Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR DAILY


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com

Manajer Investasi Akan Diwajibkan Bentuk Unit Syariah

Selasa, 27 September 2016 | 17:42 WIB
Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

JAKARTA- Perusahaan manajer investasi (MI) yang menerbitkan dana kelolaan reksadana syariah (RDSy), akan diwajibkan membentuk unit syariah pada tahun depan.

Sejak reksadana syariah diluncurkan pertama kalinya pada tahun 1996 hingga 2016, dana kelolaannya masih tergolong kecil.

Dari 32 MI yang menerbitkan reksadanya syariah saat ini, dana kelolaan reksadana syariah baru mencapai Rp10,2 triliun per April 2016.

Direktur Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Fadilah Kartikasari –seperti dilansir Antara-- menilai, masih melambatnya pertumbuhan reksadana syariah tersebut salah satunya karena ketidakseriusan manajer investasi dalam mengenjot reksadana tersebut.

Saat ini MI memang memiliki produk syariah, namun tidak diurus dalam satu uni organisasi khusus.

Untuk itu, lanjutnya, OJK akan mewajibkan MI penerbit Rdsy untuk membentuk unit syariah, yang akan dituangkan dalam peraturan OJK (POJK) yang diharapkan terbit pada akhir tahun ini.

"Rancangan POJK tengah di bahas dan telah tahap harmonisasi di direktorat hukum OJK," ujar Fadilah saat jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Dengan demikian, bagi MI penerbit reksadana syariah, satu tahun setelah POJK itu keluar, diwajibkan sudah memiliki unit syaraih. Sementara bagi MI yang akan menerbitkan RDsy,
setelah rancangan POJK itu terbit, langsung diwajibkan memiiliki unit syariah.

 

"Jika punya unit syariah maka sudah dipastikan memiliki IKU (Indikator Kinerja Utama) sehingga terdorong mengenjot dana kelolaan reksadana syariah," ujarnya.

Sebelumnya, muncul wacana untuk mewajibkan MI penerbit reksadana syariah untuk melakukan spin off (pisah dari induk). Namun, rencana itu dinilai belum memungkinkan melihat kondisi pasar modal syariah yang masih berkembang. (gor)

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

BAGIKAN