Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pejaten Village. Foto: lmir-trust.com

Pejaten Village. Foto: lmir-trust.com

LMIRT Management Raih Dana Rp 1,28 Triliun dari Divestasi

Farid Firdaus, Rabu, 8 Januari 2020 | 21:42 WIB

JAKARTA, investor.id – PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui anak usahanya sekaligus manajer dari Lippo Malls Indonesia Retail Trust, LMIRT Management Ltd, menandatangani perjanjian jual beli dengan NWP Retail atas penjualan dua mal di Indonesia dengan nilai transaksi Rp 1,28 triliun.

Chief Executive Officer manager REIT James Liew mengatakan, aksi ini merupakan perubahan strategi Lippo ke arah pengelolaan portofolio secara aktif dan mengoptimalkan nilai pemegang saham serta meningkatkan valuasi REIT.

Perseroan menunjukkan kemampuannya untuk mendivestasi aset dengan nilai valuasi yang menarik. Transaksi ini merupakan transaksi perdana setelah perubahan strategi LMIRT ke arah pengelolaan portofolio secara aktif.

Pada masa lampau, LMIRT menggunakan strategi beli dan pegang yang merupakan strategi pengelolaan portofolio secara pasif. Divestasi ini memberikan fleksibilitas dalam hal likuiditas untuk berinvestasi pada aset-aset baru, mengembalikan uang kas kepada para pemegang saham, atau menjajaki peluang investasi lainnya.

“Melangkah ke depan, kami terus mengoptimalkan portofolio kami untuk mengoptimalkan nilai pemegang saham. Transaksi ini menunjukkan kualitas portofolio serta memperkuat valuasi harga unit kami," kata James Liew dalam keterangan resmi, Rabu (8/1).

Sebagai informasi, harga penjualan Pejaten Village mencapai Rp 997,4 miliar dan Binjai Supermall Rp 283,3 miliar. Harga tersebut lebih tinggi masing-masing 33,3% dan 19,3% dari harga perolehan awal sebesar Rp 748 miliar dan Rp 237,5 miliar saat diakuisisi pada 2012.

Nilai tersebut juga merupakan diskon masing-masing sebesar 4,1% dan 8,3% dari nilai valuasi terbaru masing-masing mal sebesar Rp 1,04 triliun dan Rp 309 miliar. Diskon tersebut secara signifikan lebih tinggi daripada diskon tersirat NAV REIT saat ini ketika diperdagangkan.

Transaksi ini memperkuat daya tarik pasar ritel Indonesia yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang kuat, kelas menengah yang bertumbuh pesat, serta demografi penduduk berusia muda dimana lebih dari separuh populasi berusia di bawah 30 tahun.

Dengan ritel modern yang hanya 25% dari total ritel, mal ritel memberikan peluang pertumbuhan yang sangat besar. Mal-mal di Indonesia telah mengalami pertumbuhan jumlah kunjungan yang kuat bahkan ketika ritel online telah beroperasi.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, mal ritel akan terus menjadi bagian inti dari bisnis perseroan. Manajemen akan terus bekerja mengelola aset-aset secara proaktif untuk meningkatkan valuasi, mengidentifikasi peluang investasi, serta mengoptimalkan nilai pemegang saham.

Dengan strategi pengelolaan portofolio secara aktif, REIT berada pada posisi yang lebih baik untuk menutup kesenjangan valuasinya dengan menjual asetnya yang memiliki harga pasar yang menarik. Visi kami adalah untuk terus meningkatkan strategi di anak-anak usaha kami untuk memberikan nilai tambah,” kata dia.

Sebagai informasi, NWP Retail yang menjadi pihak pembeli merupakan perusahaan kerja sama antara Warburg Pincus dengan PT City Retail Developments.

Sementara itu, Lippo Karawaci adalah perusahaan real estat terintegrasi terkemuka di Indonesia dengan total aset US$ 4 miliar per 30 September 2019. Bisnis inti perusahaan terdiri atas pengembangan perumahan di daerah perkotaan, lifestyle malls, dan layanan kesehatan. Perusahaan juga secara aktif terlibat dalam pengembangan terintegrasi, perhotelan, pengembangan dan manajemen perkotaan, serta layanan manajemen aset.

Hadir di 35 kota, perusahaan adalah pengembang properti terkemuka di Indonesia dengan 1.461 ha landbank yang siap untuk dikembangkan. Melalui dua anak perusahaan publik yang tercatat di bursa, PT Lippo Cikarang Tbk dan PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk, perseroan mengembangkan dan mengoperasikan pengembangan kota di Lippo Cikarang di Bekasi dan di Tanjung Bunga di Makassar.

Selain itu, perseroan juga memiliki 51,05% saham PT Siloam International Hospitals Tbk, jaringan rumah sakit swasta terkemuka di Indonesia, dengan 36 rumah sakit di 24 kota di seluruh Indonesia.

Adapun Lippo Karawaci mempunyai kepemilikan di dua REIT yang tercatat di bursa efek Singapura, yaitu First Real Estate Investment Trust dan Lippo Malls Indonesia Retail Trust dengan aset yang dikelola masing-masing US$ 1 miliar dan US$ 1,4 miliar per 30 September 2019.

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN

REKOMENDASI UNTUK ANDA