Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

Lippo Karawaci Optimistis Raih Marketing Sales Rp 2,5 Triliun, Naik 67%

Farid Firdaus, Selasa, 17 Desember 2019 | 12:23 WIB

TANGERANG, investor.id -PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) mengincar pendapatan prapenjualan (marketing sales) sebesar Rp 2-2,5 triliun pada 2020, naik 33-67% dari target tahun ini Rp 1,5 triliun. Untuk merealisasikan target tersebut, perseroan fokus pada peningkatan likuiditas serta laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) yang lebih baik.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan, perseroan optimistis terhadap permintaan di pasar properti yang terdorong oleh faktor pemulihan ekonomi dan kebijakan pemerintah tahun depan. Lippo Karawaci juga berharap ada peningkatan kinerja pada anak-anak usaha, termasuk PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK).

“Dari sisi pemerintah, yang mendorong demand properti di antaranya program rumah bersubsidi. Program ini sudah masuk APBN,” ujar Ketut Budi Wijaya di Lippo Village, Tangerang, Senin (16/12).

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya. Foto: IST
Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya. Foto: IST

Sesuai rencana, menurut Ketut, Lippo Karawaci akan meluncurkan sejumlah produk residensial di Karawaci, Kemang Village, dan St Moritz Puri guna mengejar target marketing sales tahun depan.

Di sisi lain, kata dia, perseroan juga melanjutan proyek-proyek yang tengah berjalan, seperti Holland Village, Millennium Village, Kemang Office, Embarcadero, Lippo Office Thamrin, dan Holland Village Manado.

Ketut belum menyebut secara spesifik anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) yang dibutuhkan untuk ekspansi tahun depan.

Namun, ia memastikan anggaran proyek Meikarta yang digarap Lippo Cikarang sudah tersedia, yakni US$ 180 juta. Dana itu berasal dari hasil penggalangan dana melalui rights issue (penerbitan saham baru untuk menambah modal) tahun ini.

Perseroan telah berhasil menggalang dana senilai total US$ 808 juta, yang berasal dari penawaran umum terbatas US$ 788 juta dan divestasi aset di Myanmar US$ 20 juta.

“Di proyek Meikarta Lippo Cikarang, kami terus melanjutkan pembangunan apartemen serta ruang publik dan komersial. Total ada 62 tower yang hendak dibangun, dan secara bertahap dilakukan sejumlah topping off tahun depan,” papar Ketut.

Seiring ekspansi Lippo Cikarang, menurut Ketut Budi Wijaya, perseroan juga berharap bisa menerima dividen dari anak usaha tersebut pada 2022.

Dia meyakini ada perbaikan di pasar properti tahun depan yang dan b erlanjut pada 2021. Sejalan dengan itu, Lippo Cikarang juga berencana meluncurkan sejumlah produknya untuk menggenjot penjualan yang berkontribusi meningkatkan arus kas perseroan.

Pendapatan Tambahan

Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com
Lippo Karawaci. Foto: whatsnewindonesia.com

Pada kesempatan sama, Head of Investor Relations Lippo Karawaci Bret Matthew Ginesky mengungkapkan, perseroan berpotensi mengantongi pendapatan tambahan dari pelepasan aset Lippo Mall Puri kepada Lippo Malls Indonesia Retail Trust (LMIRT). Nilai divestasi aset ini ditargetkan sekitar Rp 3,7 triliun.

“Saat ini masih dalam proses, transaksinya diharapkan terealisasi tahun depan. Kami berharap ada perbaikan earning dan bottom line,” ujar dia.

Sementara itu, pada segmen rumah sakit (RS) yang dikelola PT Siloam International Tbk (SILO), perseroan menerapkan strategi fokus pada kualitas klinik dan perawatan pasien. Dalam hal ekspansi, Siloam pun berorientasi pada imbal hasil dan arus kas.

Hingga kuartal III-2019, Lippo Karawaci telah merealisasikan marketing sales sebesar Rp 1,13 triliun atau 75,33% dari total target Rp 1,5 triliun setahun penuh. Nilai itu juga mengalami kenaikan 2,7% dibanding kuartal III-2018 yang sebesar Rp 1,1 triliun.

Lippo Karawaci.
Lippo Karawaci.

Lippo Karawaci merupakan salah satu perusahaan properti terbesar yang sahamnya tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan total aset US$ 4 miliar per September 2019, dan kapitalisasi pasar US$ 1,2 miliar per 31 Oktober 2019.

Selain mengembangkan enam proyek properti yang sedang berjalan, perseroan mengelola 51 mal dengan gross floor area 3,4 juta m2, serta jaringan 36 RS yang difasilitasi 3.666 unit tempat tidur.

Lippo Karawaci memiliki cadangan lahan (landbank) yang terdiversifikasi dengan izin pengembangan lebih dari 8.000 ha. Lahan seluas 1.461 ha yang tersebar di Indonesia menyediakan keperluan pengembangan di kemudian hari untuk jangka waktu lebih dari 15 tahun.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA