Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lippo Karawaci. Foto: beritasatu.com

Lippo Karawaci. Foto: beritasatu.com

Lippo Karawaci Rampungkan Penjualan Rumah Sakit di Myanmar

Farid Firdaus, Rabu, 1 Mei 2019 | 21:23 WIB

JAKARTA – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) merampungkan penjualan saham milik perseroan pada dua perusahaan patungan layanan kesehatan di Myanmar. Transaksi penjualan kepada dua anak perusahaan tidak langsung yang dimiliki sepenuhnya oleh OUE Lippo Healthcare Limited (OUELH) ini bernilai US$ 19,5 juta.

Anak usaha tidak langsung yang dimiliki sepenuhnya oleh Lippo Karawaci, yaitu PT Waluya Graha Loka, menyelesaikan perjanjian jual beli dengan OUELH untuk penjualan 40% saham Yoma Siloam Hospital Pun Hlaing Limited dan 35% saham Pun Hlaing International Hospital Limited.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, penyelesaian transaksi ini merupakan langkah maju bagi perseroan dalam upaya melakukan divestasi aset-aset non-inti dan fokus pada bisnis inti dalam sektor property dan layanan kesehatan di Indonesia. Hasil dari transaksi akan digunakan untuk menambah modal kerja perseroan dan anak usaha.

Direktur Grup Lippo John Riady.
Direktur Grup Lippo John Riady.

 

“Kami berkomitmen untuk menyelesaikan rencana divestasi aset dan melaksanakan praktik manajemen modal yang disiplin, untuk menghasilkan nilai tambah bagi para pemegang saham,” kata John dalam penjelasan resmi, Senin (29/4).

Sebagai informasi, dalam upaya memperkuat neraca keuangan, Lippo Karawaci juga menargetkan dapat melangsungkan Penawaran Uumum Terbatas (PUT) IV atau rights issue senilai US$ 730 juta pada Juni 2019.

Sebelumnya, Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya mengatakan, setelah meraih persetujuan pemegang saham, perseroan bersiap menyusun berbagai keperluan administrasi demi mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencananya, perseroan akan menerbitkan hingga 48 miliar saham baru.

Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya. Foto: IST
Presiden Direktur Lippo Karawaci Ketut Budi Wijaya. Foto: IST

 

“Kami sudah mendapatkan komitmen dari pemegang saham dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS), nanti kita lihat konversinya pada saat persetujuan Otoritas, makanya belum ada rasio yang kami sampaikan kepada pemegang saham,” jelas dia, belum lama ini.

Perseroan menetapkan harga pelaksanaan rights issue sebesar Rp 235 per saham. Harga tersebut diskon 28,79% dari harga saham pada penutupan perdagangan Kamis 16 April 2019 yang sebesar Rp 330.

Menurut Ketut, selain memperkuat neraca perseroan, dana rights issue juga dialokasikan untuk konstruksi bagi proyek-proyek utama yang sedang berjalan, termasuk Meikarta.

Lippo Karawaci telah menerima penyetoran lebih awal sebesar US$ 280 juta dalam bentuk tunai dari pemegang saham PT IntiAnugerah Pratama (IAP) dan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki IAP pada 21 Maret 2019. Penyetoran awal ini merupakan penyetoran modal yang merupakan hak dari IAP dalam rights issue.

Tahun ini, lanjut Ketut, perseroan focus menyelesaikan sejumlah proyek yang telah dimulai dan menyerahkan unit-unit property yang sudah dipesan pembeli. Perseroan menargetkan pra-penjualan (marketing sales) sekitar Rp 2 triliun tahun ini.

Lippo Karawaci.
Lippo Karawaci.

 

Lippo Karawaci merupakan perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset US$ 3,4 miliar per 31 Desember 2018. Bisnis inti perusahaan terdiri atas pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 35 kota, perseroan menjadi pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.297 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, dimana perseroan masing-masing memiliki saham 54,4% dan 62,7%,

Lippo Karawaci mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN