Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Produk Semen Indonesia. Foto: dok. Investor Daily

Produk Semen Indonesia. Foto: dok. Investor Daily

Manfaat dari Sinergi Semen Indonesia dengan Taiheiyo

Kamis, 4 Maret 2021 | 04:29 WIB
Parluhutan Situmorang

JAKARTA, investor.id - PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) mendapat dukungan positif dari sinergi anak usahanya dengan Taiheiyo Cement Corp. Sementara itu, pemulihan ekonomi dan peningkatan anggaran infrastruktur berpotensi menaikkan volume penjualan semen dan kinerja keuangan perseroan tahun ini.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Yosua Zisokhi mengungkapkan, Taiheiyo Cement berkomitmen membeli produk semen dan klinker minimal satu juta ton per tahun atau setara dengan 8,1% dari volume penjualan PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) atau SBI, anak usaha Semen Indonesia.

Semen Indonesia sebelumnya mengumumkan rencana pelepasan minimal 15% saham SBI kepada Taiheiyo Cement. Aksi itu akan dilakukan dengan penerbitan saham baru pada akhir semester I tahun ini. Dengan divestasi tersebut, perseroan berpotensi meraup dana sebesar US$ 220 juta.

Taiheiyo Cement juga berpengalaman di bisnis semen. Perusahaan itu mengelola 17 pabrik yang tersebar di Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, Vietnam, dan Filipina.

“Karena itu, sinergi ini juga bakal menguntungkan  Semen Indonesia, terutama untuk pengembangan bisnis semen di luar negeri,” tulis Yosua dalam risetnya.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meluncurkan varian baru semen Dynamix Masonry,produk semen khusus untuk aplikasi non struktural.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meluncurkan varian baru semen Dynamix Masonry,produk semen khusus untuk aplikasi non struktural.

Semen Indonesia juga akan bekerjasama dengan Taiheiyo Cement untuk mengembangkan pabrik klinker di Tuban, Jawa Timur. Kerja sama berupa pembangunan silo baru dan dermaga. Selain itu, Taiheiyo Cement berkomitmen untuk memasarkan produk semen dan klinker Semen Indonesia minimal satu juta ton per tahun atau setara dengan 2,3% dari kapasitas produksi Semen Indonesia tahun 2019.

“Sebanyak 500 ribu ton per tahun dari pembelian klinker tersebut akan dialokasikan untuk ekspor ke anak perusahaan Taiheiyo Cement di Amerika Serikat,” jelas dia.

Di sisi lain, peningkatan volume penjualan perseroan juga akan didukung oleh kenaikan anggaran infrastruktur pada APBN 2021 yang mencapai 47,3%.

“Permintan semen dari sektor infrastruktur cenderung lebih banyak didatangkan dari Semen Indonesia. Peningkatan juga didukung oleh konsumsi semen nasional yang tahun ini diperkirakan tumbuh sekitar 6%,” ungkap Yosua.

Harga saham SMGR dalam satu dekade terakhir
Harga saham SMGR dalam satu dekade terakhir

Sebab itu, Samuel Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham SMGR dengan target harga Rp 13.050. Target harga tersebut merefleksikan perkiraan EV/EBITDA sebesar 10,5 kali pada 2021. Target harga tersebut juga merefleksikan perkiraan peningkatan volume penjualan sektiar 6,9% atau 43,5 juta ton tahun ini, meski harga jual diperkirakan mendatar.

Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp 2,81 triliun tahun ini dibandingkan perkiraan tahun lalu Rp 2,26 triliun.

Pendapatan perseroan juga diperkirakan meningkat menjadi Rp 38,76 triliun pada 2021 dibandingkan perkiraan tahun 2020 senilai Rp 36,45 triliun.

Laba Melonjak

Semen Indonesia
Semen Indonesia

Semen Indonesia berhasil membukukan lonjakan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 16,73% menjadi Rp 2,79 triliun pada 2020 dibandingkan realisasi tahun sebelumnya Rp 2,39 triliun. Sedangkan pendapatan turun 12,87% menjadi Rp 40,37 triliun dari Rp 35,17 triliun.

Direktur Utama Semen Indonesia Hendi Prio Santoso mengatakan, meskipun kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia berkontraksi akibat pandemi Covid-19 tahun lalu, ditambah ketatnya persaingan, perseroan tetap mampu menc etak pertumbuhan kinerja keuangan, khususnya dalam hal efisiensi biaya.

Keberhasilan perseroan mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan tersebut, ungkap dia, didukung berbagai inisiatif strategis, seperti keberhasilan perseroan menekan beban pokok pendapatan pada 2020. Penurunannya jauh lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga perseroan berhasil mencatatkan peningkatan marjin EBITDA menjadi 25,8%.

Kinerja keuangan SMGR
Kinerja keuangan SMGR

“Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga perseroan mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif,” kata Hendi melalui siaran pers.

Terkait dampak pandemi Covid-19 bagi perseroan, menurut dia, telah memicu penurunan pendapatan sebesar 12,87% menjadi Rp 35,17 triliun pada 2020. Penurunan ini dipengaruhi pelemahan permintaan akan produk bahan bangunan. Penundaan pengembangan sejumlah proyek strategis nasional akibat kebijakan realokasi anggaran pemerintah juga memicu penurunan pendapatan tersebut.

”Menyikapi kondisi pasar dalam negeri pada 2020, perseroan menggenjot ekspor ke berbagai negara, seperti Australia, Bangladesh, Srilanka, dan Tiongkok,” jelas dia.

Ekspor tersebut juga sejalan dengan visi perseroan menjadi penyedia solusi bahan bangunan terbesar di regional.

Menurut dia, perseroan terus berupaya mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material.

Editor : Gora Kunjana (gora_kunjana@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN