Menu
Sign in
@ Contact
Search

×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan

PT Waskita Karya Tbk. Foto: Perseroan

Mantan Kapolri Tambah Kepemilikan Saham di Waskita Karya (WSKT)

Senin, 24 Januari 2022 | 14:15 WIB
Thresa Sandra Desfika (thresa.desfika@investor.co.id)

JAKARTA, investor.id – Mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Badrodin Haiti yang kini merupakan komisaris utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT) menambah kepemilikan sahamnya di perseroan dari sebelumnya 2.000 saham menjadi 352.000 saham. Adapun transaksi pembelian saham dilakukan pada 7 Januari 2022.

“Kami menyampaikan adanya perubahan jumlah lembar saham perseroan yang dimiliki oleh komisaris kami atas nama Badrodin Haiti pada tanggal 7 Januari 2022,” tulis Corporate Secretary Waskita Karya Ratna Ningrum dalam suratnya yang terunggah pada keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) dikutip pada Senin (24/1).

Dijelaskan bahwa tujuan transaksi dari komisaris utama Waskita Karya ini adalah pribadi dan harga transaksinya senilai Rp 630 per saham.

Baca juga: Waskita Karya (WSKT) Jual Aset Properti, Ada Apartemen hingga Area Komersial

Sementara itu, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono pun diketahui akhirnya memiliki saham WSKT sebanyak 805.000 saham dari sebelumnya tak punya saham pada perusahaan yang dipimpinnya itu. Adapun transaksi tersebut dilaksanakan melalui pembelian rights pada saat penyelenggaraan rights issue WSKT belum lama ini.

Selain itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma menambah kepemilikan saham WSKT dari 1 juta saham menjadi 2,95 juta saham. Sedangkan, Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto juga menambah kepemilikan sahamnya di Waskita Karya dari 200.000 saham menjadi 484.300 saham. Keduanya melaksanakan transaksi pembelian saham melalui pembelian rights pada saat penyelenggaraan rights issue WSKT.

Sebagaimana diketahui, PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berhasil menerima dana sebesar Rp 9,44 triliun melalui aksi korporasi rights issue yang dilaksanakan pada akhir tahun 2021. Rights issue perseroan terserap 78,95% dari target Rp 11,96 triliun karena kondisi market yang cenderung bearish. Perseroan berhasil menerima dana melalui publik sebesar Rp 1,54 triliun dan penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp 7,9 triliun.

Adapun penebusan saham baru yang diterbitkan oleh perseroan pada rights issue, mayoritas dieksekusi oleh institusi asing. Hingga akhir periode perdagangan rights issue pada tanggal 12 Januari 2022, komposisi kepemilikan saham perseroan menjadi 75,35% pemerintah dan 24,65% publik dengan jumlah total saham setelah rights issue sebanyak 28.806.807.016 lembar saham.

Baca juga: Divestasi Tol Cimanggis-Cibitung, Waskita Karya (WSKT) Sebut Perjanjian Masih Tahap Awal

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono sempat menyampaikan apresiasinya kepada para pemegang saham yang telah berpartisipasi pada aksi korporasi rights issue Waskita.

“Kami sangat mengapresiasi kepercayaan dan dukungan dari para pemegang saham kepada perseroan, terutama dalam proses recovery keuangan perseroan untuk terus membangun Indonesia menjadi lebih baik. Ke depannya perseroan akan fokus menjalankan bisnis operasional dengan berbekal kemampuan likuiditas yang jauh lebih baik sehingga mampu memperbaiki kinerja keuangan yang berkelanjutan,” kata Destiawan dalam keterangan resmi, Senin (17/1).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Waskita Karya Taufik Hendra Kusuma juga menambahkan bahwa perseroan akan melanjutkan implementasi dari delapan streams penyehatan keuangan Waskita, terutama melalui aksi korporasi penerbitan obligasi dan sukuk dengan penjaminan pemerintah pada kuartal pertama tahun ini.

Adapun target proceeds dari penerbitan obligasi dan sukuk ini sebesar Rp 3,83 triliun dan akan digunakan untuk refinancing obligasi-obligasi yang jatuh tempo di tahun ini serta modal kerja proyek konstruksi perseroan.

“Kami berharap para investor pasar modal maupun fixed income dapat terus memberikan dukungannya pada aksi-aksi korporasi perseroan saat ini maupun di masa mendatang,” tambah Taufik.

Editor : Theresa Sandra Desfika (theresa.sandra@investor.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN