Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Kantor Pusat PT Waskilta Karya Tbk

Kantor Pusat PT Waskilta Karya Tbk

Lima Kreditur Sepakat Restrukturisasi Utang Waskita Rp 19,3 Triliun

Jumat, 16 Juli 2021 | 17:17 WIB
Muawwan Daelami (muawwan@beritasatumedia.com) ,Triyan Pangastuti

JAKARTA, investor.id – Lima kreditur terdiri Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Syariah Indonesia (BSI), dan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB) sepakat merestrukturisasi utang PT Waskita Karya (Persero) Tbk senilai Rp 19,3 triliun.

Nilai tersebut setara 65% dari total pinjaman Rp 29,26 triliun dari seluruh kreditur perseroan. Kesepakatan restrukturisasi tertuang dalam Perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan yang ditandatangani Direktur Utama Waskita Karya dan Direktur Utama kelima kreditur di Jakarta, pada Jumat (16/7/2021).

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir yang turut menyaksikan penandatanganan tersebut mengapresiasi komitmen lima kreditur dan manajemen Waskita Karya.

Menurut Erick, restrukturisasi sebesar 65% merupakan kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan meskipun masih ada sekitar 35% lagi yang perlu diperjuangkan. Tapi paling tidak, hal ini menjadi katalis untuk mempercepat pemulihan Waskita Karya baik secara keuangan maupun bisnis. Termasuk untuk meningkatkan keyakinan dan optimisme kreditur lain dan para mitra kerja.

Selain Waskita, pemulihan dan penyehatan setelah restrukturisasi dan transformasi total juga terjadi di BUMN-BUMN lain seperti Krakatau Steel dan PTPN yang terus diimbangi dengan terobosan-terobosan sesuai roadmap.

"Saya minta, ini ditindaklanjuti dengan melanjutkan proses restrukturisasi, perbaiki landasan GCG, efisiensi dan transformasi besar-besaran, refocusing, dan jalankan divestasi aset-aset yang diperlukan. Yang penting, perbaikan jangan hanya dari sisi keuangan, tapi juga dari sisi manajemen, dan AKHLAK dari human capital-nya,” jelas Erick dalam keterangan tulis, Jumat (16/7/2021).

Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan, kesepakatan yang dicapai dengan lima kreditur akan menjadi momentum dan langkah awal yang baik bagi perbaikan kondisi keuangan serta kinerja operasional Waskita.

“Kami berharap, kreditur lain juga dapat segera menyepakati dan mendukung proses restrukturisasi Waskita. Besar harapan kami, implementasi dari perjanjian ini dapat segera dilaksanakan,” kata Destiawan.

 

Komitmen Kreditur

Dari sisi kreditur, Direktur Utama BNI Royke Tumilaar menyadari pentingnya melakukan restrukturisasi untuk sektor
infrastruktur karena restrukturisasi merupakan salah satu komitmen BNI dalam mendukung proses transformasi bisnis Waskita Karya yang banyak menjalankan proyek strategis infrastruktur nasional.

"Multiplier effect-nya besar salah satunya penyerapan tenaga kerja. Kami harap kesepakatan ini berdampak positif bagi kondisi ekonomi yang sedang berjuang bangkit di tengah pandemi,” tutur Royke.

Hal serupa juga disampaikan Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi. Menurut dia, kesepakatan tersebut merupakan realisasi dari komitmen Bank Mandiri bersama Himbara untuk mendukung kebutuhan Waskita Karya. Juga menjaga agar ekosistem sektor konstruksi tetap kondusif guna mengakselerasi pembangunan infrastruktur nasional.

Demikian pula Direktur Utama BRI Sunarso melihat kesepakatan tersebut sebagai momentum positif dan perlu dilakukan, agar Waskita Karya dapat melanjutkan operasinya tanpa beban yang dapat menghambat transformasi bisnis dan keuangan.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi juga menyatakan kesepakatan restrukturisasi ini merupakan wujud sinergi perbankan dalam mendukung Waskita Karya membangun infrastruktur di Tanah Air.

"Ini komitmen bersama bank-bank nasional supaya Waskita Karya tetap dapat melakukan aktivitas pengembangan usaha dan menuntaskan proyek-proyek pembangunan nasional. Tujuannya, supaya ekonomi kita dapat bekembang ka arah yang lebih baik,” ujar Hery.

Di sisi lain, Direktur Komersial dan UMKM BJB Nancy Adistyasari juga menjelaskan bahwa BJB telah menyepakati poin-poin dalam restrukturisasi yang akan dilakukan melalui penandatanganan perjanjian Pokok Transformasi Bisnis dan Restrukturisasi Keuangan Waskita Karya bersama kreditur lainnya. “Langkah ini akan membantu Perseroan dalam memulihkan kembali kondisi keuangan usahanya,” jelas Nancy.

 

Editor : Thomas Harefa (thomas@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN