Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Itama Ranoraya Tbk

Itama Ranoraya Tbk

Lepas Saham Treasury, Nilai Ekuitas Itama Ranoraya Melonjak 72%

Kamis, 30 September 2021 | 20:03 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, Investor.id – PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA), emiten yang bergerak dibidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions), telah menjual saham treasury. Penjualan tersebut berimbas terhadap lonjakan nilai ekuitas sebesar 72% atau setara dengan hasil penjualan tersebut.

Perseroan sebelumnya menjual sebanyak 100 juta saham treasury IRRA senilai Rp 198,8 miliar. Nilai penjualan tersebut setara dengan Rp 1.988 per saham. Harga jual saham treasury tersebut sudah sesuai dengan ketentuan POJK No.30/POJK.04/2017. Harga tersebut lebih tinggi sekitar 277% dari rata-rata harga pembelian kembali (buy back) saham tahun 2020 dalam kisaran Rp 527 per saham.

Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Satno Raharjo
Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Satno Raharjo

Direktur Keuangan Itama Ranoraya Pratoto Setno Raharjo mengatakan, penjualan saham treasury tersebut berdampak terhadap peningkatan nilai ekuitas dan aset perseroan setara dengan harga penjualan setelah dikurangi biaya pelepasan. Dampak penjualan saham treasury ini bakal terlihat dalam laporan neraca keuangan perseroan pada kuartal III tahun ini.

“Dari sisi pasiva, nilai ekuitas perseroan akan bertambah sebesar nilai penjualan saham treasury dikurangi biaya penjualan. Sedangkan sisi aktiva, dana hasil penjualan saham treasury itu digunakan untuk uang muka akuisisi 51% saham Oneject, sehingga ada penambahan aset berupa pos uang muka pembelian,” terangnya dalam rilis yang diterbitkan di Jakarta, Kamis (30/9).

Jika menggunakan perhitungan aset dan ekuitas per semester I-2021, menurut dia, total aset Itama Ranoraya akan meningkat 20% dan ekuitas naik hingga 72%. Kenaikan ekuitas yang signifikan secara langsung akan berimbas terhadap penguatan struktur permodalan perseroan, yaitu rasio utang terhadap ekuitas (DER) bakal turun signifikan menjadi di bawah 1x, dibandingkan posisi akhir tahun 2020 sebesar 1,2x dan semester I-2021 mencapai 2,5x. Begitu juga dengan kondisi likuiditas perseroan akan membaik.

“Dampak positif pelepasan saham treasury akan terlihat langsung dalam laporan kinerja keuangan hingga September 2021, seperti rasio DER akan turun signifikan hingga di bawah 1x setelah pelepasan saham treasury disertai dengan penurunan jumlah utang kepada prinsipal. Hal ini akan meningkatkan kemampuan leverage perseroan untuk pendanaan ekspansi ke depan,” terang Pratoto.

Sebelumnya, perseroan telah menandatangani perjanjian pengikatan jual beli (PPJB) sebanyak 51% saham PT Oneject Indonesia (Oneject). Akuisisi ini yang ditargetkan tuntas paling lambat semester I-2022 tersebut merupakan bagian dari transformasi bisnis Itama Ranoraya menjadi manufacturing high tech di sektor kesehatan.

Akuisisi ini bagian dari transformasi bisnis Itama Ranoraya menjadi manufacturing high tech di sektor kesehatan. Apalagi Oneject merupakan produsen alat suntik Auto Disable Syringe (ADS) terbesar di Asia yang telah memasarkan produknya ke negara-negara di Asia hingga Eropa. Produk perseroan juga digunakan UNICEF.

Terkait pembayaran akuisisi 51% saham Oneject akan dilakukan dalam dua tranche, yaitu pembayaran awal senilai Rp 198,8 miliar disetorkan saat penandatanganan PPJB dan sisanya setelah ada nilai akuisisi. Adapun, penentuan nilai akuisisi akan mengacu kepada hasil appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dengan menggunakan tahun buku 2021.

Dirut Itama Ranoraya Heru Firdausi Syarif mengatakan, pembayaran tahap pertama akuisisi Oneject senilai Rp 198,8 miliar diambil dari dana hasil penjualan saham treasury. Sedangkan pembayaran sisanya akan menggunakan dana hasil penerbitan saham baru (rights issue) perseroan.

Heru menambahkan, akuisisi 51% saham Oneject akan dilaksanakan perseroan dengan membeli saham lama dan saham baru Oneject. Saham baru yang diterbitkan bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan modal kerja dan belanja modal Oneject.

“Tahun depan, penjualan ekspor alat suntik akan naik signifikan. Selain itu, Oneject sudah mulai produksi alat kesehatan lainnya mulai awal tahun depan, seperti kantung darah untuk kebutuhan PMI dan juga produksi produk reagen test (Covid & non Covid) milik Abbott. Jadi dana akuisisi juga digunakan untuk pendanaan modal kerja dan belanja modal Oneject,” terang Heru.

Dia mengatakan, akuisisi Oneject ditargetkan tuntas paling lambat semester I 2022, sehingga Oneject bisa dikonsolidasikan dalam laporan keuangan Itama Ranoraya tahun depan. “Kami akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) untuk meminta persetujuan akuisisi Oneject dan rights sssue saham perseroan pada kuartal I-2022,” terangnya.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN