Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

Lippo Karawaci dan Marubeni Bentuk Kemitraan Strategis

Farid Firdaus, Selasa, 25 Februari 2020 | 21:55 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) menjalin kemitraan strategis dengan Marubeni Corporation untuk menggelar ekspansi ke sektor layanan kesehatan Indonesia. Marubeni mengakuisisi 5% saham PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dari pemegang saham minoritas, sehingga kepemilikan Lippo Karawaci pada Siloam tidak berubah.

Lippo Karawaci dan Marubeni juga menandatangani nota kesepahaman dalam rangka mengejar peluang bisnis di sektor layanan kesehatan di Indonesia beserta infrastrukturnya, termasuk investasi di farmasi, laboratorium, dan industri lainnya yang terkait dengan layanan kesehatan.

Chief Operating Officer dari Divisi Bisnis Next Generation Marubeni Masayuki Omoto mengatakan, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kehadiran perseroan di Indonesia dan kemitraan jangka panjang dengan Lippo dan Siloam. “Kami sangat senang dapat berperan serta dalam menumbuhkan dan meningkatkan sektor layanan kesehatan di Indonesia,” jelas Omoto dalam keterangan resmi, Selasa (25/2).

Sementara itu, Chief Executive Officer Lippo Karawaci John Riady mengemukakan, layanan kesehatan dan Siloam adalah bisnis inti perseroan dan pihaknya menyambut baik kemitraan dengan Marubeni. “Kami berharap dapat terus mengembangkan bisnis serta meningkatkan layanan kesehatan untuk semua orang Indonesia,” jelas dia.

Kemitraan ini memvalidasi posisi Siloam sebagai pemimpin pasar dalam sektor layanan kesehatan yang paling menarik, kurang terlayani serta paling cepat berkembang secara global. Siloam didirikan pada tahun 1996 dan merupakan operator rumah sakit swasta terbesar di Indonesia dengan lebih dari 13.000 dokter dan perawat, 36 rumah sakit, dan 7.557 tempat tidur di seluruh Indonesia.

Adapun Marubeni adalah konglomerat bisnis perdagangan dan investasi yang terintegrasi dan terkemuka di Jepang. Pada April 2019, Marubeni mendirikan Divisi Pengembangan Bisnis Next Generation dengan misi mengejar model bisnis baru yang dapat memberikan solusi atas masalah-masalah sosial, serta meningkatkan nilai korporasi dalam jangka panjang menuju 2030.

Investasi di Siloam dan kemitraan strategis dengan Lippo Karawaci merupakan landasan bagi ekspansi Marubeni ke dalam sektor layanan kesehatan dan infrastrukturnya di Indonesia.

Seperti diketahui, Lippo Karawaci merupakan perusahaan real estat terintegrasi terkemuka dengan total aset US$ 4 miliar per 30 September 2019. Bisnis inti perusahaan terdiri atas pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 35 kota, perusahaan memiliki 1.461 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak usahanya, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, dimana Lippo Karawaci saat ini masing-masing memiliki 81,0% dan 62,7% saham, perseroan mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang, Bekasi dan Tanjung Bunga, Makassar.

Selain itu, perseroan juga menguasai 51,05% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 36 rumah sakit di 24 kota di seluruh Indonesia.

Lippo Karawaci tercatat memiliki portofolio units di kedua REIT yang tercatat di Bursa Efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust, dengan aset yang dikelola masing-masing US$ 1 miliar dan US$ 1,4 miliar, per 30 September 2019.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji memberikan rekomendasi akumulasi beli pada saham LPKR dengan target harga jangka panjang Rp 328 per saham. Senada dengan itu, analis Panin Sekuritas William Hartanto juga merekomendasikan buy saham LPKR. Secara teknikal, pola MACD golden cross menjadi sinyal penguatan jangka menengah hingga panjang dengan stochastic menuju overbought, tren sideways, dan volume stabil.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN