Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Lo Kheng Hong. (Foto: Ist)

Lo Kheng Hong. (Foto: Ist)

Lo Kheng Hong Cerita Cuan Gede 4.000% dari Saham Indika (INDY)

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:32 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Investor kawakan Lo Kheng Hong menceritakan pengalamannya mendapat untung besar 4.000% dari saham PT Indika Energy Tbk (INDY).

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi tamu pada acara podcast di kanal YouTube konglomerat asal Surabaya, Hermanto Tanoko.

Advertisement

Baca juga: Lo Kheng Hong: Saya Work From Home Sudah 26 Tahun

Awal cerita, Lo Kheng Hong ditanya oleh Hermanto terkait sektor apa saja yang menjadi incaran Lo Kheng Hong dalam berinvestasi saham. Pak Lo, sapaan akrab Lo Kheng Hong pun menjawab bahwa pilihan sektor itu penting dalam investasi dan yang dipilihnya adalah sektor batu bara, kelapa sawit, hingga perbankan.

“Itu perusahaan-perusahaan yang saya bilang it’s wonderful company,” papar pria yang sudah berinvestasi di pasar modal selama 33 tahun itu dikutip Jumat (3/6/2022).

Pak Lo menyatakan, dirinya memang banyak berinvestasi di sektor batu bara sejak lama. Bukan hanya saat ini. Bahkan, pada 2016, dirinya pernah menjadi pemegang saham terbesar nomor empat di Indika Energy dengan tambang batu bara terbesar nomor tiga di Indonesia.

“Jadi ketika harga sahamnya jatuh ke Rp 100-an, Rp 110, saya membeli. Ketika harganya Rp 110 itu, nilai buku per sahamnya Rp 1.600. Ini juga Mercy harga Bajaj, jadi saya membeli. Jadi pemegang saham nomor empat terbesar di Indika Energy,” papar Lo Kheng Hong.

Baca juga: Undang Lo Kheng Hong Podcast, Konglomerat Hermanto Tanoko: Investor Perorangan Terbesar

Dia menyebutkan, setelah dua tahun memegang saham Indika, akhirnya dia menjualnya di kisaran harga Rp 4.000.

“Dan, setelah dua tahun kemudian, harga batu bara yang US$ 50 menjadi US$ 100 dan harga saham itu naik menjadi Rp 4.500 dan saya menjualnya di harga Rp 4.000 dan untung 4.000% dalam dua tahun,” imbuh Lo Kheng Hong.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

Baca berita lainnya di GOOGLE NEWS

BAGIKAN