Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Taspen

Taspen

Mandiri Taspen Rilis Obligasi Rp 2 Triliun

Rabu, 3 Maret 2021 | 15:37 WIB
Gita Rossiana (gita.rossiana@investor.co.id)

JAKARTA, Investor.id - PT Mandiri Taspen berencana menerbitkan surat utang kedua senilai Rp 2 triliun. Obligasi ini bagian dari Obligasi Berkelanjutan I dengan total Rp 4 triliun. Surat utang tersebut dilepas dengan kupon 6,5-7,25%.

Sebelumnya, perseroan sudah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I dengan nilai Rp 1 triliun pada 2019. Adapun untuk Obligasi Berkelanjutan I Tahap II akan diterbitkan dalam dua seri.

Seri A akan diterbitkan dengan nilai pokok Rp 800 miliar, tingkat bunga 6,5% dan tenor tiga tahun. Sementara Seri B diterbitkan dengan nilai pokok Rp 1,2 triliun, tingkat bunga 7,25% dan tenor lima tahun.

Masa penawaran umum akan dilakukan pada 15-16 Maret 2021. Penjatahan pada 17 Maret 2021, distribusi secara elektronik pada 19 Maret 2021 dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 Maret 2021. Bertindak sebagai penjamin emisi dalam penerbitan obligasi ini adalah PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk.

Adapun pada 2020, Bank Mandiri Taspen mencetak laba sebesar Rp 429 miliar. Nilai ini menurun dari 2019 yang mencapai Rp 456 miliar. Perolehan laba ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang bertumbuh 31% secara tahunan dari Rp 1,29 triliun menjadi Rp 1,69 triliun.

Sementara penyaluran kredit meningkat 26,1% secara tahunan menjadi Rp 25,6 triliun pada 2020. Dana pihak ketiga tercatat Rp 27,5 triliun, naik 38,8% secara tahunan. Kredit yang direstrukturisasi tercatat Rp 644 miliar, naik 3 kali lipat dari 2019 yakni Rp 202 miliar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) sebelumny telah mencatat 8 emiten yang akan menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 10,5 triliun dalam waktu dekat. Penerbitan ini berpotensi meningkatkan kinerja reksadana pendapatan tetap.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan, berdasarkan pipeline BEI per 16 Februari 2021, 8 emiten tersebut akan menerbitkan 10 emisi. "Sebanyak 10 emisi itu terdiri atas 3 emisi sukuk dan 7 emisi obligasi dengan nilai Rp 10,5 triliun," jelas dia.

Penerbitan obligasi itu, menurut Nyoman akan meningkatkan penerbitan obligasi korporasi tahun ini yang berpotensi mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun lalu. Potensi ini terlihat dari outstanding obligasi korporasi yang mulai menunjukkan pertumbuhan pasca adanya penurunan yang disebabkan oleh pandemi.

Editor : Parluhutan (parluhutan@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN