Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III-2020, yang dilakukan secara virtual pada Kamis (26/11/2020).

Konferensi Pers Pencapaian Kinerja SMF Triwulan III-2020, yang dilakukan secara virtual pada Kamis (26/11/2020).

Likuiditas Tinggi, Penyaluran Pembiayaan SMF Terhambat

Sabtu, 28 November 2020 | 12:28 WIB
Parina Theodora

Jakarta-Selama pandemi, masyarakat mengubah pola konsumsinya. Mengutamakan kebutuhan pokok, serta menyimpan dana pada portofolio yang aman menjadi prioritas utama. Penundaan konsumsi oleh masyarakat ini membuat perbankan kelebihan likuiditas. Kondisi ini menyebabkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) merevisi targetnya sejak Agustus 2020.

Disampaikan Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo, begitu pandemi melanda pihaknya sudah merevisi target pencapaian hingga separuhnya. Menurutnya, kondisi saat ini mitra perbankan SMF sedang banjir likuiditas. Likuiditas berlebih tersebut, lanjutnya, membuat refinancing perbankan tidak segencar masa sebelum pandemi.

“Likuiditas perbankan sangat tinggi, sehingga kebutuhan bank akan dana mungkin masih terbatas. Semoga SMF bisa mencapai target,” ujar Ananta. Ia menjelaskan dari target sekuritisasi yang sebelumnya Rp 3 triliun di 2020, telah direvisi menjadi Rp 600 miliar. Begitupun penerbitan surat utang, dari target Rp 10 triliun dipangkas menjadi Rp 8,6 triliun.

Ia melanjutkan, sampai dengan September 2020 SMF telah menerbitkan surat utang sebanyak Rp 7,1 triliun. Sedangkan, sekuritisasi dalam proses proses penjajakan dan untuk penyaluran pinjaman, sampai dengan September 2020 sudah mencapai Rp 6,06 triliun.

“Akhir tahun 2020, semoga bisa mencapai target penyaluran pembiayaan sebesar Rp 6,09 triliun,” tambahnya.

Sementara itu, sejak didirikannya pada 2006, SMF telah mengalirkan dana ke penyalur KPR (Kredit Perumahan Rakyat) hingga September 2020 mencapai total Rp 68,09 triliun. Jumlah itu terdiri dari sekuritisasi sebesar Rp 12,15 triliun, penyaluran pinjaman sebesar Rp 55,83 triliun dan pembelian KPR sebesar Rp 106 miliar.

Terkait sekuritisasi, sejak 2009 hingga September 2020, SMF telah menginisiasi 13 kali penerbitan transaksi sekuritisasi baik dengan skema Kontrak Investasi Kolektif (KIK), Efek Beragun Aset (EBA) maupun EBA Surat Partisipasi (SP) dengan total nilai sebesar Rp 12,15 triliun.

 

Editor : Parina Theodora (theo_olla@investor.co.id)

Sumber : Majalah Investor

BAGIKAN