Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Investor mengamati pergerakan saham di Mandiri Sekuritas di Jakarta, baru-baru ini. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Investor mengamati pergerakan saham di Mandiri Sekuritas di Jakarta, baru-baru ini. Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Mandiri Sekuritas: IHSG Akhir Tahun Bisa Capai 5.540

Kamis, 18 Juni 2020 | 09:10 WIB
Thereis Love Kalla (thereis.kalla@beritasatumedia.com)

JAKARTA, investor.id – PT Mandiri Sekuritas memproyeksikan Indeks harga saham gabungan (IHSG) akan berada pada level 5.540 pada akhir 2020. Proyeksi tersebut sejalan dengan skenario prediksi laba bersih emiten-emiten yang mulai memasuki fase recovery setelah terdampak Covid-19.

Head of Equity Research Mandiri Sekuritas Adrian Jozer mengungkapkan, dalam dua atau tiga bulan kedepan proyeksi tersebut masih bisa berubah seiring dengan dinamika pasar keuangan. Pasalnya masing-masing emiten memiliki strategi yang tak sama antar satu dan yang lainnya, sehingga dalam fase recovery hasilnya bisa berbeda-beda.

“Selain itu risk premium pasar saham Indonesia masih sesuai ekspektasi. Apabila suku bunga Surat Utang Negara (SUN) bisa stabil, maka risk premium bisa turun sehingga masih ada ruang untuk kenaikan IHSG,” jelas Adrian pada Economic Outlook Bank Mandiri, Rabu (17/6).

Menurut Adrian, pada kuartal II-2020, ekspektasi kinerja dari emiten – emiten masih negatif, namun investor lebih melihat bagaimana proses recovery emiten untuk kedepannya. Investor diperkirakan tidak panik lagi melihat negatifnya kinerja emiten-emiten karena, pelaku pasar lebih melihat ke depan mengenai pendapatan emiten di 2021.

Investor, lanjut Adrian lebih mencermati bagaimana kecepatan emiten dalam memulihkan kinerjanya ketika memasuki fase new normal. Selain itu, adanya kekhawatiran mengenai gelombang kedua Covid-19 masih akan menjadi sentimen bagi pelaku pasar untuk kedepannya.

Adrian menambahkan, proyeksi IHSG ini juga berdasarkan hasil – hasil data ekonomi yang diatas ekspektasi Mandiri Sekuritas. “ Kalau kita lihat kemarin, sektor ritel di datanya jelek dengan minus sekitar 15%,  tapi forecast kami lebih jelek dari itu ekspektasinya, jadi sebetulnya arahnya bukan positif tapi lebih baik dari ekspektasi kita,”

Lebih lanjut, Adrian menjelaskan, selain saham – saham di sektor konsumer, saham-saham perusahaan tower juga terbilang defensif terhadap dampak pandemi Covid-19. Hal tersebut dikarenakan perusahaan-perusahaan menara memiliki kontrak jangka panjang secara business to business, sehingga memiliki kepastian pendapatan dengan horizon waktu yang lebih panjang.

Sementara itu, untuk investasi jangka pendek hingga akhir tahun, Adrian merekomendasi saham-saham-saham cyclical yang pendapatannya terpengaruh oleh kondisi makro ekonomi dan siklus bisnis. Pemilihan saham cyclical agar ada keseimbangan karena hasil dari pelonggaran PSBB terhadap ekonomi belum diketahui hasil pastinya.

“Saham cyclical itu seperti saham-saham di perbankan, otomotif, ritel, yang menjadi market leader di bidangnya, saat ini sudah banyak yang murah secara Price Book Value (PBV) nya,” ujar Adrian.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN