Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. Foto: BeritaSatu Photo/M Defrizal

Lima Emiten Rancang 'Rights Issue'

Farid Firdaus, Senin, 4 Mei 2020 | 10:02 WIB

JAKARTA, investor.id – Sebanyak lima emiten telah menyatakan komitmen untuk melangsungkan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue. Aksi korporasi tersebut akan dieksekusi setelah semester I-2020 atau saat pandemi Covid-19 diprediksi mereda.

Lima emiten yang melaporkan rencana rights issue adalah PT Indomobil Multi Jasa Tbk (IMJS), PT Bank Oke Indonesia Tbk (DNAR), PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (MCOR), PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dan PT Acset Indonusa Tbk (ACST).

Indomobil Multi Jasa berencana menerbitkan hingga 2,88 miliar saham baru. Untuk memuluskan aksinya, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 8 Juni 2020.

Sesuai peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), emiten Grup Salim ini memiliki periode waktu penerbitan selama 12 bulan sejak RUPS. Aksi ini diharapkan bisa memperkuat struktur permodalan dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha dan meningkatkan kinerja keuangan perseroan.

“Peningkatan modal perseroan dalam jangka panjang diharapkan dapat meningkatkan daya saing usaha dan hasil investasi bagi pemegang saham perseroan,” tulis manajeman dalam keterangan resmi, akhir pekan lalu.

Tahun lalu, Indomobil Multi Jasa membukukan pendapatan Rp 3,96 triliun, naik 17,15% dibandingkan tahun 2018 Rp 3,38 triliun. Namun, beban pokok pendapatan perseroan juga mengalami kenaikan 19,9% menjadi Rp 2,29 triliun, dari sebelumnya Rp 1,91 triliun.

Beban keuangan perseroan turut melonjak 112,5% menjadi Rp 548,1 miliar dari Rp 257,9 miliar. Hal ini membuat laba bersih perseroan tergerus 51,72% menjadi Rp 76,55 miliar pada 2019 dari perolehan 2018 sebesar Rp 158,57 miliar.

Sementara itu, dua emiten lainnya juga masih menunggu persetujuan pemegang saham dalam memuluskan aksi rights issue. Sebelumnya, Acset Indonusa mengumumkan rencana penerbitan maksimal 15 miliar saham baru. Dana hasil rights issue akan digunakan untuk pelunasan kewajiban utang perseroan.

Semula, perseroan berniat meminta persetujuan aksi ini dalam RUPSLB yang digelar 3 April 2020. Namun, perseroan memutuskan untuk menunda rapat dan merencanakan ulang jadwal RUPSLB pada Juni 2020. Hal ini mempertimbangkan penanganan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Tak ketinggalan, Solusi Bangun Indonesia atau SBI diprediksi akan melangsungkan RUPSLB pada kuartal III-2020. Anak usaha PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) ini berencana menerbitkan saham baru, yang sebanyak 15% saham akan diserap oleh Taiheiyo Cement Corporation.

Selain mengakuisisi saham SBI, Taiheiyo Cement pun berkomitmen melakukan kerja sama ekspor dengan SBI. Kedua perusahaan juga bakal menjalin kemitraan strategis meliputi penelitian, pengembangan, dan teknologi sehubungan dengan kegiatan usaha produksi masing-masing. Taiheiyo Cement berkomitmen mengucurkan sekitar US$ 220 juta dalam kerjasama strategis ini.

Emiten Bank

Sementara itu, Bank Oke Indonesia bersiap menerbitkan 5 miliar saham dengan harga pelaksanaan Rp 197 per saham. Distribusi HMETD bakal dilaksanakan pada 29 Juni, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juni 2020. Periode perdagangan HMETD ditargetkan berlangsung selama 30 Juni-8 Juli 2020. Sementara periode pelaksanaan selama 2 Juli-10 Juli 2020.

“Perseroan berencana menggunakan seluruh dana bersih dari aksi penambahan modal ini untuk pengembangan atau ekspansi kredit perseroan,” ungkap manajemen dalam penjelasan resmi.

Hal serupa juga dilakukan Bank CCB Indonesia yang mengincar dana rights issue hingga Rp 3,19 triliun. Perseroan akan menawarkan 21,28 miliar saham baru dengan harga pelaksanaan Rp 150 per saham. China Construction Bank (CCB) Corporation selaku pemegang saham utama perseroan menyatakan akan melaksanakan seluruh hak sesuai kepemilikan sahamnya.

Per 31 Desember 2019, modal inti perseroan mencapai Rp 2,36 triliun. Dengan adanya dana rights issue, maka modal inti perseroan akan mencapai Rp 5,51 triliun. Bank CCB Indonesia berharap pernyataan efektif dari OJK bisa dikantongi pada 10 Juni 2020. Sementara, periode perdagangan HMETD digelar selama 24 Juni-7 Juli 2020.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN