Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Hanson International. Foto: hanson.co.id

Hanson International. Foto: hanson.co.id

Lunasi Utang, Hanson International Jual 49,99% Saham Entitas Anak Usaha

Rabu, 18 Desember 2019 | 18:24 WIB
Ghafur Fadillah

JAKARTA, investor.id – PT Hanson International Tbk (MYRX) berencana melakukan penjualan sebagian kepemilikan saham dalam entitas anak usahanya, PT Mandiri Mega Jaya. Langkah tersebut dilakukan perseroan untuk melunasi utang kepada pihak ketiga, juga untuk pemulihan kas perseroan.

Direktur perseroan, Rony Agung Suseno menjelaskan perseroan akan menjual sejumlah 49,99% saham Mandiri Mega Jaya kepada PT Maha Properti Indonesia Tbk (MPRO). Perjanjian penjualan saham tersebut ditandatangani pada 13 Desember 2019.

"Untuk nilai transaksinya saat ini masih dalam tahap penilaian yang akan selesai setelah laporan tahunan per tanggal 31 Desember 2019, yang kami perkirakan akan selesai pada Maret 2020," jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (18/12).

Sebelumnya PT Hanson International Tbk (MYRX) resmi mengangkat Benny Tjokrosaputro, salah satu pemegang saham terbesar perseroan, menjadi direktur utama. Pengangkatan tersebut diresmikan setelah meminta persetujuan para dewan direksi dan para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Sementara Direktur Utama Hanson sebelumnya, Agus Santoso, diputuskan mengisi jabatan Komisaris Utama.

Rony menjelaskan, langkah tersebut diambil perseroan untuk menyelesaikan masalah pinjam-meminjam individual dan mengembalikan rasa kepercayaan para investor sehingga harga saham perseroan bisa kembali membaik. Ini mengingat harga saham perseroan sudah menyentuh harga terendah sejak seminggu terakhir dan stagnan di posisi terakhir yakni Rp 50/saham.

"Pertimbangan kami meminta beliau kembali dengan harapan dapat menyelesaikan masalah yang sedang dialami perseroan, karena sejak kasus ini bergulir saham kami terkena depresiasi yang signifikan," jelasnya.

Sementara itu, terkait masalah dana hasil pinjaman-pinjaman individual yang dilakukan perseroan, Rony menjelaskan perseroan berusaha untuk segera mengembalikan dana tersebut sesuai dengan instruksi dari Satgas Waspada Investasi.

Perseroan diwajibkan melunasi utang sebesar Rp147,25 miliar kepada 97 pihak. Lalu melakukan pelunasan sebesar Rp503 miliar kepada 287 pihak pada November 2019, dan Rp425 miliar kepada 256 pihak pada Desember 2019.

Adapun perseroan telah mengembalikan sebagian utang melalui hasil penjualan unit perumahan di tiga proyek yang berada di Tangerang.

"Kami berkomitmen untuk membayar penuh dana yang didapat dari pinjaman-pinjaman individual sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang tertulis di masing-masing perjanjian," katanya.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN