Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Traveloka. Foto: Beritasatu.com

Traveloka. Foto: Beritasatu.com

'Listing' di AS, Valuasi Traveloka Bisa Capai US$ 5 Miliar

Minggu, 11 April 2021 | 22:15 WIB
Farid Firdaus (farid.firdaus@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – Traveloka dikabarkan dalam pembicaraan lanjutan untuk mencatatkan sahamnya (listing) di bursa Amerika Serikat (AS). Aksi tersebut bakal ditempuh melalui penggabungan usaha atau merger dengan special purpose acquisition company (SPAC), Bridgetown Holdings Ltd. Kesepakatan ini berpotensi membuat valuasi Traveloka menjadi sekitar US$ 5 miliar atau Rp 72,8 triliun.

“Transaksi potensial ini juga dapat menggalang dana sekitar US$ 500-750 juta melalui skema investasi swasta di ekuitas publik (private investment in public equity/PIPE),” kata sumber yang dikutip Bloomberg.

Rincian transaksi ini termasuk dana yang akan diraih masih bisa berubah, seiring dengan diskusi perseroan dengan calon investor. Kesepakatan dengan Bridgetown juga akan membuat Traveloka sebagai salah satu unicorn Asia Tenggara pertama yang menjadi perusahaan publik melalui skema SPAC. Pada 2020, valuasi Traveloka diperkirakan mencapai US$ 2,75 miliar.

Sebagai informasi, Bridgetown Holdings didukung oleh investor kawakan Silicon Valley, Peter Thiel dan taipan asal Hong Kong, Richard Li. SPAC atau blank check company ini meraih dana IPO senilai US$ 595 juta dan tercatat di Nasdaq, AS, pada Oktober 2020.

Bridgetown Holdings didirikan untuk tujuan merger, pertukaran saham, akuisisi aset, pembelian saham, dan reorganisasi bisnis. Perseroan fokus pada sektor prospektif seperti teknologi, layanan keuangan, dan media di Asia Tenggara.

Aksi SPAC diprediksi bakal semakin agresif memboyong unicorn asal Indonesia termasuk Grab, Bukalapak, dan Tokopedia tercatat di AS. Adapun Traveloka sempat dikabarkan menunjuk JP Morgan untuk mengeksplor rencana IPO di Wall Street, sementara Tokopedia menunjuk Morgan Stanley dan Citi sebagai penasihat dalam upaya mengakselerasi rencana perusahaan menjadi perusahaan publik.

Ekspansif

Tahun ini, Traveloka pun terus mengembangkan sayap bisnisnya. Hal ini tampak ketika perseroan mendirikan perusahaan patungan (joint venture/JV) dengan Siam Commercial Bank Pcl (SCB) melalui anak usahanya, SCB 10X.

Perusahaan patungan bernama TREX Ventures ini menjadi JV pertama Traveloka yang difokuskan untuk bisnis layanan keuangan digital. Sesuai rencana, TREX Ventures akan memanfaatkan jaringan luas SCB dan keahlian digital Traveloka untuk menawarkan produk keuangan inovatif di Thailand.

Chief Business Development and Financial Officer SCB 10X Pitiporn Phanaphat mengatakan, sebagai bagian dari visi perseroan di garis depan investasi regional, SCB 10X berupaya menjalin kerjasama dengan perusahaan teknologi dan start-up dengan potensi kuat dari seluruh dunia.

“Langkah strategis ini juga menunjukkan komitmen perseroan dalam mengembangkan inovasi yang mampu menciptakan pertumbuhan eksponansial ke depan,” kata dia dalam keterangan tertulis, baru-baru ini.

SCB 10X menilai kerja sama dengan Traveloka merupakan kesempatan yang baik lantaran aplikasi Traveloka telah digunakan oleh sekitar 40 juta pengguna. Selain itu, Traveloka dinilai sebagai aplikasi dengan data analitik yang kuat. Adapun SCB sebagai bank ketiga terbesar secara aset di Thailand telah memiliki basis pelanggan lebih dari 16 juta orang.

President of Traveloka Group Caesar Indra mengatakan, perseroan berkomitmen terus mengembangkan bisnis fintech ke depan. Pihaknya menilai, kemitraan strategis ini memungkinkan perseroan memberikan layanan keuangan baru yang sesuai dengan kebutuhan pengguna di Thailand. “Kami yakin pasar Thailand menawarkan banyak peluang untuk Traveloka. Dengan hanya 30% dari pelanggan Thailand yang memiliki kartu kredit, kami melihat hal ini serupa dengan yang terjadi di Indonesia,” kata Caesar.

Dengan memanfaatkan rekam jejak di Indonesia, lanjut dia, perseroan siap menawarkan solusi keuangan yang bisa memberdayakan masyarakat Thailand. Perseroan masuk ke bisnis keuangan digital ketika menemukan celah dalam penggunaan aplikasi perjalanan.

Pada 2018, Traveloka tercatat menjadi pionir dalam fitur 'beli sekarang bayar nanti'. Kemudian, perseroan menciptakan inovasi lainnya, yakni Paylater Credit Card. “Kami melihat kesempatan untuk memberikan solusi yang memperkaya pengalaman pelanggan dengan membuat perjalanan dan kebutuhan gaya hidup bisa diakses melalui inklusi keuangan,” ujar Caesar.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN