Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Foto ilustrasi: Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk

Foto ilustrasi: Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk

Lima Strategi Ini Bikin Saham UNVR Ngebut Selama Sepekan

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:22 WIB
Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Sepekan kemarin, emiten produk konsumen PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencuri perhatian publik dengan kinerja saham yang meyakinkan. Hal ini setelah harga sahamnya terbang dari Rp 3.890/unit ke level Rp 4.800/unit atau apresiasi sebesar 23,39%.

Bahkan apresiasi saham UNVR terjadi di tengah pasar modal dalam negeri yang muram di mana IHSG terpaksa tumbang 8,73% dalam sepekan. Kinerja saham UNR yang naik 23,39% dalam sepekan, menjadi indikator bahwa persepsi investor terhadap UNVR kembali positif.

Pencapaian kinerja ini merupakan akumulasi berbagai realisasi strategi jangka panjang yang sempat digaungkan manajemen sepanjang setahun belakangan.

Terdapat lima prioritas yang menjadi agenda utama perseroan belakangan ini, yakni pertama, memperkuat dan mengaktivasi potensi penuh dari brand utama dan produk unggulan melalui inovasi yang terdepan untuk mendorong  konsumsi konsumen.

Kedua, diversifikasi portofolio ke value dan premium segment. Ketiga, memperkuat kepemimpinan di channel utama (GT dan modern trade) dan channel masa depan (e-commerce). Keempat, memimpin di digital & data driven capabilities, dan kelima tetap menjadi yang terdepan dalam mewujudkan bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: Saat Harga Sahamnya Lagi Naik, Dua Direktur Unilever (UNVR) Malah Mundur

Sekretaris Perusahaan Unilever Reski Damayanti menjelaskan, perseroan terus memonitor secara intensif sentimen pelaku pasar modal terhadap pergerakan harga saham Unilever Indonesia, sejalan dengan perkembangan kinerja perseroan di setiap periode.

Reski juga melihat adanya sentimen positif dari para pelaku pasar modal selama sepekan kemarin yang merefleksikan kinerja perseroan di kuartal 1 tahun 2022, sejalan dengan praktik tata kelola perusahaan yang baik (GCG) yang berfokus pada peningkatan daya saing yang berkelanjutan.

“Hasil kuartal 1 tersebut mulai menunjukkan bahwa lima strategi prioritas kami tepat sasaran, sehingga kami percaya bahwa Perusahaan telah berada di jalur yang benar untuk membangun pertumbuhan bisnis yang lebih cepat dan berkelanjutan,” jelas Reski dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/5/2022).

Reski menambahkan, bauran tantangan eksternal khususnya di peningkatan harga komoditas, dan pemulihan daya beli masyarakat menjadi tantangan utama bagi perseroan untuk terus kreatif dan efisien dalam menjawab kebutuhan pasar.

“Unilever, sebagai emiten akan tetap berusaha kompetitif, dan senantiasa menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan di tengah persaingan yang sangat ketat,” papar Reski.

Baca juga: Unilever (UNVR) Masuk 10 Besar Lagi, Geser Emtek (EMTK)

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) Reza Priyambada menyampaikan, memang ada momen saham UNVR mengalami penurunan cukup tajam, terutama pada periode awal pandemi. Penurunan itu juga sejatinya tidak sejalan dengan fundamental UNVR itu sendiri yang secara kinerja tetap baik, meski dari sisi laba turun terimbas pandemi. 

Namun, penurunan laba UNVR itu masih bagus dibanding perusahaan sejenis yang mengalami rugi. Akibat salah persepsi itulah saham UNVR sempat turun sebelum kembali rebound. Salah persepsi dari pelaku pasar itulah yang menjadi biang saham UNVR sempat turun efek aksi jual.

“Kondisi fundemental UNVR tidak buruk, selama pandemi masih peroleh laba, masih tercatat untung, dibanding perusahaan lain yang justru mencatatkan kerugian,” ucap Reza.

Tekanan dari sisi biaya produksi efek harga bahan baku yang meningkat juga berimbas ke UNVR, namun strategi yang dijalankan selama pandemi terbukti berhasil. Penurunan kinerja di tengah pandemi sangat wajar, apalagi untuk perusahaan consumer goods dimana masyarakat mendapat tekanan dari sisi penghasilan ikut turun sehingga mengurangi pembelian atau belanja produk konsumsi.

Meski begitu, beragam langkah yang dilakukan UNVR seperti melakukan efisiensi, terbukti bisa menahan penurunan bahkan di tengah sentimen yang negatif.

Editor : Aris Cahyadi (aris_cahyadi@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN