Menu
Sign in
@ Contact
Search
×

Email

Password

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Email

Password


×

Nama

Email

Password

Ulangi Password


×

Pencarian


×

INVESTOR.id


Alamat Redaksi :
BeritaSatu Plaza 11th Floor, Suite 1102 Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 35-36 | Jakarta 12950

Telpon:
+6221-29957555 | Fax: +6221-5200072

Email:
subscription.services@beritasatumedia.com
Pemenang Best Overall BigCap yaitu Bank CIMB Niaga, Unilever Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia usai menerima award berfoto bersama Wakil Presiden RI periode 2009-2014  Boediono (kiri) dan Chairman IICD Sigit Pramono (kanan), pada acara The 12th IICD Corporate Governance Awards, di Jakarta, Senin (31/5/2021). Foto:   BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Pemenang Best Overall BigCap yaitu Bank CIMB Niaga, Unilever Indonesia, dan Bank Rakyat Indonesia usai menerima award berfoto bersama Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono (kiri) dan Chairman IICD Sigit Pramono (kanan), pada acara The 12th IICD Corporate Governance Awards, di Jakarta, Senin (31/5/2021). Foto: BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal

Mantap! Emiten-emiten Ini Terapkan Tata Kelola Terbaik

Rabu, 2 Juni 2021 | 06:12 WIB
Lona Olavia

JAKARTA, investor.id – Sebanyak 47 emiten berhasil meraih penghargaan terkait implementasi praktik tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) dalam ajang “The 12th IICD Corporate Governance Award 2021” di Jakarta, Senin (31/5). Adapun jumlah emiten yang masuk nominasi sekitar 200 perusahaan. Acara ini digelar oleh Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) yang bekerjasama dengan BeritaSatu Media Holdings.

Untuk emiten big cap, terdapat 24 emiten yang mendapatkan penghargaan. Pada kategori Best CG Overall, penghargaan diraih oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Best Financial Sector diraih oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). Best Non-Financial Sector diraih oleh PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL).

Lalu, Best SOE/BUMN diraih oleh PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Best Responsibility of the Board diraih oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT BTPN Tbk (BTPN). Best Disclosure and Transparency diraih oleh PT Bank Permata Tbk (BNLI) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Best Role of Stakeholders diraih oleh PT Astra International Tbk (ASII) dan PT Semen Indonesia Tbk (SMGR).

Kemudian, Best Equitable Treatment of Shareholders diraih oleh PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP). Best Right of Shareholders diraih oleh PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR). Terakhir, Most Improved diraih oleh PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR).

Sementara itu, untuk emiten mid cap, terdapat 23 emiten yang meraih penghargaan. Best CG Overall diraih oleh PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN). Best Financial Sector diraih oleh PT BPD Jawa Barat dan Banten Tbk (BJBR), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA), dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Best Non-Financial Sector diraih oleh PT Indofarma Tbk (INAF), PT ABM Investama Tbk (ABMM), dan PT Matahari Department Store Tbk (LPPF).

Kemudian, Best State Owned Enterprise diraih oleh PT PP Tbk (PTPP) dan PT Timah Tbk (TINS). Best Responsibility of the Board diraih oleh PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) dan PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS). Best Disclosure and Transparency diraih oleh PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) dan PT BPD Jawa Timur Tbk (BJTM). Best Role of Stakeholders diraih oleh PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM) dan PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO). Best Equitable Treatment Shareholders diraih oleh PT Bank Mestika Dharma Tbk (BBMD) dan PT MNC Investama Tbk (BHIT).

Lalu, Best Right of Shareholders diraih oleh PT Bank JTrust Indonesia Tbk (BCIC) dan PT Astra Otoparts Tbk (AUTO). Terakhir, Most Improved diraih oleh PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk (ABDA) dan PT Eagle High Plantations Tbk (BWPT).

“Penghargaan ini diberikan kepada emiten-emiten yang di tengah kesulitan akibat pandemi masih bisa istiqomah dan konsisten menjalankan perusahaannya dengan tata kelola yang baik,” kata Chairman IICD Sigit Pramono.

Pada kesempatan yang sama, Wapres RI periode 2009-2014 sekaligus Ketua Dewan Penasihat Indonesia Institut for Public Governance Boediono menegaskan, implementasi GCG harus tetap menjadi fondasi di tengah pergeseran bisnis dan ekonomi yang terjadi secara masif sebagai implikasi dari pandemi Covid-19. Pandemi menuntut semua perusahaan baik secara global untuk mempercepat pada adopsi di sisi teknologi.

"GCG itu fondasi dari apapun yang kita miliki, dari strategi apapun yang kita ambil. Tapi, itu dirasa masih kurang cukup. Dalam perubahan ekonomi dan bisnis yang masif ini, maka perlu dipikirkan bagaimana menerapkan kembali silabus-silabusnya termasuk memasukkan upaya dan landasan dari direktur dalam melaksanakan GCG di tengah pancaroba ini,” ungkap dia.

Sebab itu, Boediono meminta agar manajemen perusahaan di level direksi dan komisaris dapat menghadapi tantangan baru dengan strategi yang tepat. Di sisi lain, para pemimpin yang saat ini menduduki kursi kepemimpinan, harus dapat mewariskan hal-hal yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya kepada para generasi penerus, termasuk dalam hal penerapan GCG. “Dalam situasi pandemi seperti saat ini, kita memang tidak boleh menyerah dan harus terus berinovasi,” ujarnya.

Editor : Jauhari Mahardhika (jauhari@investor.co.id)

Sumber : Investor Daily

BAGIKAN