Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Waskilta Karya Tbk.

Kantor Pusat PT Waskilta Karya Tbk.

Likuiditas Terkendali, Waskita akan Lunasi Obligasi

Minggu, 4 Oktober 2020 | 22:24 WIB
Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menyiapkan dana untuk penyelesaian kewajiban pembayaran pokok obligasi senilai Rp 2,5 Triliun yang jatuh tempo pada 6 dan 16 Oktober 2020.

Obligasi Waskita yang akan jatuh tempo pada 6 Oktober adalah Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2017 Seri A sebesar Rp 1,37 triliun. Obligasi bertenor tiga tahun itu berbunga 8%. Lembaga pemeringkat efek, Fitch Ratings menyematkan peringkat B- untuk obligasi tersebut.

Adapun obligasi Waskita yang akan jatuh tempo pada 16 Oktober adalah Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2015 senilai Rp 1,15 triliun. Surat utang bertenor lima tahun tersebut berbunga 11,1%. PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat BBB+ untuk obligasi ini.

Senior Vice President Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum menjelaskan bahwa dana pelunasan pokok obligasi telah siap. Dana bersumber dari kas internal dan fasilitas perbankan. Ratna menegaskan bahwa pembayaran obligasi jatuh tempo ini merupakan komitmen Waskita dan bagian dari strategi penyediaan likuiditas yang telah direncanakan.

“Pelunasan ini menegaskan kemampuan kas Waskita untuk membiayai operasional dan pelunasan kewajiban kreditur tetap dapat dipenuhi,” kata Ratna dalam keterangan tertulis, Minggu (4/10).

Seperti diketahui, pada 19 Agustus 2020, Fitch Ratings menurunkan peringkat nasional jangka panjang Waskita dari semula BBB+ menjadi B. Penurunan peringkat tersebut lebih disebabkan adanya sentimen negatif Fitch atas risiko likuiditas dan minimnya dukungan lembaga keuangan dan pemerintah di tengah kondisi pandemi Covid-19.

“Kami berharap pelunasan ini menjadi bukti komitmen kami sekaligus sebagai katalis perbaikan peringkat kredit Waskita Karya,” jelas Ratna.

Sebelumnya, Waskita menyatakan akan terus meningkatkan kemampuan likuiditas melalui percepatan penerimaan piutang termin proyek konstruksi, baik yang dikerjakan dengan skema pembayaran turnkey atau progress payment. Per 31 Agustus 2020, Waskita telah menerima pembayaran proyek turnkey sebesar Rp 7 triliun dan skema progress payment sebesar Rp 6,5 triliun.

Selain itu, untuk mempertahankan kinerja, Waskita terus berupaya mengejar target perolehan nilai kontrak baru dengan target sebesar Rp 27 triliun pada 2020. Sampai dengan kuartal III-2020, Waskita telah mencatatkan perolehan kontrak baru sebesar Rp 11,7 Triliun dengan kontribusi terbesar berasal dari proyek infrastruktur seperti jalan tol, bendungan, dan irigasi.

Hingga September 2020, Waskita mengantongi kontrak baru senilai Rp 9,6 triliun. Hal itu seiring perolehan kontrak pelaksanaan pembangunan tiga proyek infrastruktur pengairan sebesar Rp 1,08 triliun. Perseroan ditunjuk menjadi kontraktor pelaksanaan pembangunan Bendungan Way Sekampung paket IV, proyek Bendungan Jragung Paket I, dan Pembangunan Sewerage Jambi B2.

Di sisi lain, Waskita Karya melalui PT Waskita Toll Road melakukan divestasi 30% saham dalam PT Kresna Kusuma Dyandra Marga (KKDM), pemegang konsensi jalan tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu. Nilai transaksinya sebesar Rp 550 miliar.

Saham tol Becakayu ini dilepas kepada investor Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas (RDPT). PT Danareksa Investment Management bertindak sebagai manajer investasi RDPT. Sementara, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebagai bank kustodian sebagaimana tercantum dalam Kontrak Investasi Kolektif Penyertaan Terbatas RPDT Ekuitas Danareksa Toll Road-01.

Latar belakang dilakukan transaksi ini adalah untuk menunjang kegiatan operasional Waskita Toll Road, sehingga dapat memaksimalkan kinerja usaha dan memberikan nilai tambah bagi perseroan dan pemegang saham.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN