Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Ilustrasi keuangan. Foto: TheDigitalWay (Pixabay)

Ilustrasi keuangan. Foto: TheDigitalWay (Pixabay)

Literasi Keuangan: Pengertian, Indikator, dan Faktor yang Mempengaruhi

Senin, 4 April 2022 | 14:20 WIB
Lona Olavia (redaksi@investor.id)

JAKARTA, investor.id - Literasi keuangan adalah salah satu faktor penting yang bisa menentukan kesejahteraan ekonomi masyarakat Indonesia. Lalu, apa itu literasi keuangan? Bagaimana pengertian literasi keuangan serta indikator yang mempengaruhi tingkat literasi keuangan di Indonesia? Simak yuk selengkapnya di artikel berikut.

Dilansir dari Pintu Academy, Senin (04/04/2022) secara umum, literasi keuangan adalah pengetahuan yang dimiliki oleh setiap individu terkait ekonomi dan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan untuk mengelola keuangan yang dimiliki.

Sedangkan, pengertian literasi keuangan menurut OJK yaitu pengetahuan dan pemahaman mengenai manfaat dan risiko produk dan layanan jasa keuangan yang bisa memberikan manfaat besar bagi sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca juga: Ketua DPR: Perkuat Literasi Keuangan Digital

Tujuan literasi keuangan adalah agar masyarakat bisa lebih baik lagi dalam mengelola keuangannya yang nantinya akan berdampak pula pada kesejahteraan mereka.

Berdasarkan data survei yang dipublikasikan oleh OJK tersebut, maka bisa dilihat bahwa literasi keuangan di 34 provinsi di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Secara nasional, kemampuan literasi keuangan masyarakat Indonesia berada di angka 38,03%.

Kemampuan literasi keuangan tertinggi sendiri diperoleh oleh masyarakat di provinsi DKI Jakarta dengan nilai 59,16%. Disusul oleh wilayah DI Yogyakarta dengan 58,53%. Sedangkan, di urutan ketiga adalah Jawa Timur dengan 48,95%.

Sementara itu, terkait Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI), secara umum terdapat 3 strategi utama.

Baca juga: Tingkatkan Literasi Keuangan Generasi Muda, Pluang Edukasi Publik

1.Cakap Keuangan

Bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang lembaga, produk, dan layanan pada jasa keuangan. Bisa terselenggara dengan baik apabila masyarakat membentuk atau memperkuat 3 komponen yaitu pengetahuan, keyakinan, dan keterampilan.

2.Sikap dan Perilaku Bijak Keuangan

Bertujuan membuat masyarakat mempunyai ketahanan keuangan yang kuat sehingga bisa menghadapi guncangan keuangan. Bisa terwujud tergantung pada tujuan keuangan individu. Alasannya adalah karena tujuan keuangan tersebut merupakan suatu wadah dalam merencanakan dan menentukan keuangan dalam jangka pendek dan jangka panjang.

3.Akses Keuangan

Bertujuan untuk meningkatkan jumlah pemanfaatan produk dan jasa keuangan. Bisa terwujud jika perluasan akses keuangan berjalan dengan baik dan disertai pengembangan produk dan jasa layanan keuangan.

Telah disebutkan tadi bahwa salah satu faktor yang mempengaruhi literasi keuangan pada masyarakat adalah teknologi yang semakin maju dan situasi pasar. Dengan adanya teknologi yang berkembang pesat, kini telah berkembang pula aset cryptocurrency yang mulai menarik minat banyak investor.

 

Editor : Lona Olavia (olavia.lona@gmail.com)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN