Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Roy Sembel, Ketua Dewan Juri Investor Awards, Selasa (27/7/2021). Sumber: BSTV

Roy Sembel, Ketua Dewan Juri Investor Awards, Selasa (27/7/2021). Sumber: BSTV

Lima Emiten Sabet 'Investor Awards 2021'

Selasa, 27 Juli 2021 | 17:05 WIB
Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - Lima perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyabet Investor Awards 2021 dengan predikat Top Performing Listed Companies 2021 dari majalah Investor. Kelima emiten tersebut adalah PT Sarana Menara Nusantara Tbk, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk, PT Puradelta Lestari Tbk, PT Mark Dynamics Indonesia Tbk, dan PT Pyridam Farma Tbk,

Kelima emiten menjadi yang terbaik karena kinerja fundamental 2019-2020 terbukti unggul dibanding 729 emiten lain yang sahamnya tercatat (listing) di bursa per 30 Mei 2021. Selain memiliki kinerja fundamental yang solid, likuiditas perdagangan saham kelima emiten ini  relatif tinggi.

“Dengan dukungan kondisi fundamental yang solid dan likuiditas yang tinggi, saham kelima emiten tetap mampu memberikan hasil investasi (return) yang optimal selama periode April 2020-Mei 2021,” ujar Ketua Dewan Juri Investor Awards 2021, Roy Sembel pada acara penganugerahan Investor Awards 2021 di Jakarta, Selasa (27/7).

Menurut Roy Sembel, bertolak dari kondisi fundamental perekonomian saat ini, dewan juri sepakat menetapkan tema Corporate Resilience in Pandemic Era: Capitalizing New Opportunities sebagai acuan penilaian guna mengukuhkan The Best Listed Companies 2021. Jika tahun lalu tantangan disrupsi menjadi salah satu poin penting penilaian, tahun ini kemampuan emiten untuk bertahan (survive) lewat sejumlah strategi inovasi mendapat penakanan penilaian.

Tema tersebut ditetapkan dengan tujuan menggali kemampuan dan kejelian manajemen emiten memanfaatkan peluang pada era pandemi Covid-19 yang juga merupakan era digital. “Ternyata yang masuk final dan jadi pemenang tahun ini benar-benar perusahaan yang sedang naik daun di era pandemi. Contohnya perusahaan di bidang telekomunikasi, kemudian ada perusahaan yang bergerak di bidang alat-alat kesehatan,” papar Dekan IPMI International Business School tersebut.

Lima emiten terbaik
Lima emiten terbaik

Ada Kejutan

Roy Sembel mengungkapkan, ada kejutan dari hadirnya nominasi dari sektor properti. “Ini menarik, karena ada kecenderungan properti sedang turun, tetapi ada perusahaan yang berhasil survive, bahkan memberikan value creation yang bagus bagi investornya selama 1,5 tahun terakhir. Itu terlihat pada 2020 dan berlanjut ke 2021,” tutur dia.

Dia menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, dewan juri menilai komitmen emiten terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM), sisi lingkungan (environment), maupun tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) sebagai bagian integral perusahaan, komitmen penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG), maupun strategi bisnis ke depan.

Roy menambahkan, seperti tahun lalu, untuk memberikan ruang kompetisi yang adil ditetapkan empat kategori penilaian berdasarkan besaran aset. Namun tahun ini ada penyesuaian karena terjadi pergeseran nilai kapitalisasi sekaligus agar terjadi keseimbangan penilaian.

Itu sebabnya, menurut dia, parameter penilaian mengacu pada kapitalisasi pasar (market cap) di atas Rp 25 triliun, kapitalisasi pasar Rp 5-25 triliun, kapitalisasi pasar Rp 1-5 triliun, dan kapitalisasi pasar di bawah Rp 1 triliun (penghargaan khusus).

Emiten yang bersaing meraih posisi terbaik, kata Roy, harus sudah melewati proses seleksi awal sesuai parameter yang telah ditetapkan dewan juri. Setelah lolos seleksi awal, dewan juri menetapkan nominasi berdasarkan empat kategori nilai kapitalisasi yang disepakati.

Sesudah penetapan nominasi, menurut dia, proses penilaian berlanjut dengan menjaring pendapat publik atau pemangku kepentingan (stakeholder) terkait lewat penyebaran angket terukur. Responden dipilih dari kalangan investor (individu dan institusi), analis, maupun manajer investasi.

“Hasil penilaian atas kinerja fundamental dan teknikal, dipadu dengan pendapat responden, serta wawancara dewan juri dengan manajemen emiten menjadi komponen penting untuk penetapan pemenang,” ucap dia.

Menurut Roy, dewan juri selanjutnya menetapkan lima emiten terbaik 2021. Khusus untuk emiten dengan kelas aset di bawah Rp 1 triliun, dewan juri sepakat memberikan penghargaan khusus sehingga tidak melewati tahap polling dan wawancara dengan manajemen.

17 emiten terbaik sektor
17 emiten terbaik sektor

17 Emiten Sektoral

Roy Sembel mengemukakan, Investor Awards 2021 juga diberikan kepada 17 emiten berdasarkan sektor usaha yang digeluti, yakni PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (sektor pertanian dan peternakan), PT Merdeka Cooper Indonesia Tbk (pertambangan), PT Arwana Citramulia Tbk (sektor industri dasar), serta PT Panca Budi Idaman Tbk (sektor aneka industri).

Selanjutnya PT Uni-Charm Indonesia Tbk (tekstil dan garmen), PT Saranacentral Bajatama Tbk (industri logam dan kabel), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (infrastruktur), PT Ciputra Development Tbk (properti), PT Alkindo Naratama Tbk (kehutanan, pulp dan kertas),  serta PT Mulia Bogaraya Tbk (makanan dan minuman).

Kemudian PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (farmasi dan keperluan rumah tangga), PT Erajaya Swasembada Tbk (perdagangan dan jasa),  serta  PT Metrodata Elektronics Tbk (elektronika). Lalu PT Bank Central Asia Tbk (perbankan), PT Malaca Trust Wuwungan Insurance Tbk (asuransi), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (multifinance),  dan PT Medikaloka Hermina Tbk (investasi).

“Terdapat tiga sektor usaha yang tahun ini ditetapkan tanpa pemenang, yakni sektor konstruksi dan bangunan, sektor restoran, hotel dan pariwisata, serta sektor sekuritas dan reksa dana. Selain return saham tidak memadai, kinerja fundamental tiga sektor ini pun mayoritas minus jika mengacu pada indikator penilaian yang telah ditetapkan,” papar dia.

Berdasarkan kesepakatan tim juri, menurut Roy Sembel, pemeringkatan mengacu pada delapan persyaratan seleksi awal untuk menyaring emiten yang layak diikutkan dalam pemeringkatan. Persyaratan pertama adalah kepatuhan emiten dalam memublikasikan laporan keuangan tahun buku 2020. Publikasi laporan keuangan tahunan selambatnya 31 Mei 2021. Kedua, emiten yang dilibatkan dalam pemeringkatan harus sudah tercatat di BEI sebelum 2020.

Ketiga, tidak mendapat opini disclaimer dan adverse dari akuntan publik. Keempat, tidak membukukan rugi bersih dan rugi operasional 2020. Kelima, memiliki ekuitas tidak kurang dari Rp 100 miliar. Persyaratan keenam, saham emiten bersangkutan tergolong aktif (periode 1 Juni 2020-31 Mei 2021 harus ditransaksikan selama 10 pekan atau lebih). “Ketujuh, laporan keuangan emiten yang diperingkat harus bertahun buku Desember. Kedelapan, memiliki ekuitas positif selama dua tahun terakhir,” tutur dia.

Ros Sembel mengatakan, setelah melalui tahapan seleksi awal terhadap 729 emiten, hanya 312 miten yang lolos seleksi awal untuk pemeringkatan dan 417 emiten tidak lolos seleksi. Kali ini, ada 82 emiten terganjal seleksi awal karena terlambat menyampaikan laporan keuangan hingga 31 Mei 2020. Selain itu ada 82 emiten yang terganjal karena ekuitas kurang dari Rp 100 miliar, dan 274 emiten tidak lolos karena menderita rugi usaha dan rugi bersih selama 2020.

100 Best Listed Companies 2021
100 Best Listed Companies 2021

Delapan Kriteria

Usai  melewati tahapan seleksi awal, proses pemeringkatan  dilakukan terhadap 312 emiten. Pemeringkatan mengacu pada delapan kriteria, meliputi return saham selama satu tahun (1 Juni 2020-31 Mei 2021), likuiditas saham, volatilitas saham, pertumbuhan penjualan tiga tahun, net operating margin (NM), return on equity (RoE), asset turn over (ATO), dan pertumbuhan laba operasi tiga tahun.

Dia menambahkan, mengacu pada hasil pemeringkatan diperkuat hasil polling terhadap 200 responden yang terdiri atas analis, manajer investasi (MI), dana pensiun, asuransi, investor individu, dan pengamat pasar modal, serta hasil interviu direksi peraih nominasi, dewan juri menetapkan lima emiten peraih Top Performing Listed Companies 2021. “Jadi, tahun ini, dewan juri juga menetapakan 17 emiten terbaik per sektor, serta 100 emiten sebagai 100 Best Listed Companies 2021,” tandas dia.

Editor : Abdul Aziz (abdul_aziz@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN