas

[6] Indeks US Dollar yang terhempas.

Kenaikan harga emas akan membuat saham tambang yang berbasis emas menjadi lirikan. Emiten di BEI yang core business nya terkait emas, antara lain MDKA, PSAB, SQMI, dan BRMS.

Saham ANTM, meskipun sudah nyaris bukan penambang emas, tapi lebih menjadi pedagang emas, masih menjadi lirikan para investor. Selain itu, emiten produsen nikel dan bauksit juga diuntungkan dan harganya ikut terkerek oleh kenaikan harga emas.

Editor : Listyorini (listyorini205@gmail.com)

Sumber : CNBC.com

BAGIKAN